Review Destruction AllStars: Butuh Misil dan Bom!

Reading time:
February 11, 2021

Game-game apa yang akan menemani rilis sebuah konsol generasi terbaru? Untuk menarik perhatian sekaligus membuktikan soal peningkatan performa dan fitur yang ia usung, periode ini memang terhitung krusial. Untuk Sony, kekuatan tersebut datang dari rilis dua seri Spider-Man: Miles Morales dan Remastered yang diperkuat dengan ray-tracing di atasnya, bersama dengan Demon’s Souls Remake yang walaupun hanya menggoda untuk pasar yang terhitung niche, tetap mampu memamerkan kemampuan Playstation 5. Yang unik? Mereka juga memperkenalkan dan mendorong sebuah game multiplayer yang berisikan pertarungan antar mobil yang kian jarang – Destruction AllStars.

Strategi untuk menjadikan Destruction AllStars ini sebagai salah satu pondasi untuk membangun hype terkait Playstation 5 ini juga semakin efektif setelah Sony tiba-tiba, mengubah strategi rilisnya dari game seharga USD 70 menjadi game “cuma-cuma” untuk gamer Playstation 5 yang sudah berlangganan Playstation Plus. Dengan informasi yang terhitung minim, bahkan ketika  mendekati rilis yang kian dekat, ada banyak spekulasi yang mengitari soal kira-kira pengalaman bermian seperti apa yang akan kita dapatkan dari Destruction AllStars. Rasa haus untuk sebuah game pertempuran mobil yang mumpuni memang tak lagi tertahankan.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Destruction AllStars ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang butuh misil dan bom? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Apa itu Destruction AllStars?

Menghancurkan mobil lain adalah intisari “turnamen” super populer – Destruction Allstars.

Ada alasan mengapa kami tidak mengisi sesi yang satu ini dengan membicarakan plot, yang notabene jadi standar review JagatPlay selama ini. Alasannya? Karena game ini memang tidak menjadikan cerita sebagai sesuatu yang penting. Yang perlu Anda tahu, di semesta ini, Destruction AllStars merupakan turnamen olahraga super populer yang begitu menggodanya, hingga ia berhasil mengundang para bintang dari seluruh dunia, untuk menguji kemampuan mereka. Anda akan berperan sebagai satu dari 16 bintang tersebut.

Destruction AllStars memang punya porsi single-player, namun seperti yang bisa diprediksi, tak dijadikan sebagai tumpuan daya tarik. Alih-alih sebuah mode cerita misalnya, mode “single-player”ini berakhir jadi mode arcade / skirmish, dimana Anda akan bertarung melawan para AI, alih-alih pemain yang lain. Anda akan bisa menentukan mode mana yang ingin Anda cicipi, di arena mana ia akan diselenggarakan, dan tentu saja tingkat kesulitan AI itu sendiri.

Pengalaman Destruction AllStars yang seharusnya memang terletak pada sisi multiplayer kompetitif yang ia usung, dimana Anda akan saling menabrakkan mobil Anda satu sama lain. Ada dua mode untuk mereka yang lebih senang dengan pengalaman solo: Mayhem dan Gridfall. Mayhem adalah permainan berbasis point dimana keberhasilan Anda menabrak dan menghancurkan mobil player lain akan berkontribusi pada point yang semakin tinggi. Sementara Gridfall tampil bak mode “battle royale”, dimana yang terakhir yang bertahan hidup lah yang akan menang. Semuanya dilakukan di tengah arena yang terus mengecil.

Ada 4 mode yang terbagi ke dalam dua kategori besar: Solo dan Team.
Di Carnado misalnya, Anda bisa ikut berkontribusi dengan membawa point Anda ke tornado yang berputar kencang di tengah arena.

Sementara untuk mereka yang senang dengan pertempuran tim, ada dua jenis mode yang tersedia: Carnado dan Stockpile. Carnado akan meminta Anda untuk “menyetor” point yang sudah Anda kumpulkan  dari aksi tabrak-menabrak ke dalam sebuah tornado yang berputar kencang di tengah arena. Namun sebagai konsekuensinya, mobil yang Anda gunakan akan langsung hancur secara instan. Mode yang lain – Stockpile juga berbagi konsep yang nyaris sempurna. Berdasarkan aksi mereka di arena, keping point berbentuk Gear akan muncul di arena. Gear tersebut kemudian bisa dikumpulkan dan disetor ke dalam satu di antara tiga titik dalam arena, yang akan terus berganti kepemilikan bergantung jumlah gear tim mana yang dominan. Tim yang berhasil menguasai titik terbanyak dari ketiga titik tersebut akan menang.

Level akan memberikan mata uang untuk didistribusikan ke item kosmetik.

Setiap kemenangan akan memberikan Anda – EXP Points yang jika terakumulasi, akan memberikan Anda level. Level ini memang tidak mempengaruhi apapun untuk karakter ataupun akun Anda, namun ia akan memberikan Anda – mata uang yang kemudian bisa dialokasikan untuk membeli beragam item kosmetik yang diusung setiap karakter. Item-item yang sebagian besar hanya berbeda dari sisi warna ini akan jadi salah satu motivasi untuk terus memainkan Destruction AllStars, tentu saja di luar rasa adiksi jika Anda memang berujung bersenang-senang.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…