Nintendo Tak Kuat Penuhi Lonjakan Permintaan Switch di Jepang

Anda yang mengikuti perkembangan harga konsol di Indonesia sepertinya tidak akan asing lagi dengan fenomena harga Nintendo Switch yang tengah menggila. Di tengah wabah COVID-19 yang masih terjadi, konsol hybrid milik Nintendo tersebut mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan, entah karena permintaan tinggi atau popularitas Animal Crossing: New Horizons yang jadi fenomena tersendiri. Satu yang pasti, tingginya permintaan ini ternyata bukan sekedar fenomena yang terjadi di Indonesia. Di pasar lokalnya sendiri – Jepang, Nintendo bahkan secara terbuka mengungkapkan ketidakmampuan mereka untuk memenuhi permintaan pasar yang ikut meninggi tersebut.
Menyadur informasi dari situs bisnis – Nikkei, Nintendo kabarnya berujung menunda distribusi Switch mereka di Jepang untuk minggu ini dengan barang baru ditujukan untuk mereka yang sudah melakukan pemesanan terlebih dahulu saja. Penundaan distribusi ini hanya terjadi di Jepang saja, namun tidak akan mempengaruhi pasar Eropa dan Amerika Serikat dimana stock tersedia. Terlepas dari fakta bahwa pabrik Switch di China dan Vietnam sudah mulai sedikit pulih, ia tetap tidak mampu memasok cukup jumlah Switch untuk memenuhi permintaan gamer Jepang yang terus meroket. Bermasalahnya jalur distribusi karena karantina juga mempengaruhi keputusan ini.
[お知らせ]Nintendo Switch本体(「あつまれ どうぶつの森 本体セット」含む)ならびにNintendo Switch Lite本体は、ご予約分を除き今週の出荷はございません。来週以降の出荷予定については改めてお知らせいたします。
— 任天堂株式会社 (@Nintendo) April 7, 2020
Nintendo Jepang sendiri belum angkat bicara kira-kira kapan distribusi akan kembali dilanjutkan di masa depan. Satu yang pasti, situasi ini berhasil membuat harga Nintendo Switch meningkat hingga dua kali lipat dari harga yang direkomendasikan oleh Nintendo sendiri. Bagaimana dengan Anda? Berapa banyak dari Anda yang tertarik Switch setelah karantina yang terjadi?
Source: Nikkei










