Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Reading time:
February 25, 2021

Berapa banyak dari Anda yang masih ingat soal kekhawatiran tidak berdasar yang sempat mengemuka saat beberapa foto dev. kit Playstation 5 beredar di  dunia maya? Mereka yang tidak terlalu familiar dengan proses racik dan rilis konsol di kala itu terlihat panik melihat bentuk mesin yang aneh. Dengan bentuk yang menyerupai huruf “V”, kaku, dengan exhaust yang tersebar di bagian atas mesin, ia memang tidak sepadan dengan desain lugas dan futuristik yang sudah dipamerkan Microsoft untuk Xbox Series lebih dulu. Untungnya, Sony tidak “segila” untuk mempertahankan bentuk tersebut. Pengenalan pertamanya tahun lalu langsung memancing hype luar biasa.

Didominasi dengan warna hitam dan putih, dengan sistem plate yang bisa digonta-ganti dengan mudah, kebongsoran ukuran Playstation 5 tidak menghalangi apresiasi pada bentuk desain yang elegan dan futuristik di saat yang sama. Pengenalan tersebut kemudian diikuti dengan proses bongar jeroan yang memperlihatkan beberapa hal menarik, dari mudahnya mencabut plate warna putih miliknya hingga posisi slot untuk ekstra storage yang baru akan bisa diaplikasikan di masa depan. Kini dengan konsol sudah berada di tangan, tidak ada lagi kesempatan yang lebih baik untuk menguji apa yang sebenarnya ditawarkan oleh konsol next-gen ini.

Fokus review ini tentu saja berkisar pada sisi hardware saja, dari konsol Playstation 5 itu sendiri, implementasi SSD yang ia usung, serta kontroler generasi terbarunya yang fantastis – DualSense. Anda yang penasaran soal performa video game, backward compatibility, hingga ragam fitur perangkat lunak yang bisa Anda temukan di Playstation 5 dapat mengunjungi artikel review kami khusus untuk bagian SOFTWARE via tautan berikut ini.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Playstation 5 dari sisi hardware? Mengapa kami menyebutnya sebagai si bongsor yang buas? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

The Console

“Bongsor’ adalah kata yang tepat untuk menjelaskan ukuran Playstation 5.

Satu hal yang tidak akan pernah Anda prediksi dari Playstation 5 adalah ukurannya di dunia nyata. Membukanya untuk pertama kali dari kotak, kami termasuk yang cukup terkejut soal betapa “bongsornya” konsol yang satu ini. Untungnya, lewat rancang desain yang cukup baik, dengan sebuah pondasi yang disertakan dalam paket penjualan, Anda bisa menikmatinya dalam posisi vertikal ataupun horizontal. Namun ukuran 390x260x104mm ini memang mau tidak mau akan memaksa Anda untuk sedikit mempertimbangkan lokasi letak setelah Anda membelinya. Jika Anda punya desain lemari khusus dengan ruang yang terbatas, Anda mungkin akan sedikit menyesuaikan diri.

Pada saat review ini ditulis, sisi keping Playstation 5 memang belum menemukan “potensi” yang sebenarnya. Sony belum mengumumkan atau merencanakan rilis plate khusus, terutama yang bertema game eksklusif yang berdiri di bawah bendera mereka, seperti yang diprediksi oleh gamer. Namun kemudahan untuk melakukan bongkar pasang memang memberikan kesempatan bagi gamer untuk “meracik” keping mereka sendiri. Selalu opsi untuk membangun ulang dengan desain khusus jika Anda ingin mengandalkan 3D Printer. Anda juga bisa memperlakukan keping putih ini sebagai kanvas untuk diserahkan kepada artist favoirt Anda untuk dilukis, misalnya. Namun ingat, apapun yang Anda lakukan, pada saat review ini ditulis, Sony belum menyediakan opsi untuk membeli keping “cadangan” secara terpisah.

Pada saat review ini meluncur, Sony belum terbuka mengeksplorasi ide kosmetik keping putih Playstation 5.
Beragam port di bagian belakang konsol.

Dengan desain yang ia usung, uniknya, Playstation 5 menjadi konsol Playstation pertama yang kami letakkan dalam posisi vertikal. Ada sesuatu yang terasa natural dengan posisi letak seperti ini, terutama mengingat tinggi dan bongsor bentuknya. Posisi vertikal juga akan membuat Anda lebih mudah mengakses beragam port yang ia tawarkan di depan dan di belakang, dari port USB-C dan beberapa port USB-A, sekaligus port HDMI dan ethernet yang ada. Untungnya, selama Anda memosisikannya di area yang lokasinya memang mendukung airflow yang baik, posisi letak vertikal atau horizontal ini seharusnya tidak akan banyak mempengaruhi performa suhu, yang akan kita bahas nanti. Pondasi yang tersedia di paket penjualan juga didesain cukup baik untuk tetap stabil dan karenanya, memperkecil resiko jatuh karena goyangan dan sejenisnya.

Kehadiran port USB-C tentu saja membuat potensi Playstation 5 kini terbuka, terutama mengingat begitu banyak peripheral terbaru kini memang sudah mengusung teknologi ini. Sayangnya, setidaknya dari pengujian kami, Anda sebaiknya jangan berharap bahwa semua peripheral berbasis USB-C akan bisa langsung berjalan di Playstation 5. Kami sempat mencoba menghubungkan headset ROG Theta yang sudah berbasis USB-C langsung ke port USB-C PS5 yang berada di bagian depan konsol. Sayangnya, yang terdeteksi hanyalah bagian mikrofon-nya saja, yang langsung bisa Anda gunakan. Ia tidak berfungsi sebagai headset yang seharusnya. Padahal headset yang sama bisa digunakan di smartphone Android dengan port USB-C tanpa masalah.

Walaupun sudah menggunakan USB-C, tidak semua peripheral lantas bisa digunakan begitu saja. Menghubungkan ROG Theta kami membuat hanya sisi mic saja yang terdeteksi.

Sejak diperkenalkan tahun lalu, Sony memang sudah terbuka mengungkapkan bahwa tidak semua peripheral yang bisa digunakan di Playstation 4 akan langsung bisa otomatis digunakan di Playstation 5. Mereka hanya bisa memastikan bahwa perangkat dengan status “official” saja yang bisa digunakan lintas generasi, sementara perangkat dari pihak ketiga butuh pengujian terpisah. Bisa jadi inilah yang terjadi dengan ROG Theta kami. Untungnya, setidaknya untuk Playstation VR yang notabene jadi salah satu teknologi penting dari generasi sebelumnya, selama Anda sudah mengklaim adapter yang ditawarkan Sony secara cuma-cuma, akan bisa Anda gunakan langsung tanpa masalah.

Tentu saja, tidak lengkap rasanya untuk membahas sebuah konsol baru tanpa melihat beragam elemen yang mempengaruhi atau dihasilkan dari performa yang ia hasilkan. Lantas, seperti apa performa yang diusung oleh Playstation 5 ini?

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…