Review Granblue Fantasy Versus: Percaya Pada Kemenangan!

Reading time:
February 13, 2020

“Pesta” untuk Mata

Pada Arc System Works, kita percaya!

Selalu ada istimewa dengan cara Arc System Works menangani game fighting yang mereka racik, terutama dari sisi visual. Mereka bisa dibilang sebagai “raja”-nya game fighting dua dimensi dengan pendekatan anime yang kental, namun di sisi yang lain, menghadirkan semua efek visual memesona yang selama ini kental dengan dunia tiga dimensi. Maka seperti apa yang berhasil mereka eksekusi dengan Dragon Ball FighterZ bersama Bandai Namco di masa lalu, Arc System Works kembali memperlihatkan tajinya di Granblue Fantasy Versus ini. Mereka kembali berhasil mengembangkan sebuah game fighting yang seru, intens, dan kompetitif yang tetap dibalut dengan visualisasi yang siap memanjakan mata Anda.

Mereka berhasil menerjemahkan desain menggoda karakter Granblue Fantasy yang selama ini hanya eksis dalam format dua dimensi menjadi karakter tiga dimensi yang menggoda, terutama dari karakter-karakter wanita yang punya kualitas “waifu” yang solid. Mereka sepertinya memahami apa yang membuat setiap karakter ini mencolok, memastikan bahwa semua daya tarik tersebut dipresentasikan dalam kapasitas yang seharusnya, dan berakhir membuatnya mudah dicintai baik gamer veteran seri original GBF ataupun yang sama sekali tidak familiar. Semuanya juga dibalut dengan animasi serangan yang halus, natural, dan memang sesuai dengan elemen dan senjata yang dibawa oleh masing-masing karakter. Sebuah interpretasi yang memang terasa layak untuk Granblue Fantasy itu sendiri.

Arc System Works berhasil menerjemahkan desain dua dimensi karakter ini ke dalam format 2.5D dengan kualitas yang sangat memuaskan.
Serangan pemungkas dengan animasi dramatis juga ditawarkan di sini.

Tentu saja, Anda tetap akan disuguhkan dengan beberapa momen dramatis yang membuat sisi pertarungan Granblue Fantasy ini kian tampil bak “pesta” untuk sensor visual Anda. Dengan menggunakan sistem bar power, setiap karakter akan memiliki dua serangan pemungkas yang salah satunya, juga diikui dengan animasi super dramatis yang datang bersama dengan damage besar. Kerennya lagi? Jika Anda mengeksekusinya di akhir match terakhir pertarungan sebagai penutup, ia akan mendapatkan animasi ekstra yang bisa dilihat sebagai “reward” tersendiri. Di sinilah, Anda bisa melihat karakter populer seperti Zeta misalnya, tampil dengan rambut terurai tanpa menggunakan desain rambut twin-tail khasnya yang tentu saja, siap untuk membuat banyak penggemar GBF luluh melunak.

Sistem tata cahaya dinamis yang mempengaruhi shading karakter andalan Arc Syst juga membuat GBF Versus kian memanjakan mata.

Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, kekuatan game fighting Arc System Works memang terletak pada caranya untuk mensimulasikan ragam efek visual yang biasanya melekat di game-game tiga dimensi ke dalam format 2,5D yang ia usung. Salah satunya? Efek tata cahaya yang muncul dari beragam efek serangan yang muncul. Bahwa serangan bola sinar atau api akan bertindak sebagai sumber cahaya yang akan mempengaruhi penerangan dan bayangan dari karakter yang berdiri di dekatnya. Salah satu contoh paling jelas terlihat dari serangan spesial dari Percival yang berakhir dengan putaran api. Ketika serangan ini dieksekusi, Anda bisa melihat jelas bagaimana bagian tubuh depan Percival menyala terang yang kemudian mempengaruhi akurasi letak bayangan juga.

Desain “Granblue Fantasy Versus”
Desain “Original”. Anda sepertinya bisa melihat jelas bagian mana yang memendek.

Sementara di sisi lain, atas nama fan-service, Granblue Fantasy Versus juga menyediakan cukup banyak opsi kustomisasi untuk karakter roster yang ada. Selain mengganti warna dasar yang di beberapa karakter seperti Percival, Metera, dan Katalina benar-benar terasa dan terlihat seperti karakter berbeda dengan komposisi warna menawan, Anda juga bisa menggonta-ganti senjata mereka gunakan untuk ekstra item kosmetik. Ketersediaan varian senjata ini juga terikat pada RPG Mode yang akan kita bicarakan nanti. Satu yang hal yang lebih menarik? Cygames juga menyediakan dua jenis kostum – “GBF Versus” dan “Original” yang hanya akan mempengaruhi kostum Metera dan Zeta saja. Bedanya? Seperti yang bisa diprediksi, tingkat sensualitas yang lebih tinggi untuk kostum versi Original dimana kedua karakter ini hanya akan menggunakan celana dalam yang lebih eksplisit, semntara untuk versi GBF Versus keduanya hadir dengan hotpants yang lebih “sopan”. Jadi untuk Anda yang sempat khawatir untuk soal “sensor” di kedua karakter ini, Anda boleh bernapas sedikit lebih lega.

Presentasi sisi visual ini juga diikuti dengan eksekusi soundtrack yang siap untuk membuat adrenalin Anda terpacu lebih kencang, baik saat bertarung ataupun mencicipi pertarungan Raid Boss sulit di mode RPG. Musik-musik ini mengakar pada OST yang mungkin sempat Anda dengar, kenali, dan nikmati di versi original yang kini dipadupadankan dengan sistem gameplay yang tentu saja lebih interaktif. Terlepas dari betapa tidak familiarnya kami dengan source originalnya, kami tetap bisa mengapresiasi dan bahkan jatuh hati dengan setiap OST ini. Sebuah pencapaian yang pantas diacungi jempol. Sementara untuk VA? Walaupun menyediakan VA Barat, sepertinya tidak ada alasan untuk tidak bertahan dengan VA Jepang-nya yang terasa lebih otentik dan memesona. Orang gila seperti apa yang akan mengabaikan pesona suara seorang Kana Hanazawa yang mengisi suara untuk Zeta? Pilihan VA Jepang tentu saja jadi rekomendasi tertinggi kami.

Dengan Kana Hanazawa sebagai VA Jepang Zeta, tidak ada alasan yang cukup kuat untuk menikmati game ini dengan VA Inggris.

Dengan semua kombinasi sisi presentasi yangi ia usung, sepertinya aman untuk menyebut bahwa dengan Granblue Fantasy Versus, Arc System Works kembali berhasil membuktikan diri mengapa mereka pantas disebut sebagai salah satu developer game fighting terbaik di industri game, bahkan ketika ia dibentuk berdasarkan sebuah franchise yang bersumber dari materi publisher yang lain. Ia mengeksekusinya dengan manis, tepat, dan luar biasa hingga cukup untuk membuat gamer-gamer yang tidak familiar dengan GBF sekalipun siap untuk jatuh hati sejak pandangan pertama.

Fighting Rasa RPG

GBF Versus hadir dengan mekanik fighting yang dikombinasikan dengan sedikit elemen RPG.

Walaupun Arc System Works terhitung mengerjakan banyak game fighting selama eksistensi mereka, dengan beberapa datang dari franchise besar yang tidak mereka kuasai seperti Dragon Ball dari Bandai Namco, developer ini selalu menghadirkan game fighting yang tidak hanya seru tetapi juga mengaplikasikan mekanik khusus yang memang terikat kuat pada identitas franchise tersebut. Sebuah langkah ekstra di luar sisi presentasi yang sudah memesona. Untuk Granblue Fantasy Versus, mereka memastikan bahwa sensasi “RPG” yang ia usung tidak hanya tersedia untuk RPG Mode saja, tetapi juga terikat pada sistem fighting yang ia usung.

Sederhana memang, namun memberikan ekstra identitas yang unik untuk Granblue Fantasy Versus. Sistem RPG tersebut mereka usung bak sistem skill di dalam game RPG, dimana setiap karakter roster yang ia usung kini memiliki 4 buah skill berbeda yang ditandai dengan barisan ikon di bawah bar HP. Setelah dieksekusi, setiap skill ini akan memiliki waktu cooldown tertentu sebelum bisa digunakan kembali. Kerennya lagi? Waktu cooldown ini juga terikat pada sistem serangan lemah-sedang-kuat yang disuntikkan pada tiga tombol berbeda. Jika Anda mengeksekusinya dengan serangan kuat, semakin kuat pula skill tersebut (yang biasanya diikuti ekstra animasi serangan atau bahkan varian serangan berbeda). Namun sebagai konsekuensinya, waktu cooldown-nya juga semakin panjang. Hal sebaliknya berlaku untuk skill yang Anda picu dengan menggunakan serangan tombol lemah.

Setiap karakter punya “Skill” berbasis cooldown, yang berarti membuatnya tidak bisa dieksekusi secara terus-menerus.
Bersahabat untuk gamer pendatang baru, semua skill ini bisa diakses dengan kombinasi tombol sederhana.

Satu hal yang fantastis dari Granblue Fantasy Versus adalah fakta bagaimana game ini tetap bisa dinikmati oleh gamer yang terhitung newbie untuk genre fighting namun tetap memiliki lapisan cukup mendalam untuk diseriusi bagi mereka yang veteran. Memfasilitasi mereka yang newbie, Arc System Works menyuntikkan sistem serangan kombinasi dengan varian yang sederhana. Bahwa untuk mengeksekusi serangan unik masing-masing karakter, selain opsi untuk menggunakan tombol arah setengah lingkaran standar + tombol serangan, Anda juga diberikan opsi untuk mengkombinasikan tombol R1 + Arah + Tombol Serangan untuk mencapai hal yang sama. Kesederhanaan ini membuat gamer yang tidak punya kemampuan mekanikal yang kuat sekalipun, akan bisa tampil optimal sejak pertama kali memegang kontroler. Masih belum cukup? Ia juga mengusung sistem satu tombol untuk serangan kombinasi dengan frame yang cukup lebar untuk diikuti skill lanjutan. Granblue Fantasy Versus juga memastikan ikon Skill di bawah bar HP juga diikuti dengan sedikit logo tombol arah untuk memberikan informasi skill mana saja yang bisa dieksekusi dan mana yang masih berada dalam status cooldown.

Sementara bagi gamer veteran, lapisan strategi yang ia tawarkan masih mendalam. Dari hal sesederhana seperti kesempatan untuk melakukan counter berbasis timing yang terhitung skill beberapa karakter seperti Charlotta dan Katalina, hingga kesempatan melakukan dash / evade untuk menghindari hampir semua jenis serangan, dekat ataupun proyektil, bagi semua karakter. Mereka yang veteran juga bisa merencanakan dan mengeksekusi skill + serangan kuat di timing tepat yang di beberapa karakter juga hadir dengan efek anti-stagger bahkan invulnerability untuk beberapa frame, yang membuatnya tidak hanya efektif untuk menyerang secara agresif tetapi juga menyerang balik di saat yang genting. Memanfaatkan strategi seperti ini akan membantu Anda tampil imbang di banyak pertarungan.

Gamer yang lebih veteran bisa memanfaatkan strategi lebih mendalam.
Setiap karakter memiliki dua jenis serangan pemungkas.

Sisanya? Ia dibumbui dengan mekanik “standar” game fighting saat ini. Dengan bar power yang akan terisi pada saat Anda menyerang ataupun diserang, Anda bisa mengeksekusi serangan pemungkas yang akan dibagi ke dalam dua format berbeda. Format pertama bisa dieksekusi dengan bar 100% tanpa syarat dan siap menghadirkan damage super tinggi, namun tanpa animasi dan dramatisasi sama sekali. Sementara format kedua yang bisa disebut sebagai serangan pemungkas yang sesungguhnya hanya bisa dipicu dengan bar power 100% + bar HP di bawah 30% yang menghasilkan damage besar dan tentu saja animasi yang memanjakan mata. Kerennya lagi? Jika Anda mengeksekusinya sebagai serangan yang mengakhiri pertempuran, Anda akan mendapatkan ekstra scene seperti yang kami bicarakan sebelumnya.

Selayaknya sebuah game fighting, Arc System Works tentu saja menyediakan hampir semua mode yang Anda butuhkan untuk menguji kemampuan Anda. Anda bisa menjajalnya via mode training, arcade yang menawarkan range tingkat kesulitan yang cukup beragam dengan tantangan yang siap untuk membuat Anda berkeringat dingin di setidaknya dua tingkat kesulitan tertinggi, dan tentu saja – Online Match. Untuk mode online yang ia usung, Anda juga akan disuguhkan dengan informasi berapa banyak frame delay yang terjadi jika koneksi dengan lawan Anda tidak seoptimal yang seharusnya. Setidaknya Anda punya gambaran lebih jelas terkait handicap yang harus Anda pikul dari sisi teknis.

Anda juga akan mendapatkan informasi delay frame saat memainkan mode online di kondisi yang tak optimal.
Lowain dan serangan pemungkas mereka yang memanggil Yggdrasil ke pertarungan masih terhitung tidak balance saat review ini ditulis.

Namun sayangnya, Granblue Fantasy Versus juga butuh proses balancing lebih baik mengingat pada saat review ini ditulis, belum ada update yang mengubah status quo saat ini. Salah satu alasan terbesar mengapa impresi ini tercipta adalah sepak terjang salah satu karakter – Lowain yang saat ini bisa disimpulkan terlalu overpowered. Serangan pemungkasnya dimana ia memanggil Yggdrasil sebagai summon yang bisa mengeksekusi serangan-serangan dengan damage besar, tanpa cooldown, dan aktif untuk waktu yang terhitung panjang sebagai ultimate selalu efektif “mengakhiri” banyak pertarungan secara instan, bahkan ketika Anda dalam posisi terdesak sekalipun. Pada saat review ini ditulis, hampir tidak ada alasan untuk tidak menggunakan dan mengeksplotasi Lowain di mode online.

Maka untuk sekali lagi, Arc System Works berhasil membuktikan taji mereka sebagai salah satu developer game fighting terbaik di pasaran. Developer yang tidak hanya menghargai dan memastikan bahwa sisi presentasinya setia dengan dengan apa yang membuat sang sumber materi begitu dicintai, tetapi juga dibumbui dengan mekanik yang punya sisi uniknya sendiri dan bekerja manis sebagai sebuah produk kompetitif. Granblue Fantasy Versus membuktikan dan kembali memperkuat citra tersebut.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…

PlayStation

April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…
March 9, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Housemarque (RETURNAL)!

Housemarque dan rilis konsol terbaru Playstation memang jadi kombinasi tidak…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…