Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Reading time:
April 6, 2021
nier replicant artwork

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya tarik cerita, musik, dan tema penuh filosofi kuat di dalamnya, ini mungkin yang dialami oleh banyak gamer yang mencicipi seri NieR Automata dari Square Enix beberapa tahun yang lalu. Puja-puji yang mengemuka dan menyebar memang membuat banyak mata kian mawas soal eksistensi franchise yang lahir dari pikiran gila developernya yang eksentrik – Yoko Taro. Kesuksesan ini jelas membuat Square Enix tertarik untuk mengeksplorasi franchise NieR lebih jauh. Namun sebelum kita tenggelam ke dalam seri terbaru, mereka memutuskan untuk kembali ke seri perdana yang menjadi pondasinya – NieR Replicant.

Proses racik ulang yang seringkali disebut sebagai proyek “Remaster Plus” di bawah bendera Toylogic pun diumumkan beberapa waktu yang lalu. Square Enix memutuskan untuk hanya menawarkan proses remaster untuk NieR Replicant saja, yang notabene versi originalnya tidak tersedia untuk pasar barat di era rilis Playstation 3. Beragam penyempurnaan diumumkan, dengan modernisasi visualisasi dan sensasi aksi yang lebih baik diumumkan, di luar kepastian untuk mempertahankan daya tarik cerita yang ada. Game ini pun datang dengan nama unik yang tentu saja sulit untuk diingat – NieR Replicant™ ver.1.22474487139…

Terlepas dari fakta bahwa game ini baru akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan, kami cukup beruntung untuk menjajalnya lebih awal. Memainkan versi Playstation 4 via Playstation 5 kami, pengalaman bermain inilah yang hendak kami ceritakan via artikel preview yang satu ini. Sayangnya, memang ada banyak hal yang belum bisa kami bicarakan, terutama hal-hal yang terikat pada NDA. NDA sama yang membuat kami belum bisa berbagi screenshot langsung dari playthrough kami dan hanya bisa berbagi ragam screenshot yang disediakan oleh Square Enix sendiri.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh  NieR Replicant™ ver.1.22474487139… (yang akan kami sebut hanya NieR Replicant untuk kemudahan)? Mengapa kami menyebutnya sebagai masa lalu yang baru?

Upgrade Visual

nier replicant broll jagatplay 10
Mendefinisikan diri sebagai “remaster plus” adalah keputusan tepat yang diambil oleh NieR Replicant™ ver.1.22474487139… ini.

Seperti halnya sebagian besar proyek remaster game yang tersedia di pasaran saat ini, salah satu fokus utama yang akan diperhatikan oleh gamer tentu saja mengakar pada sesignifikan apa peningkatan visual yang ia tawarkan? Karena seperti yang kita tahu, ada sedikit trauma ketika kita bicara soal game-game “Remaster” yang datang dengan hanya meningkatkan resolusi tekstur saja tanpa menyuntikkan hal baru, yang berujung membuatnya tetap terasa seperti game kuno yang sama sekali tidak menarik dari sisi estetika. Berita baiknya? Bukan perlakuan seperti ini yang akan kita dapatkan dari Toylogic dan Square Enix.

Modernisasi yang ditawarkan oleh NieR Replicant terbaru ini berada dalam level yang membuatnya pantas disandingkan dengan rilis game-game modern. Walaupun tidak serta merta “memperkaya” desain level yang ada dengan tambahan ekstra objek di sana-sini atas nama membangun atmosfer yang lebih baik, namun setidaknya ia mendapatkan suntikkan tekstur baru hingga efek tata cahaya lebih dramatis yang membuatnya terasa lebih memanjakan mata. Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada dunia NieR Replicant original di Playstation 3, yang karena keterbatasan performa di kala itu, terasa diisi dengan dunia tesktur kualitas rendah yang juga dipenuhi dengan warna yang gelap dan kusam. Ada apresiasi ekstra di sini.

nier replicant broll jagatplay 13
Visual kini hadir dengan efek dan tekstur yang memang membuatnya terasa modern. Namun tidak ada perubahan atau penambahan begitu signifikannya hingga ia terasa berbeda dengan versi originalnya.
nier replicant broll jagatplay 17
Desain karakter kini juga berubah. Berita baiknya? Ia tetap mempertahankan karakterisasi dan kepribadian unik yang membuat mereka populer.

Perubahan ini juga diikuti dengan perubahan model karakter, terutama untuk mereka yang punya peran penting dalam cerita. Salah satu yang paling signifikan tentu saja datang dari model karakter untuk Kaine dan karakter utama, yang kini terlihat lebih mulus dan punya cita rasa “anime” yang lebih kental. Untungnya, perubahan model ini tidak diikuti dengan perubahan karakterisasi di dalamnya. Anda akan tetap puas mendengar dan menikmati setiap makian Kaine yang hadir eksplisit dan selalu ia suarakan di hampir setiap situasi, terutama pada saat-saat genting. Beberapa situasi makian ini bahkan cukup untuk membuat Anda tertawa. Sementara untuk karakter companion Anda yang lain – Emil? Suara lembutnya tetap akan membuat jiwa Anda terenyuh dan tenang di saat yang sama.

Sebagai gamer yang tidak pernah mencicipi seri NieR Replicant versi original sebelumnya, terjun masuk lewat NieR Replicant remaster ini memang jadi salah satu keputusan terbaik yang kami ambil. Jatuh cinta lebih dahulu via seri Automata, kami menyambut kabar gembira ketika mendengar bahwa seri lebih lawas ini tidak hanya lahir dari otak kreatif seorang Yoko Taro saja (yang tercermin jelas lewat beratnya tema cerita dan beberapa ide kreatif desain level yang ada), tetapi juga seorang Keiichi Okabe yang juga menangani OST yang ada. Seperti yang bisa dibayangkan, musik-musik dramatis yang siap untuk membuat bulu kuduk Anda merinding akan tetap ditawarkan di sini. Kami menikmati setiap momen dengannya.

Maka dari sisi presentasi, setidaknya dari sesi preview kami yang berjalan hingga kisah menuju Junk Heap dan sedikit aksi bertarung menggunakan karakter utama yang sudah lebih dewasa setelah time skip cerita yang ada, berujung memuaskan. Semua pendekatan ini tidak hanya berhasil mempertahankan apa yang kita sukai dari NieR, tetapi membuat seri lawas yang nyaris dilupakan ini kembali menjadi sesuatu yang relevan dengan hype yang pantas.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…