Preview Watch Dogs Legion: Siap Menjadi Siapa Saja!

Reading time:
October 28, 2020
Watch Dogs Legion jagatplay part 1 8

Sebuah konsep yang ambisius mungkin reaksi yang muncul di benak banyak gamer ketika Ubisoft memperkenalkan Watch Dogs Legion pertama kali kepada publik. Tidak lagi seperti dua seri sebelumnya yang menghadirkan karakter utama dan kemudian membangun cerita utama dari aksi mereka, Watch Dogs Legion hendak menjadikan tidak hanya kota London sebagai “taman bermain” saja, tetapi juga semua penduduk yang menghuninya. Anda diberikan kesempatan untuk merekrut karakter NPC manapun yang Anda inginkan, menjadikannya “bintang”, sembari melihat bagaimana fitur yang ditawarkan Ubisoft akan memfasilitasi pilihan tersebut, menjadikannya unik, dan kemudian membuat beberapa elemen penceritaan beradaptasi dengannya. Di atas kertas, pendekatan ini sepertinya rawan masalah. Eksekusinya? Berakhir fantastis!

Kesan Pertama

Secara garis besar, pengalaman Watch Dogs Legion sebenarnya tidak banyak berbeda dengan setidaknya – Watch Dogs 2. Anda masih bertemu dengan sebuah game open-world yang memberikan kebebasan eksplorasi cukup mutlak, mengisinya dengan misi sampingan dan utama, dan beberapa aktivitas lain yang siap memberikan reward yang mempengaruhi gameplay ataupun sekadar kosmetik. Yang membuatnya berbeda adalah kota London yang didesain jauh lebih futuristik. Bagi karakter dengan kemampuan hacking seperti Anda, ini berarti lebih banyak elemen yang bisa Anda kendalikan. Kita berbicara dari drone beragam jenis dan fungsi, kendaraan, hingga kamera untuk membuka ragam alternatif cara untuk menyelesaikan misi tertentu. Namun yang paling menarik tentu saja sistem rekrut karakter yang ada.

Bukan berarti Watch Dogs Legion tidak punya “karakter utama”. Terlepas dari fakta bahwa Anda bisa merekrut karakter NPC manapun yang Anda temui di semua sudut kota London, cerita utama tetap akan bergerak di bawah variable konstan yang tidak akan berubah dan jadi pusat cerita. Ia akan “berpegang” pada karakter AI milik DedSec bernama Bagley yang akan memberikan instruksi yang sama untuk semua karakter manapun yang Anda gunakan untuk mendorong progress cerita.  Kehadiran karakter sampingan lain juga akan tampil sebagai elemen yang “stabil”, memberikan misi yang sama dan respon yang serupa saat percakapan ketika bertemu dengan karakter yang Anda gunakan. Terlepas dari inovasi yang ia dorong, struktur cerita tetap mengakar pada pendekatan yang konvensional.

Aksi merekrut karakter NPC ini juga pelan tapi pasti, seiring dengan waktu berjalan, akan pelan tapi pasti – terasa “usang”. Anda akan menemukan bahwa hanya akan ada beberapa jenis karakter yang terasa istimewa dan pantas untuk direkrut, dengan sebagian besar sisanya akan berbagi trait yang sama. Keistimewaan ini muncul karena Anda akan menyadari bahwa struktur dan jenis misi yang didorong memang akan lebih mudah diselesaikan jika Anda menggunakan jenis karakter tertentu.

Yang mengagumkan justru datang dari dinamika antar karakter yang seolah tidak pernah jadi highlight diskusi Ubisoft terkait game ini. Ada sejenis sistem ala “Nemesis System” dari Shadow of War di game ini. Anda akan menemukan beberapa karakter yang punya interaksi lebih intim, yang informasinya bisa Anda akses. Anda bisa bertemu dengan keluarga dari karakter yang sudah Anda rekrut atau bahkan musuh yang sempat menaruh dendam untuk mereka. Hingga di satu titik, musuh yang sempat kami biarkan “hidup” karena aksi non-lethal yang kami pilih tersebut, berujung menculik salah satu karakter rekrutan kami yang memang sempat mengahajarnya, dan karenanya secara otomatis – menghasilkan misi baru yang berfokus pada aksi menyelamatkan si karakter tersebut. Ketika hal ini terjadi, kami takjub.

Namun di sisi lain, teknologi dan fitur baru ini juga menghasilkan konsekuensi negatif. Karena karakter tampil acak dan ditentukan oleh siapa yang Anda pilih, yang kerennya juga akan diawali dengan misi rekrut yang diracik otomatis, Anda tidak akan menemukan sebuah kisah yang menggugah di sini. Cerita tidak akan berfokus pada kejadian-kejadian personal yang mungkin akan memicu emosi tersendiri seperti yang terjadi Watch Dogs 1 atau 2 yang notabene memiliki karakter utama. Sebagian misi jatuh pada trope game “superhero” dimana Anda melawan beberapa pihak jahat, berusaha melakukan segala secara untuk menghentikan mereka, dan menegakkan panji kebenaran. Pada akhirnya, karakter-karakter yang Anda rekrut ini berujung terasa bak avatar digital alih-alih karakter yang pantas menerima investasi emosi Anda.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, mengingat kami belum menyelesaikan sisi cerita utama dan menyelami sistem rekrut dan ekstra sistem nemesis di atasnya lebih dalam, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven untuk Watch Dogs Legion ini. Apalagi juga belum memastikan apakah kami ingin melewati dan menjajal mode Permadeath yang juga tersedia di game ini. Sudah siap menjadi siapa saja?

RAW Screenshot

4K dengan Playstation 4 PRO

Watch Dogs Legion jagatplay part 1 26 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 35 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 46 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 54 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 61 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 63 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 76 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 90 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 100 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 107 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 111 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 120 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 130 Watch Dogs Legion jagatplay part 1 158
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…