Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Reading time:
November 13, 2020

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses dan jadi pondasi untuk sebuah franchise yang terus melahirkan sebuah seri baru, apa yang berhasil dicapai oleh Ubisoft dengan seri Watch Dogs memang jadi pemandangan yang menarik. Di “semesta” game open-world yang dikala itu didominasi oleh konsep pertempuran gang atau ragam aksi kriminal, Watch Dogs justru menjadikan konsep teknologi sebagai basis mekanik permainan. Berperan sebagai hacker yang kebetulan punya kemampuan tarung tangan kosong dan senjata api yang sama mumpuninya, ragam keterbatasan yang muncul di seri pertama langsung dibenahi di Watch Dogs 2. Kini inovasi bergerak lebih jauh lewat seri teranyar yang akhirnya tersedia di pasaran – Watch Dogs Legion.

Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah memiliki sedikit gambaran apa yang ditawarkan oleh Watch Dogs Legion ini. Kami tidak ragu untuk mengungkapkan rasa kagum kami untuk sistem rekrut karakter NPC yang ternyata tidak berakhir jadi gimmick. Caranya menangani begitu banyak elemen dengan sistem procedural generation menghasilkan pengalaman game open-world yang secara menakjubkan, tetap terasa koheren, bahkan untuk misi kecil dan sampingan di luar cerita utama yang ada. Yang paling menakjubkan? Tentu saja sistem selayaknya Nemesis System di Shadow of Mordor, dimana karakter-karakter NPC yang sempat bersinggungan ternyata bisa memiliki hubungan mereka sendiri.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Watch Dogs Legion? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang mengusung konsep “bersatu kita teguh,bercerai tetap seru”? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Mengambil London di masa depan sebagai setting, ia akan tetap berfokus pada aksi kelompok hacker – DedSec.

Menjadikan teknologi sebagai tema utama, Anda kini akan berhadapan dengan London di masa depan, yang masih hadir dengan konsep futuristik rasional yang masih mengakar pada kenyataan. Di London, “kebebasan” menjadi sebuah konsep semua yang kini harus diperjuangkan oleh kelompok hacker ternama yang jadi bintang Watch Dogs – DedSec. Semuanya bermula dari sebuah kejadian terror nan  menyeramkan.

Di satu malam, London tiba-tiba diserang. Sosok misterius bernama “Zero Day” berhasil menempatkan beberapa peledak di beragam lokasi penting dalam kondisi aktif. DedSec lewat salah satu agennya – Dalton Wolfe berusaha untuk menetralisir setiap darinya namun menemukan fakta bahwa rencana peledakan jauh lebih besar dari apa yang diprediksi oleh DedSec. London ricuh, banyak tokoh penting tewas, ragam landmark luluh lantak, dan ketidakpastian menyeruak. Di tengah kondisi seperti ini, DedSec dijebak dan kemudian diumumkan sebagai kambing hitam dari aksi terror yang satu ini.

Kasus terror bomb yang menyerang banyak area penting menjadikan DedSec sebagai kambing hitam. Satu pihak misterius bernama “Zero-Day” dipercaya sebagai dalang.
DedSec pun mau tidak mau harus berpencar, apalagi di tengah meningkatnya kekuasaan Albion – perusahaan keamanan yang diberikan wewenang lebih oleh pemerintahan Inggris.

Kondisi ini kemudian mendorong sebuah perusahaan keamanan bernama Albion menempatkan diri sebagai “penyelamat”. Mereka membangun beragam sistem berbasis teknologi untuk menjadikan keseluruhan kota London di bawah pengawasan penuh, tentu saja, dengan dalih untuk menangkap DedSec dan mencegah aksi terror yang sama terjadi di masa depan. DedSec yang sempat kocar-kacir kini berusaha untuk kembali tampil relevan. Dengan bantuan tim inti – Sabine Brandt dan AI super pintar – Bagley yang aktif kembali, DedSec mencari momentum. Misi utama mereka? Melonggarkan kekuasaan Albion sekaligus mengungkap misteri siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk  terror tersebut.

Siapa sebenarnya dalang aksi terror ini? Siapa pula sebenarnya Zero-Day?

Lantas, siapa sebenarnya Zero Day ini? Apakah ia berhubungan dengan naiknya popularitas dan kekuasaan Albion di London? Mampukah DedSec memecahkan misteri ini? Semua jawaban dari pertanyaan ini tentu saja bisa Anda dapatkan dengan memainkan Watch Dogs Legion ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…