Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Reading time:
June 5, 2020

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game. Keputusan Nintendo untuk tidak sekedar mengejar kemampuan mentah dan lebih menonjolkan kontroler berbasis gerak sebagai daya tarik utama ternyata berujung kesuksesan besar. Yang menarik? Terlepas dari konsep seperti ini, ia tidak berujung menjadi konsol yang hanya menawarkan game-game sederhana yang didesain untuk memanfaatkan fungsi ini secara optimal. Nintendo Wii masih kedatangan banyak game keren dan serius yang berujung tumbuh menjadi legenda tersendiri. Salah satunya datang dari proyek ambisius dari Monolith Soft – Xenoblade Chronicles yang berujung dipuja-puji. Nintendo juga sempat merilis ulang game ini untuk Nintendo 3DS sebelum akhirnya melepas versi terbaiknya di Nintendo Switch via Xenoblade Chronicles: Definitive Edition yang akhirnya tersedia!

Kesan Pertama

Seperti nama yang ia usung, Xenoblade Chronicles: Definitive Edition merupakan sebuah proyek Remaster dengan beberapa perombakan visual yang terhitung cukup signifikan. Salah satunya adalah perubahan model karakter yang dibandingkan dengan seri originalnya, kini mengusung cita rasa anime yang lebih kental. Pendekatan seperti ini terhitung rasional mengingat konsep serupa juga sempat diusung Monolith Soft untuk seri Chronicles X dan Chronicles 2. Ia tentu saja menambahkan tekstur dengan definisi lebih tinggi di begitu banyak hal, lengkap dengan sistem tata cahaya dan bayangan yang mewakili cita rasa gaming yang lebih modern. Namun pada akhirnya harus diakui, bahkan Switch sekalipun tetap tidak bisa menawarkan transformasi yang sebegitu signifikannya untuk seri yang satu ini.

Semuanya lebih kentara ketika Anda memutuskan untuk memainkan Xenoblade Chronicles: Defintiive Edition ini di televisi layar lebar Anda, apalagi yang memiliki resolusi tinggi seperti 4K. Jelas bahwa game ini berjalan di resolusi rendah, bahkan dalam mode docked, yang membuat kualitas visualisasi terasa begitu kabur dengan efek jaggies yang juga terasa kentara. Anda juga bisa memerhatikan bahwa resolusi yang sudah rendah ini masih bisa berujung turun ketika dihadapkan pada situasi pertempuran ramai atau eksplorasi di tengah landscape yang terhitung luas. Ini terkadang membuat cita rasa lawas Xenoblade Chronicles: Definitive Edition masih menyeruak kuat, terlepas dari perubahan di sana-sini.

Untungnya, resolusi rendah ini sama sekali tidak berpengaruh pada fakta bahwa ia masih menjadi salah satu game JRPG super memesona dengan kekuatan cerita dan mekanik gameplay super seru. Sebagai gamer yang tidak pernah mencicipi versi original dan 3DS-nya dan menjadikan versi Switch ini sebagai portal pembuka kami untuk menyelami cerita Xenoblade Chronicles, ia sejauh ini berujung menjadi investasi yang sepadan. Kami berujung menikmati sistem battlenya yang cepat, tetap menantang, dan menuntut komposisi tim yang solid untuk bisa sekadar bertahan hidup. Dunia yang luas dan indah menyempurnakan sisi cerita yang disajikan penuh misteri dan secara konsisten mengundang rasa penasaran. Kami mulai memahami mengapa seri pertama Xenoblade Chronicles ini tumbuh menjadi legenda tersendiri.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, apalagi mengingat Definitive Edition ini juga menghadirkan episode Epilogue berdurasi puluhan jam yang direkomendasikan untuk dinikmati setelah menyelesaikan cerita utama, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran soal apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles: Definitive Edition. Dengan opsi item kosmetik yang ia usung, kami juga sulit untuk menahan diri untuk menjadikan party anak muda yang seharusnya menyelamatkan dunia ini, terlihat seperti grup tim renang yang kini berpetualang terlalu jauh dari sumber air.

RAW Screenshot

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…

PlayStation

April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…
March 9, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Housemarque (RETURNAL)!

Housemarque dan rilis konsol terbaru Playstation memang jadi kombinasi tidak…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…