Review ROG Cetra: Cetar Membahana!

Reading time:
January 9, 2020
ROG Cetra jagatplay 20

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar sebuah perangkat audio dengan embel-embel gaming di dalamnya? Sebagian besar dari Anda mungkin akan langsung mengasosiasikannya dengan sebuah headset berukuran besar, penuh gimmick, dengan ekstra suntikan sisi kosmetik di dalamnya. Bahwa bentuk dasar “headset” ini seolah tumbuh menjadi standar normal. Namun seiring dengan perkembangan teknologi gaming, terutama di ekosistem mobile yang kini mulai dipenuhi beragam genre kompetitif dan single-player memesona, ada pergeseran soal sisi desain yang sengaja dirancang untuk memenuhi pasar tersebut. Hal inilah yang berusaha ditawarkan oleh ASUS ROG via ROG Cetra.

Desain dan Fitur

ROG Cetra jagatplay 1
Alih-alih headset seperti perangkat audio gaming pada umumnya, ROG Cetra adalah sebuah headphone in-ear.

Apa yang membuatnya istimewa? Karena berbeda dengan tren headset yang melekat pada identitas “gaming” selama ini, ROG Cetra justru diposisikan sebagai sebuah in-ear headphones yang tetap mempertahankan embel-embel gaming di dalamnya. Tentu saja seperti sebagian besar in-head headphones pada umumnya, kemampuan untuk mengisolasi suara dari luar menjadi salah satu daya tarik utama. Dikombinasikan dengan kualitas suara yang mampu ia hasilkan, maka indikator untuk menentukan kualitas yang bisa ia tawarkan, baik untuk aktivitas gaming atau multimedia yang lain tentu mengakar dari sana. Hal yang sama juga terjadi dengan ROG Cetra ini. Isolasi suara maksimal berhasil mereka capai dengan mengaplikasikan teknologi Active Noise Cancellation.

Dengan basis USB-C sebagai port dan desain yang ringkas layaknya sebuah in-ear headphone yang seharusnya, sepertinya jelas bahwa ROG Cetra memang diracik untuk gaya hidup mobile saat ini. Iam menyasar gamer mobile yang kebetulan sudah memiliki smartphone gaming berbasis port ini atau tidak berkeberatan untuk membeli ekstra kabel konverter. Ia juga menyasar perangkat hybrid seperti Nintendo Switch yang juga sudah menawarkan konsep yang sama. Berita baiknya? ASUS ROG memastikan bahwa Cetra akan langsung bisa digunakan di semua perangkat tersebut secara langsung, tanpa basa-basi.

ROG Cetra jagatplay 48
Ia menjadikan USB-C sebagai basis.
rog armoury II
Ia juga didukung perangkat lunak ROG Armoury II untuk modifikasi efek dan kualitas suara.

Lantas, apa yang menjadikannya sebagai perangkat “gaming”? Ini mungkin identifikasi yang masih berada dalam wilayah abu-abu, terlepas dari kualitasnya sebagai in-ear headphone yang pantas untuk dilirik. Dari kami – setidaknya ada dua identitas yang berusaha ditawarkan untuk membuatnya pantas. Pertama? Tentu saja sisi kosmetik yang ia hadirkan. Anda masih bertemu dengan dua logo ROG yang menyala merah di kedua bagian sisi setiap kali Anda menggunakan Cetra. Sayangnya, tidak ada kesempatan untuk mengubah warna ini sama sekali mengingat konsepnya sendiri yang bukan RGB. Kedua? Tentu saja dukungan perangkat lunak menggunakan ROG Armoury II yang memungkinkan memodifikasi beberapa elemen yang Anda terima. Tetapi harus diakui, efeknya sendiri tidak bisa dibilang signifikan.

ROG Cetra jagatplay 39
Sayangnya, ROG Cetra hadir hanya dengan LED merah saja untuk sisi kosmetiknya.
ROG Cetra jagatplay 54
Tombol kecil di sisi atas akan mengaktifkan Ambient Mode – yang akan mematikan fitur ANC dan membiarkan suara luar masuk untuk ekstra kewaspadaan.

ROG Cetra juga menyuntikkan sebuah control bar yang fungsinya akan langsung bisa manfaatkan begitu saja. Tiga tombol di bagian utama berfungsi sebagai Play / Pause button dan juga dua tombol ekstra untuk mengatur volume secara real-time. Yang menarik adalah satu ekstra tombol yang diposisikan untuk mengaktifkan “Ambient Mode”. Seperti yang kita tahu, walaupun Anda berakhir tidak menyalakan apapun, isolasi suara mumpuni ROG Cetra akan menurunkan tingkat kemawasan Anda soal apa yang tengah terjadi di sekitar Anda. Mengaktifkan Ambient Mode yang juga diikuti dengan sebuah lampu indikator putih kecil akan mematikan Active Noise Cancellation tersebut, membuat suara dari luar terdengar samar. Ini akan efektif untuk menangkap lebih baik apa yang tengah terjadi di sekitar Anda, apalagi saat Anda berada di situasi riskan seperti tengah menikmati musik saat berjalan di trotoar atau menyeberang jalan. Atau ketika Anda “didorong” untuk masuk ke dalam situasi sosial tertentu.

ROG Cetra jagatplay 51
Ia juga hadir dengan paket penjualan yang terhitung lengkap.

Satu hal lain yang kami sukai dari ROG Cetra adalah paket penjualan yang ia usung. Bahwa tidak sekedar menawarkan si headset saja, ia juga menyediakan beberapa konten ekstra untuk kenyamanan lebih maksimal. Anda akan mendapatkan sebuah case cukup besar untuk menyimpannya dan membawanya kemana saja dengan lebih baik, ekstra buds dengan ukuran berbeda, ekstra penopang telinga, dan sebuah logo ASUS untuk disematkan jika Anda tertarik dengan nilai kosmetik ekstra tersebut. Mendapatkan beberapa ekstra konten seperti ini tentu saja menenangkan, tidak hanya karena Anda punya lebih opsi untuk kenyamanan tetapi juga cadangan jika Anda kehilangan salah satu dari mereka.

Lantas, spesifikasi seperti apa yang ia usung? Ini dia spesifikasi resmi untuk ROG Cetra:

  • Style: In-ear (Earbud)
  • Connector: USB-C
  • Driver diameter: 10.8mm
  • Microphone: Omni-Directional
  • Impedance: 16 Ohm
  • Frequency Response (headphones): 20 – 40.000Hz
  • Frequency Response (in-line microphone): 50 – 10.000Hz
  • Noise Cancellation: Active + Passive
  • Cable Length: 1,25m
  • Weight: 26g
Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…