JagatPlay: 50 Musik Video Game Terbaik Satu Dekade (2010 – 2019)

Reading time:
December 19, 2019
  1. Ori and the Blind Forest – Down the Moon Grotto (Gareth Coker)

Sebuah game platformer super indah yang menawarkan cerita emosional sebagai basis, namun tingkat kesulitan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sisi presentasi memang jadi salah satu hal yang menarik banyak gamer untuk mencicipi Ori and the Blind Forest, bertahan, dan berujung jatuh hati dengannya. Dengan begitu banyak lokasi keren yang Anda kunjungi, musik tentu dituntut untuk membangun atmosfer yang sesuai. “Down the Moon Grotto” sepetinya jadi testimoni yang jelas bagaimana Moon Studios terhitung berhasil memastikan bahwa semua aspek Ori and the Blind Forest berada dalam kapasitas yang seharusnya.

  1. GTA V – Welcome to Los Santos (Mc Eiht & Freddie Gibbs feat. Kokane)

Beberapa orang mungkin jatuh hati pada konsep open-worldnya yang menyenangkan, namun banyak gamer yang lupa, bahwa GTA selalu jadi sebuah seri satir yang mendorong konsep cerita, stereotipe, dan karakterisasi yang sering Anda temukan di film-film Hollywood. Di GTA V yang membawa Anda ke Los Santos, ia kini diproyeksikan dalam perspektif tiga karakter yang masing-masing datang dari latar belakang cerita yang berbeda. Ketika “Welcome to Los Santos” mengalun, ia seolah mengikat tema tersebut dengan erat, memberikan Anda gambaran soal cita rasa “gangsta” seperti apa yang menanti Anda.

  1. Metal Gear Rising Revengeance – A Stranger I Remain (Jamie Christopherson)

Sebuah game action super cepat nan intens yang memosisikan Anda sebagai seorang cyborg dengan pedang dan kemampuan fisik yang mampu memotong mecha menjadi beberapa bagian tentu saja butuh musik cadas pengiring yang siap untuk mengamplifikasi pengalaman tersebut menjadi lebih intensif. Apalagi di sepanjang perjalanan, Anda juga bertemu dengan pertarungan boss yang setiap dari mereka juga sama unik dan anehnya dengan Anda. Pertemuan antara “orang-orang tidak biasa” ini untungnya, ditawarkan Platinum Games bersama dengan musik-musik berat yang siap untuk membuat Adrenalin terpompa maksimal. Sulit memang untuk memilih hanya satu di antara semua OST keren MGR: Revengeance. Namun pada akhirnya, “A Stranger I Remain” selalu jadi bagian tak terpisahkan dari memori kami.

  1. Yakuza 0 – Baka Mitai

“DAME DA NE…”, dan sebagian besar gamer yang sempat mencicipi Yakuza 0, Yakuza Kiwami, ataupun Yakuza 5 sepertinya akan langsung bisa melanjutkan syair lagu yang dinyanyikan oleh Kiryu di karaoke ini. Anda memang tidak akan mendengarkan lagu yang satu ini di cut-scene cerita dan sejenisnya, namun percaya atau tidak, konten tambahan yang bisa dilewati gamer secara total ini justru berakhir menjadi salah satu bagian paling ikonik dari Yakuza series. Menyanyikan lagu ini di karaoke sembari diiringi musik video penuh drama menawarkan kontras di dalam karakter Kiryu itu sendiri. Bagaimana seorang Yakuza dengan tato naga raksasa di punggung dan pukulan yang bisa meremukkan tulang siapa saja, tenyata cukup melankolis untuk menjiwai lagu selembut “Baka Mitai” ini.

  1. Hotline Miami 2 – Divide (Magna)

Apa yang diajarkan oleh Hotline Miami 2 memang jelas. Bahwa untuk sebuah aksi bunuh-membunuh brutal tanpa rasa berasalah, Anda harus mempersiapkan setidaknya tiga buah. Pertama, senjata mematikan. Dua, topeng binatang untuk mewakili misi dan kepribadian Anda. Ketiga? Musik cadas di telinga yang membuat dentuman peluru dan selongsong yang jatuh di lantai tak ubahnya pengiring ritmik yang seharusnya. Hotline Miami 2 memang dibanjiri dengan banyak musik asyik, terutama dari genre tekno yang sulit untuk dicari mana yang pantas untuk disebut sebagai “yang terbaik”. Namun bagi kami pribadi, dentuman bak bendungan adrenalin yang hancur ini tidak bisa lagi dipresentasikan lebih baik selain via Divide dari Magna.

  1. Final Fantasy XV – Somnus (Yoko Shimomura)

Seorang pangeran yang terusir dari kerajaan, ayah yang berakhir meregang nyawa untuk melindungi dirinya, sebuah kisah balas dendam yang berjalan di belakang layar, dan sebuah konflik politik antar dua kerajaan yang punya fokus berbeda memang mewarnai kisah perjalanan Noctis dkk di Final Fantasy XV. Di tangan Yoko Shimomura, semua rasa frustrasi, kesedihan, tetapi juga kemarahan dan harapan tersebut ditranslasikan dengan fantastis via musik yang diusung untuknya. Somnus versi vokal menjadi terfavorit bagi kami karena aura kesedihan dan mistis yang membaur di dalamnya. Sebuah musik khas Final Fantasy yang seharusnya.

  1. League of Legends – Popstar (K/DA)

Acungan dua jempol memang harus diarahkan pada konsistensi Riot Games untuk urusan marketing League of Legends yang di setiap tahunnya, selalu menelurkan musik-musik dengan PV super keren yang pantas untuk dibicarakan. Namun beberapa waktu yang lalu, marketing Riot Games menemukan “emas” lewat pendekatan racik idol virtual berbasis karakter wanita mereka dengan tujuan untuk menjual item kosmetik terbaru. Dipadukan dengan animasi super keren dan musik yang catchy, K/DA langsung meroket menjadi salah satu idol virtual super sukses dengan popularitas lagu yang bahkan menembus pasar non-gamer sekalipun. Sebuah kesuksesan dan bukti bahwa lewat musik, ada banyak hal fantastis yang bisa dicapai oleh industri game, terutama untuk urusan marketing.

  1. Death Stranding – Once, There Was An Explosion (Ludvig Forssell)

Musik yang keren mungkin bukan sesuatu yang akan Anda asosiasikan dengan sebuah game yang mengusung plot soal dunia post-apocalyptic yang misterius. Namun Death Stranding memang harus diakui berakhir menjadi “gudang” untuknya. Kita berbicara soal bagaimana Kojima memilih Low Roar – band yang tidak terlalu populer di kala itu untuk trailer perdana Death Stranding sembari memastikannya sesuai. Lebih banyak musisi dan lagu keren itu bahkan dilebur ke dalam sebuah album terpisah bernama Timefall.  Namun pada akhirnya, “Once, There Was An Explosion” dari Ludvig Forssell lah yang mendefinisikan Death Stranding yang sesungguhnya. Darinya Anda bisa menangkap atmosfer misteri yang kuat, tetapi juga cita rasa sci-fi yang kentara. Pelan tapi pasti, otak Anda akan mengasosiasikan nada di awalnya dengan nama Death Stranding setiap kali ia mengalun. Anda tidak tahu pengalaman seperti apa yang Anda dapatkan dan terus penasaran saat musik ini terus terikat pada trailer-trailer terbaru yang dilepas di kala itu.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…