Preview Animal Crossing – New Horizons: Hidup Demi Cicilan!

Reading time:
March 27, 2020
animal crossing new horizons jagatplay part 1 10

Bagi gamer yang tidak terlalu familiar dengan daya tarik franchise yang satu ini, Animal Crossing memang terlihat begitu “hambar”. Sekilas, ia terasa seperti sebuah “klon” Harvest Moon dimana seolah-olah eksistensi karakter Anda akan berkutat pada usaha untuk mengelola pertanian, beternak, dan mengembangkannya. Padahal, Animal Crossing sama sekali bertolak belakang dengan game simulasi pertanian yang saat ini sudah tersedia dalam begitu banyak judul, lengkap dengan twist mereka sendiri. Animal Crossing selalu berkutat pada usaha untuk memimpin dan mengembangkan sebuah kota, menata dan memperbesar rumah, menempuh beragam aktivitas menyenangkan, dan seperti halnya di dunia nyata – berkutat pada masalah utang dan cicilan. Konsep serupa yang ditawarkan di seri terbaru untuk Switch, Animal Crossing: New Horizons.

Kesan Pertama

Hadir dengan visualisasi imut dan karakter-karakter dengan kepribadian dan tingkah laku unik yang berkesempatan menghuni kota yang baru hendak Anda rancang dan bangun, Animal Crossing: New Horizons tetap mendatangkan daya tarik yang sama dengan seri-seri Animal Crossing sebelumnya.

Yang membuatnya berbeda justru datang dari beragam mekanik baru yang kini membuatnya lebih berstruktur dibandingkan seri New Leaf di 3DS. Anda kini berkesempatan untuk melakukan proses crafting dengan begitu banyak alternatif pilihan, baik untuk dekorasi rumah, peralatan eksplorasi, hingga mempersiapkan kediaman penduduk baru yang tertarik untuk datang ke pulau yang baru hendak Anda bangun ini. Sistem lain seperti “Nook Miles” kini hadir sebagai resource baru yang memberikan ekstra motivasi bagi Anda untuk aktif tiap hari, menyelesaikan beberapa tugas kecil sebisa mungkin, dan tetap merasakan sensasi progress yang seharusnya.

Sistem unik “real-time” yang menjadi nyawa dari seri Animal Crossing selama ini, tentu saja dipertahankan. Untuk Anda yang tidak terlalu familiar dengan franchise ini, salah satu daya tarik dari setiap seri Animal Crossing adalah sistem waktu dimana ia tersinkronisasi dengan waktu di dunia nyata. Ini berarti, jika Anda memainkan game ini jam 6 pagi, game-nya juga akan dimulai di jam 6 pagi. Jika sebuah toko tutup di jam 10 malam, maka Anda harus melakukan aktivitas jual-beli yang Anda inginkan sebelum jam 10 malam di dunia nyata. Eksistensi setiap seri Animal Crossing akan secara otomatis melebur bersama dengan jadwal Anda di dunia nyata, baik jadwal kerja, bersantai, hingga jam tidur sekalipun. Kerennya lagi? Event-event di dalam game, dari jenis flora dan fauna yang bisa Anda pancing, tangkap, dan petik juga bergantung pada jenis musim yang tengah berlangsung di dunia nyata, yang juga dipengaruhi apakah Anda tinggal di belahan bumi utara ataupun selatan.

Ini membuat game ini tidak mengusung progress yang bisa Anda “dorong” untuk cepat begitu saja. Jika proses pembangunan rumah baru Anda dikonfirmasikan akan selesai esok hari, maka Anda baru akan bisa menikmatinya esok hari. Sisa waktu hingga proses tersebut terjadi dialihkan pada kebebasan Anda untuk memutuskan, apakah Anda ingin mengumpulkan resource untuk crafting, menjual lebih banyak item untuk ekstra uang, mengunjungi pulau orang lain untuk bersenang-senang, terbang ke pulau misterius yang mungkin berisikan resource yang belum pernah Anda temukan sebelumnya, atau sekedar mendekorasi rumah Anda seciamik mungkin. Tantangan utama Animal Crossing? Utang. Tidak murah untuk membangun rumah lebih besar, yang seperti di dunia nyata, biasanya diwujudkan dalam bentuk pinjaman dari Nook. Menjadi tanggung jawab Anda untuk melunasi setiap iterasinya, baik secara langsung atau lewat sistem cicilan. Anda harus bekerja keras bagai kuda untuk itu.

Mengingat sistem progress yang juga mengikuti waktu di dunia nyata dan kami baru saja memainkan game ini beberapa hari yang lalu, tentu tidak banyak progress yang bisa kami pamerkan di sini. Kami bahkan masih belum bertemu dengan Isabelle, belum pernah bertemu dengan penjual lobak yang berfungsi layaknya pasar saham, belum memiliki rumah yang solid untuk semua penduduk, hingga membangun sebuah museum besar untuk mencatat fauna yang mengisi ekosistem darat dan air di dalam pulau yang sama. Animal Crossing: New Horizons adalah game yang butuh kesabaran tersendiri untuk dicicipi dan dinikmati, apalagi untuk diwujudkan dalam sebuah proses review. Jika review terjadi dalam satu atau dua minggu ke depan, kami yakin kami akan mampu memamerkan lebih banyak hal sekaligus membicarakan lebih banyak fitur yang belum kami buka hingga saat ini – seperti terraforming.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran lebih jelas soal apa yang ditawarkan oleh Animal Crossing: New Horizons ini. Ingat, terjun masuk berarti membiarkan game ini masuk ke dalam jadwal dan rutinitas hidup Anda. Satu yang pasti, Anda akan lega Anda membiarkan hal itu terjadi di luar beberapa pelajaran dan pekerjaan yang mungkin terbengkalai. Saatnya membayar cicilan!

animal crossing new horizons jagatplay part 1 132 animal crossing new horizons jagatplay part 1 1 animal crossing new horizons jagatplay part 1 3 animal crossing new horizons jagatplay part 1 38 animal crossing new horizons jagatplay part 1 45 animal crossing new horizons jagatplay part 1 67 animal crossing new horizons jagatplay part 1 83 animal crossing new horizons jagatplay part 1 84 animal crossing new horizons jagatplay part 1 86 animal crossing new horizons jagatplay part 1 91 animal crossing new horizons jagatplay part 1 130 animal crossing new horizons jagatplay part 1 135
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

July 28, 2021 - 0

Review Scarlet Nexus: Gila Bercampur Seru!

Selama bukan sesuatu yang mereka adaptasikan dari anime populer misalnya,…
June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…