Review Coffee Talk: Ngadem, Ngobrol, Ngopi!

Reading time:
January 29, 2020

Visualisasi Penuh Hati

Coffee Talk jagatplay 33
Ia hadir dengan visualisasi bergaya Pixel Art yang begitu manis.

Menjadikan Pixel Art sebagai pondasi visual memang jadi keputusan yang kami sambut dengan baik untuk mempresentasikan Coffee Talk, sebuah game “santai” minim aksi yang memang berfokus pada sisi cerita. Visualisasi seperti ini berhasil dimanfaatkan Toge Productions untuk meracik game yang siap untuk membuat Anda jatuh hati, dari desain karakter pendukung yang Anda temui, detail kopi yang Anda racik, hingga sekedar siluet penduduk kota yang hilir mudik melewati kafe Anda di tengah hujan yang tidak kunjung mereda. Lewat kombinasi warna hingga varian mimik respon wajah yang diusung tiap karakter, Pixel Art tidak lantas menjadi penghalang Coffee Talk untuk membangun sebuah interaksi yang hidup. Konsistensi dan kualitasnya justru menguatkan kesan indie yang kuat, tetapi juga berkualitas di saat yang sama.

Kami memang berakhir jatuh hati pada kekuatan Toge untuk meracik karakter pendukung yang ada, baik dari sisi desain visual ataupun kepribadian yang ia usung. Walaupun sedikit mengecewakan bahwa sebagian besar karakter yang datang dari beragam ras ini terkesan “dimanusiawikan”, namun Anda akan jatuh hati pada daya tarik yang mereka usung. Favorit kami tentu saja berujung pada Aqua – seorang manusia setengah ikan dari laut yang berusaha merantau ke Seattle, yang terlihat rapuh dengan kepercayaan diri rendah, namun tetap berjuang untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan kepadanya. Anda juga akan bertemu dengan Neil – makhluk luar angkasa dari planet entah darimana yang memutuskan untuk berpakaian ala Astronot bumi untuk membuatnya tidak terlihat mengancam saat melakukan kontak pertama. Keunikan tiap karakter, detail, pilihan kalimat saat bercakap-cakap, dan peran mereka dalam cerita membuat mereka menjadi pondasi utama Coffee Talk.

Coffee Talk jagatplay 49
Pujian untuk desain karakternya yang keren, penuh detail, dan memanjakan mata.
Coffee Talk jagatplay 50
Detail juga terlihat jelas pada visualisasi minuman yang Anda racik, yang dari sekedar bahan yang mengapung di atasnya, bisa Anda jadikan rujukan untuk meraciknya ulang.

Namun apresiasi ekstra untuk urusan presentasi ini juga sepantasnya diarahkan pada detail sama yang mereka tawarkan di sisi racik kopi, salah satu mekanik utama yang akan kita bicarakan nanti. Karena selain usaha jelas untuk mereka ulang bentuk kopi istimewa beragam varian dari dunia nyata ke dalamnya, Coffee Talk juga memastikan bahwa secara visual, ia juga memberikan clue yang jelas kira-kira 3 bahan dasar apa yang diperlukan untuk meraciknya. Karena di beberapa titik cerita, ada kebutuhan untuk meracik kopi spesifik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang resepnya justru “dibocorkan” di Loading Screen.

Loading Screen ini biasanya hanya memuat nama kopi dan cerita asal-muasalnya saja, dengan sedikit hint soal bahan baku pembuat, namun tidak pernah dibagikan secara eksplisit. Untungnya, detail kopi dengan bahan bakunya cukup jelas untuk Anda terka. Sebagai contoh? Anda bisa melihat potongan kayu manis di dalam minuman jika ia memang menjadikannya sebagai bahan baku. Anda juga bisa menerka dari sekedar warna permukaan, apakah ia berbahan dasar kopi, teh, atau susu. Sebuah detail yang tentu saja, sangat membantu.

Kesemua sisi presentasi visual ini dibalut dengan dukungan tata suara yang juga pantas untuk diacungi jempol. Untuk sebuah game yang menjadi kafe sebagai setting, detail suara yang suara mengamplifikasi keheningan, dari air panas yang mengucur keluar dari mesin, suara pintu terbuka, kursi yang bergeser, atau sekedar dentingan gelas saat diminum memperkuat atmosfer tersebut. Kurang “senja”? Anda juga akan didukung dengan musik lo-fi asyik yang akan jadi musik pengalun beragam aktivitas ngobrol Anda. Untuk urusan atmosfer, Coffee Talk juga harus diakui berhasil membangunnya dengan begitu baik dan akurat. Absennya voice acting tidak akan mencederai pengalaman gaming yang Anda dapatkan.

Coffee Talk jagatplay 31
Kudos untuk eksekusi dialog bahasa Inggris yang juga terasa natural.

Satu pujian ekstra juga kami berikan untuk penggunaan dan pemilihan kata dalam bahasa Inggris, yang terasa cukup natural dengan flow percakapan yang tidak terkesan dipaksakan. Karena penggunaan bahasa Inggris ini memang harus diakui merupakan salah satu masalah “klasik” game Indonesia di masa lalu, dimana alih-alih bercakap, pemilihan kata dan kalimat justru terasa seperti sebuah dialog di atas script yang dibaca oleh karakter kepada kepada karakter yang lain. Untuk sebuah game yang berfokus pada interaksi pada karakter, cukup melegakan Coffee Talk terhitung cukup berhasil keluar dari masalah pelik yang satu ini. Seperti menikmati sebuah game racikan developer dengan bahasa Inggris sebagai native, pemilihan kata dan timbal-balik dialog ini cukup mengesankan bahwa ia terjadi di antara dua karakter yang memang “hidup”.

Maka untuk ukuran sebuah game indie, Coffee Talk tampil dengan sisi presentasi yang pantas untuk diacungi jempol. Karakter pendukung yang menarik dari sisi desain dan kepribadian bergabung dengan tata suara yang terasa pas membuat situasi percakapan di dalam kafe yang ia usung, memang berakhir kuat. Sayang kembali sayang, ini juga kian menguatkan rasa dahaga untuk melihat lebih banyak tempat dan dunia di luar kafe Coffee Talk itu sendiri.

Ngadem, Ngobrol, Ngopi!

Coffee Talk jagatplay 9
Ngopi yuk!

Lantas, apa itu Coffee Talk? Secara sederhana, Anda bisa memerlakukannya sebagai sebuah game visual novel, alih-alih interactive story. Karena ia memang tidak menawarkan mekanik opsi pilihan percakapan ataupun keputusan apapun yang bisa mengubah jalan cerita yang bisa Anda dapatkan. Anda berperan sebagai barista yang sebagian besar pengalamannya memang bersifat pasif, dimana Anda hanya mendengar, membaca, dan memahami cerita yang masing-masing disampaikan oleh karakter yang tengah duduk di hadapan Anda. Mereka akan cukup terbuka untuk mulai memperkenalkan diri, berbicara soal pekerjaan, dan kemudian tenggelam untuk berbagi konflik yang tengah mereka hadapi. Tugas Anda di Coffee Talk hanya dua: barista dan pengamat, tidak lebih.

Sebagai pengamat, Anda hanya harus memerhatikan cerita yang ada. Tidak banyak interaksi yang ditawarkan oleh Coffee Talk, hingga pengalaman Anda memang lebih didominasi sensasi yang lebih pasif. Keasyikan utama yang ia ia tawarkan memang mengakar pada cerita yang ia usung, dimana pelan tapi pasti, didukung dengan karakter unik yang siap untuk merebut hati Anda, Anda akan tenggelam dalam kisah yang hendak mereka sajikan, baik sendiri ataupun dalam interaksinya dengan karakter lain. Tidak ada opsi pilihan percakapan, tidak ada kesempatan untuk ikut campur seenak hati, tidak ada kesempatan untuk “lari” dari keseluruhan situasi ini. Anda “terikat” pada apa yang hendak disajikan oleh Coffee Talk.

Coffee Talk jagatplay 40
Sebagai pengamat, Anda hanya harus menikmati cerita yang disajikan.
Coffee Talk jagatplay 51
Pelanggan biasanya menuntut kopi istimewa yang tentu saja, harus Anda racik dengan tepat menggunakan sistem 3 bahan utama.

Sebagai barista, maka tugas Anda memang meracik kopi. Pelanggan tidak hanya datang kepada Anda untuk berkeluh kesah saja, tetapi juga menikmati kopi yang Anda racik. Untungnya, mekanik ini terhitung sederhana. Setiap sistem racik kopi akan dibagi ke dalam tiga buah bahan utama yang bisa Anda pilih dari opsi yang tersedia di lemari, yang seiring cerita berjalan, juga akan bertambah. Kombinasi-kombinasi tiga bahan utama ini akan menghasilkan varian minuman non-alkholik untuk disajikan kepada pelanggan tetap Anda. Namun Anda tentu saja tidak bisa sembarangan meraciknya karena biasanya pelanggan datang dengan permintaan khusus. Freya – pelanggan setia Anda misalnya, datang dengan kebutuhan untuk secangkir Espresso yang bisa diracik dengan menjadikan “hanya kopi” sebagai tiga bahan utama yang ada. Anda juga akan menemukan beberapa minuman khas Indonesia muncul di Coffee Talk, termasuk STMJ – Susu Telur Madu Jahe yang ternama.

Tantangan ekstra muncul ketika sang pelanggan mulai meminta minuman yang tidak bisa lagi dihitung “dasar”, melainkan racikan spesifik yang menuntut tidak hanya pemilihan tiga bahan dasar yang tepat saja tetapi juga penempatan yang akurat. Sebagai contoh? Mereka mungkin meminta sebuah minuman kopi bernama “Galahad” yang diracik dari Teh – Susu – Jahe dalam urutan spesifik ini. Namun jika Anda lalai dan justru memasukkan bahan Teh – Jahe – Susu, hasilnya akan berubah dan berbeda. Untungnya? Coffee Talk memungkinkan Anda untuk sedikit bereksperimen dengan memberikan kesempatan 5 kali salah (dimana Anda bisa membuang minuman yang Anda racik) untuk setiap chapter cerita jika ternyata nama minuman yang keluar tidak sesuai dengan apa yang diminta oleh pelanggan.

Ekstra tantangan ini juga mengemuka mengingat fakta bahwa hampir semua “resep” racik minuman spesial ini tidak akan Anda dapatkan begitu saja. Anda harus bereksperimen sendiri dengan nalar atau bahkan dengan mencari minuman nyata tersebut di Google untuk mendapatkan gambaran kira-kira kombinasi bahan seperti apa yang perlu Anda masukkan. Cara lain? Dengan memerhatikan secara saksama keterangan minuman-minuman istimewa yang muncul di Loading Screen, seperti yang kami bahas sebelumnya. Dengan detail visual yang pantas dipuji, Anda bisa memerhatikan kira-kira bahan seperti apa yang muncul di minuman tersebut, base apa yang ia gunakan, untuk mendapatkan sedikit ide kira-kira bahan seperti apa yang perlu Anda persiapkan ketika minuman yang sama dipinta. Detail seperti ini membuat kami berujung semakin jatuh hati dengan Coffee Talk.

Coffee Talk jagatplay 56
Terkadang minuman istimewa ini harus diracik hanya berdasarkan clue visual saja, tanpa keterangan sama sekali.
Coffee Talk jagatplay 17
Salurkan kreativitas Anda dengan Latte Art! Seperti yang kami lakukan dengan gambar roket terbaik kami. Wait………

Jika Anda punya sisi kreatif untuk disalurkan, Coffee Talk juga akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk meracik Latte Art Anda sendiri untuk setiap minuman yang memang menjadikan minuman sebagai basis. Kerennya? Physics cairan bekerja pada saat Anda menghiasinya, dimana pergerakan yang Anda tuang di atas Latte ini memang tidak terprediksi dan tidak mudah dikuasai jika Anda memang tidak terlalu menggemari kultur kopi itu sendiri. Selain menuangkannya dalam beragam bentuk, Anda juga bisa menghasilkan detail dengan teknik menggores, memutar cangkir untuk gambar yang lebih sulit, dan tentu saja menghapus kesemuanya dan memulainya dari awal jika Anda tidak cukup puas dengannya.

Coffee Talk juga menyediakan sebuah “smartphone” bagi si Barista untuk menangkap lore dunia yang dalam. Selain headline koran yang dibagikan di awal chapter untuk memberikan Anda sedikit pengetahuan terkait apa yang sebenarnya terjadi di luar kafe saat itu juga, Anda juga dibekali dengan smartphone untuk beberapa detail ekstra lain. Di dalam smartphone, Anda bisa memeriksa Brewpad – semacam catatan resep minuman yang sempat Anda racik jika Anda berakhir melupakannya. Ada juga aplikasi sosial media bernama Tomodachii dimana Anda bisa memeriksa lebih detail soal karakter pendukung yang ada, dengan profile yang biasanya menjelaskan mereka dengan lebih mendalam. Anda juga akan bertemu dengan aplikasi pemutar musik untuk menggonta-ganti musik lo-fi asyiknya, serta aplikasi koran digital untuk membaca cerita-cerita pendukung yang ditulis oleh pelanggan setia Anda – Freya.

Coffee Talk jagatplay 26
Gunakan smartphone Anda, cek profile Tomodachi untuk memahami pelanggan Anda lebih dalam, yang juga didukung artwork keren.
Coffee Talk jagatplay 28
Kesalahan racik kopi sayangnya tidak akan menimbulkan konsekuensi negatif yang fatal.

Banyak dari Anda yang tentu saja bertanya-tanya, apakah ada kesempatan untuk mengubah garis cerita dengan misalnya, dengan sengaja meracik minuman yang salah untuk setiap pelanggan yang ada? Sejauh dari proses kami menjajalnya, tidak. Minuman yang salah memang akan memicu reaksi berbeda, seperti keluhan karakter saat menerimanya dan bagaimana mereka menolak untuk menyentuhnya sama sekali. Sementara di sisi lain, ketika ia tepat, Anda akan bisa melihat aksi mereka menikmati minuman tersebut beserta ekstra dialog singkat. Namun apapun yang Anda lakukan, garis cerita linear yang diusung oleh Coffee Talk tetap akan berlanjut dalam kapasitas yang seharusnya. Memang akan ada titik dimana jenis minuman yang Anda racik bisa berujung membantu atau memperburuk kondisi karakter pendukung, namun itu akan terjadi hampir di akhir cerita.

Dengan kombinasi peran Anda sebagai pengamat dan barista ini, Coffee Talk tampil layaknya sebuah game visual novel dimana titik berat daya tarik memang mengarah pada cerita yang diusung, yang akan disajikan dalam baris teks ke baris teks yang lain. Pendekatan seperti ini memang tidak akan cocok dengan semua gamer, apalagi yang menginginkan cita rasa aksi lebih kental. Namun untuk Anda yang datang dengan cerita dengan karakter menarik, Coffee Talk siap memuaskan rasa dahaga tersebut.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…

PlayStation

September 1, 2022 - 0

Wawancara dengan Shaun Escayg dan Matthew Gallant (The Last of Us Part I)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Shuan Escayg dan Matthew Gallant terkait…
August 31, 2022 - 0

Review The Last of Us Part I: Lebih Indah, Lebih Emosional!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Last of Us Part…
August 26, 2022 - 0

Review Soul Hackers 2: Kumpul Iblis, Selamatkan Dunia!

Bagaimana dengan pengalaman yang ditawarkan oleh Soul Hackers 2 ini?…
August 25, 2022 - 0

Review Playstation Plus Tier Baru: Ambil EXTRA, Abaikan DELUXE!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Playstation Plus Tier Baru ini?…

Nintendo

September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…