Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Reading time:
November 17, 2020

Baris Nada

Fakta bahwa ia juga dirilis untuk Switch tentu mau tidak mau, mempengaruhi beberapa aspek presentasi game ini.

Unik adalah kata yang tepat untuk menjelaskan posisi Kingdom Hearts: Melody of Memory ini, terutama jika kita bicara soal platform rilis yang diusung. Game yang satu ini tersedia untuk Nintendo Switch, sementara seri sebelumnya yang lebih “penting” – Kingdom Hearts 3 dan DLC Re-Mind tidak tersedia untuk konsol milik Nintendo tersebut. Square Enix sendiri tidak berbicara banyak soal alasan mengapa Kingdom Hearts 3 tidak kunjung dirilis untuk Switch, walaupun ditengarai, terjadi karena limitasi performa-nya. Lantas, bagaimana cara Square Enix menangani Kingdom Hearts: Melody of Memory ini?

Sekilas, visualnya mengingatkan Anda lebih ke model seri Remaster-nya.
Semua konten lagu dari Kingdom Hearts 3, disajikan dalam bentuk MV dengan nota nada yang seharusnya, alih-alih menggunakan model karakter musuh.

 

Pertama dan yang terlihat jelas, mereka tidak menghadirkan kualitas visual dengan basis engine yang sama dengan Kingdom Hearts 3. Sejak pandangan pertama, Anda sepertinya bisa memahami bahwa visual game ini, setidaknya dari model karakter yang bisa Anda gunakan, lebih mirip dengan model seri lawas yang mendapatkan proses Remaster. Square Enix memang dipastikan menggunakan engine Unity untuk seri yang satu ini. Kedua? Tidak seperti stage dari seri tua yang datang dengan presentasi dunia dan musuh yang diracik sedekat mungkin dengan seri originalnya, hampir semua konten musik dan stage dari Kingdom Hearts 3 disajikan dalam bentuk video. Ini membuat konsol seperti Nintendo Switch akan bisa tetap menikmati game ini secara optimal.

Dari sisi presentasi visual, Kingdom Hearts: Melody of Memory memang tidak bisa dibilang istimewa. Ia mengambil pendekatan ala banyak game ritmis kebanyakan, dimana sebuah baris nada akan muncul di tengah layar dan berperan sebagai “arena bermain” yang sesungguhnya. Anda akan secara konsisten melihat tiga anggota tim yang Anda pilih (tersedia 4 pilihan tim) yang akan terus berlari ke atas, sembari mengeluarkan ragam animasi serangan sesuai dengan tuntutan tombol yang harus Anda tekan di timing yang tepat. Setidaknya semua sisi visual ini setia dengan sumber materi masing-masing seri. Kita bicara soal varian musuh yang dihadapi, animasi serangan spesial sesuai karakter yang Anda pilih, area latar belakang stage, hingga musik. Untuk beberapa stage istimewa, video yang dipilih juga disesuaikan dengan event penting yang mengitarinya.

Model musuh dan latar belakang baris nada khas game ritmis bergantung dunia yang Anda kunjungi.
Tenang, OST utama dari Utada Hikaru masih ada di sini.

Maka seperti game ritmis yang seharusnya, musik adalah daya tarik utama Kingdom Hearts: Melody of Memory. Untungnya, Square Enix tidak main-main ketika bicara soal aspek yang satu ini. Mereka mempersiapkan tidak kurang dari ratusan lagu lintas seri, dari Kingdom Hearts 1 hingga Kingdom Hearts 3, termasuk Kingdom Hearts: Birth by Sleep dan Dream Drop Distance. Musik-musik ini juga dibagi berdasarkan kategori area, yang presentasinya dieksekusi bak aksi pindah dunia dengan menggunakan Gummi Ship di seri-seri lawas. Bagi Anda yang mencintai lagu ikonik Kingdom Hearts dari Utada Hikaru? Kami bisa memastikan bahwa setidaknya “Simple & Clean” dan “Sanctuary” tersedia di sini. Sayangnya, kami tidak menemukan versi Jepang untuk keduanya.

Maka dari sisi presentasi, Kingdom Hearts: Melody of Memory menjalankan tugas dengan seharusnya. Namun daya tarik utama game seperti ini tentu saja terletak pada ratusan lagu OST-nya yang dibawa ke sini dalam format interaktif. Anda mungkin tidak akan ingat atau mungkin familiar dengan semua lagu yang datang dari beberapa seri ini, namun Anda tidak akan kesulitan untuk tetap menikmatinya.

Nostalgia Telinga

Pendekatan lebih “klasik” untuk sebuah game ritmis, Melody of Memory menggunakan baris nada vertikal.

Maka seperti halnya semua game ritmis yang tersedia di pasaran, gameplay Kingdom Hearts: Melody of Memory juga berkisar soal menekan tombol di timing yang tepat, yang biasanya mengikuti ketukan atau ritme musik yang diusung sebagai pondasi. Game ini mengusung pendekatan game ritmis lawas dimana baris nada hadir vertikal dan dalam posisi yang konstan, alih-alih pendekatan seperti Project Diva milik Hatsune Miku dan banyak game ritmis mobile yang biasanya membuat tombol-tombol berbasis timing ini muncul secara acak di layar. Tentu saja, Melody of Memory datang dengan “twist-nya” sendiri.

Bahwa alih-alih sekedar tombol atau efek partikel untuk memperlihatkan keberhasilan timing Anda, Anda kini disambut dengan 3 karakter ikonik Kingdom Hearts per tim yang akan bereaksi mengikuti gerak tombol Anda. Usaha Square Enix untuk tetap mensimulasikan pengalaman game action Kingdom Hearts berhasil dicapai dengan sistem presentasi seperti ini. Semua “nada” yang harus Anda tekan tepat kini diwakili dengan beragam jenis musuh bergantung dunia yang diusung. Untungnya, ada satu tombol indikator pembantu berbentuk bulat yang akan memberikan petunjuk instan soal timing tekan, yang tentu saja akan dibagi ke dalam beragam bentuk skor. Semakin ketat timing tekan Anda, semakin tinggi pula skor yang didapatkan. Gagal dan meleset? Bar HP Anda akan berkurang dan menghasilkan layar “Game Over” jika berujung habis.

Simulasi sensasi action ini juga tidak datang dari sisi presentasi saja, tetapi juga gameplay. Tidak seperti game ritmis biasa yang membagi timing ini ke dalam beberapa tombol berbeda dengan sifat gerak karakter yang statis, Kingdom Hearts: Melody of Memory mengkombinasikan sensasi aksi di seri original dengan timing baris nada yang kita bicarakan sebelumnya.

“Balok nada” kini diganti dengan visual musuh.
Game ini berhasil mengubah dan mensimulasikan sensasi action khas Kingdom Hearts ke dalam format ritmis seperti ini.

Semua musuh yang berada di darat bisa Anda habisi dengan menekan tombol lingkaran saja selama timingnya tepat, dengan ekstra tombol L1 dan R1 jika ada jenis musuh yang harus “dihabisi” sekaligus. Akan ada “nada” berbentuk kristal yang hanya bisa dieksekusi dengan tombol segitiga, pengarah panah yang akan meminta Anda melompat menggunakan tombol “X” baik untuk sekadar menghindari serangan atau melompat sembari membunuh jenis musuh terbang, dan tentu saja aksi gliding dengan menahan tombol “X” tersebut untuk menelan nada-nada yang berbentuk bak baris panjang berkesinambungan. Format standar untuk sebuah game ritmis kini diterjemahkan dengan rasa Kingdom Hearts yang seharusnya.

Dibagi ke dalam tiga jenis tingkat kesulitan yang akan mempengaruhi jumlah dan padatnya musuh (alias nada) yang harus Anda tundukkan di timing yang tepat, Kingdom Hearts: Melody of Memory punya beberapa trik ekstra untuk tampil lebih menantang. Pertama? Musuh yang bergerak. Bahwa tidak seperti game ritmis lawas dimana sang nada berada di posisi diam dan menunggu untuk ditekan, musuh di game ini senantiasa bergerak, terkadang maju dan mundur, membuat runtut tekan bisa berakhir membingungkan jika Anda tidak mawas. Kedua? Visualisasinya itu sendiri. Jika Anda terlalu sibuk memerhatikan gerak musuh dan memperlakukannya bak game action, alih-alih memerhatikan lingkaran clue timing yang muncul, maka Anda akan berhadapan dengan bencana di sini. Hampir semua hal yang disajikan di sini, di luar petunjuk tekan, adalah distraksi.

Ketiga? Sudut pandang kamera. Mengingat otak Anda akan sulit terbiasa untuk mengabaikan semua stimulus visual yang ada, terkadang perpindahan sudut pandang kamera karakter dari posisi punggung menjadi sedikit menyamping atau benar-benar berubah menjadi horizontal, akan membuat Anda harus membiasakan diri kembali dengan gerak musuh dan timing yang ada. Situasi ini seringkali akan membuat Anda menekan tombol yang seharusnya terlalu cepat atau bahkan, terlambat. Keempat tentu saja distraksi latar belakang yang begitu intens, terutama jika Anda memasuki stage yang disajikan dalam bentuk MV. Gaya bermain memang sedikit berbeda di stage seperti ini, namun tingkat kesulitan akan semakin tinggi karena terkadang tombol sulit terlihat dengan MV penuh warna dan secara konsisten bergerak. Butuh ekstra kemawasan di sini.

Ia juga tetap memuat stage pertarungan boss, yang hadir dengan format baris nada horizontal dan tentu saja, kecepatan dan kepadatan balok yang siap menguji level presisi Anda.
Stage dengan MV sebagai latar belakang ini berfungsi efektif sebagai distraksi visual.

Di mode cerita, Anda akan menemukan lebih banyak elemen seri utama Kingdom Hearts dibawa ke game ritmis ini. Untuk setiap track yang berhasil Anda selesaikan dan point yang Anda kumpulkan, Anda akan mendapatkan beragam material untuk aksi crafting yang bisa dialokasikan untuk membuka ragam collectibles atau meracik item yang bisa digunakan saat permainan. Benar sekali, ada sistem item di sini. Anda bisa memilih 3 item dari daftar yang tersedia sebelum memulai track, yang akan secara otomatis digunakan jika kondisi terpenuhi. Potion misalnya? Akan otomatis dipakai jika bar HP Anda jatuh ke level tertentu.

Setiap track juga akan memuat sejumlah bonus requirements yang bisa Anda kejar untuk mengumpulkan resource bintang beragam warna yang dibutuhkan untuk membuka area level selanjutnya. Ekstra misi ini akan disajikan jelas sebelum track dimulai dan biasanya tidak terlalu sulit untuk ditundukkan. Beberapa di antaranya meminta Anda untuk mengumpulkan skor Excellent dalam jumlah tertentu, yang lain meminta Anda “memakan” nada saat gliding tanpa satupun yang tertinggal, sementara ada pula yang meminta Anda menghabisi musuh-musuh yang butuh “dihabisi” bersamaan. Berita baiknya? Walaupun reward-nya dibutuhkan untuk membuka area selanjutnya, ia tidak akan terasa sebagai beban. Selama Anda rajin menyelesaikan semua track yang tersedia di layar, hampir mustahil rasanya Anda akan berujung tidak mampu membuka area selanjutnya.

Ratusan track terbagi ke dalam begitu banyak dunia, yang meluncur dari seri-seri KH lawas dan KH3.
LET IT GOOOO!! LET IT GOOOOOOOOOOO!!

Maka selanjutnya adalah pertanyaan yang terpenting untuk sebuah game ritmis – apakah memang visualisasi yang didapatkan sesuai dengan musik yang Anda dengar? Berita baiknya, Kingdom Hearts: Melody of Memory ini melakukannya dengan baik. Walaupun ia bisa berakhir menjadi aksi serang, lompat, ataupun akses ability (tombol segitiga), kemunculan setiap interaksi ini akan muncul sesuai dengan ketukan pada musik yang ada. Jika Anda cukup peka dengan sisi musik ini, Anda akan bisa berujung sangat terbantu karena kesempatan untuk mengabaikan ragam distraksi yang muncul di layar. Anda takut menjajal track dan berujung gagal? Setiap track juga akan didukung opsi demo yang akan memberikan Anda preview track dan posisi musuh yang akan muncul untuk membantu Anda mempersiapkan diri.

Untuk game ritmis pertama dari semesta Kingdom Hearts, Square Enix harus diakui melakukan tugas dengan baik dengan Melody of Memory ini. Ratusan track yang ia usung memang tidak akan lantas berujung familiar untuk Anda, namun mereka memastikan bahwa track-track ikonik familiar yang siap membuat telinga Anda bernostalgia tetap akan hadir di sini. Dikombinasikan dengan sisi presentasi, timing, dan gameplay yang ketat dan butuh perhatian ekstra untuk presisi, Anda yang mencintai game ritmis dan sekaligus Kingdom Hearts, akan menikmati setiap detik pengalaman yang ia tawarkan.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…