Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Reading time:
June 29, 2020
Xenoblade Chronicles DE jagatplay part 1 3 1

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses yang efektif di pasar konsol daripada sekedar mengejar visualisasi realistis ataupun game dengan tema super serius seperti yang dilakukan oleh sang kompetitor utama – Playstation 3 dan Xbox 360. Bahwa pada akhirnya, konsol Nintendo yang berfokus pada fungsi kendali sensor gerak ini ternyata tampil sukses secara komersial bukan karena performa, tetapi game-game unik yang ia usung. Ada kesan memang bahwa game-game ini kebanyakan punya cita rasa “anak-anak” dan sekadar diracing untuk fun saja. Padahal jika menilik library game-game yang sempat tersedia di era Wii, tidak sedikit game dengan skala masif yang pantas untuk dirayakan dan dibicarakan. Salah satunya datang dari developer Jepang – Monolith Soft dengan Xenoblade Chronicles mereka. Seri yang akhirnya menemukan jalannya ke era modern gaming saat ini.

Anda yang sudah membaca artikel preview kami terkait Xenoblade Chronicles: Definitive Edition sepertinya sudah mendapatkan cukup banyak gambaran terkait apa yang ditawarkan oleh game teranyar ini. Peningkatan visualisasi signifikan memang akan bisa dirasakan dari detik pertama, diikuti dengan perubahan gaya bercita rasa anime yang mungkin tidak akan terasa “cocok” untuk beberapa jenis gamer. Ada perubahan QOL untuk mempermudah perjalanan gamer yang baru dengan ekstra cerita epilogue untuk dikejar, yang sayangnya cukup dicederai dengan resolusi rendah yang di beberapa kondisi, terutama saat Anda mencicipinya di televisi 4K, akan terasa sangat kentara. Walaupun demikian, Xenoblade Chronicles: Definitive Edition tetap berhasil memberikan alasan kuat mengapa ia, adalah salah satu game JRPG terbaik yang pernah dilepas di pasaran.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles: Definitive Edition (XC: DE) ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menjadikan nasib dunia berada di ujung pedang? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Xenoblade Chronicles DE jagatplay part 1 2 1
Dua raksasa – Bionis dan Mechonis yang berperang untuk waktu lama, terhenti secara misterius, dan membuat hidup bermunculan di beberapa bagian tubuh mereka.

Mengambil cerita yang sama dengan versi original, Xenoblade Chronicles mengambil kisah pertarungan antara dua raksasa masif – Bionis dan Mechonis yang saling bertarung untuk waktu yang sangat lama, di tengah sebuah planet yang hanya berisikan lautan luas. Suatu ketika, setelah melewati pertarungan panjang, kedua raksasa ini tiba-tiba berhenti dan terdiam. Kondisi ini kemudian diikuti dengan kelahiran makhluk hidup di bagian-bagian tubuh mereka, yang masing-masing, tampil berbeda.

Bionis dipenuh dengan makhluk organik, sementara Mechonis dipenuh dengan makhluk-makhluk berbasis mesin. Walaupun sang raksasa yang bertarung tidak lagi aktif, bukan berarti kehidupan para makhluk yang mendiaminya bisa berakhir damai begitu saja. Untuk alasan yang misterius, para penghuni Mechonis terus berupaya untuk menyerang penghuni Bionis, terutama ras bernama Homs yang tinggal di bagian bawah Bionis. Untungnya, para Homs ternyata memiliki sebuah senjata mutakhir untuk menundukkan para Mechonis ini. Ia adalah sebuah pedang sakti nan misterius yang sudah mereka miliki lama bernama Monado. Monado menjadi kunci.

Xenoblade Chronicles DE jagatplay part 1 32 1
Ras yang mendiami masing-masing Titan berujung saling berperang. Ras Mechon dari Mechonis terus berupaya menghabisi makhluk organik, termasuk para Homs, yang tinggal di Bionis.
Xenoblade Chronicles DE jagatplay part 1 72 1
Beralih dari tangan Dunban, Shulk kini menjadi pemilik pedang yang diyakini mampu menghancurkan Mechon – Monado.

 

Setelah berhasil memenangkan sebuah pertempuran besar dan menikmati sebuah masa tenang, para Homs tidak pernah menyangka bahwa Mechonis akan kembali menginvasi. Parahnya lagi, sebuah varian baru – sebuah robot yang kini memiliki wajah dan mampu berbicara memperlihatkan kekuatan yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan pahlawan pengguna Monado – Dunban kini berada dalam posisi cedera, seorang anak muda bernama – Shulk yang sudah lama menginvestigasi pedang ini tiba-tiba berhadapan dengan situasi genting yang mau tidak mau membuatnya harus mengemban tanggung jawab tersebut. Monado bereaksi positif, Shulk berhasil melawan balik Mechonis, namun sayangnya, harus berujung kehilangan orang yang ia sayangi.

Dipenuhi dengan duka dan rasa amarah, Shulk hendak mengejar balas dendam. Bermodalkan Monado dan sahabatnya di samping, ia ingin menghancurkan pasukan dengan wajah Mechonis yang sudah merenggut orang yang ia sayangi sembari mencari jawaban lebih pasti soal apa yang mendasari perang yang tidak berkesudahan ini. Bersama dengan perjalanan yang ia lewati, Shulk mulai memahami banyak hal terkait kehidupan dua raksasa yang kini terdiam tersebut.

xenoblade chronicles definitive edition jagatplay part 2 17
Berujung kehilangan orang yang ia kasihi, Shulk kini berjuang untuk membalas dendam.

Lantas, mampukah Shulk membalas dendam? Mampukah ia menghancurkan Mechonis? Apa pula itu Monado dan mengapa ia begitu menakutkan? Tantangan seperti apa yang menantinya? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan XC: DE ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…