Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Reading time:
May 12, 2021
scarlet nexus logo

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan untuk menjelaskan posisi Scarlet Nexus di tengah katalog rilis game-game Bandai Namco yang terhitung ramai. Ketika ia diperkenalkan di tahun 2020 yang lalu, tidak ada yang pernah memprediksi bahwa developer dan publisher asal Jepang ini ternyata tengah mempersiapkan sebuah game RPG dengan cita rasa anime kental sebagai basis. Tidak hanya itu saja, bersamaan dengan pengenalan konsol generasi terbaru, ia seolah jadi langkah baru untuk mendukung proses transisi tersebut. Tidak mengherankan jika antisipasi pun meninggi.

Hype tersebut harus diakui semakin menguat ketika para talenta yang mengerjakannya mulai dibuka, termasuk kepastian bahwa sosok Kenji Anabuki – yang sempat mengerjakan seri Tales seperti Abyss dan Vesperia berperan sebagai director. Lebih banyak video gameplay kemudian membuka tabir misteri yang kian mengokohkan statusnya sebagai game JRPG yang pantas untuk diantisipasi, dari hal kecil seperti desain monster yang memesona, cerita ala anime yang penuh dengan semangat remaja dan nilai persahabatan, hingga sisi action RPG yang terlihat intense. Dengan semua daya tarik ini, tidak mengherankan jika kami ikut bersemangat ketika Bandai Namco menawarkan kesempatan untuk menjajal game ini lebih awal.

Dengan waktu rilis yang semakin dekat, kesempatan tersebut ditawarkan Bandai Namco lewat cara yang cukup unik. Bahwa alih-alih kode offline, kami diberikan kesempatan untuk mencicipinya via cloud gaming, dengan server VM berbasis di Singapura. Untuk catatan, pengalaman ini nyaris sempurna. Kami berhasil mencicipi setidaknya 3 jam pertama Scarlet Nexus dengan input delay super minim, bak offline. Kami menggunakan kontroler DualSense Playstation 5 untuk mencicipi Scarlet Nexus versi PC ini. Sayangnya, ada sedikit masalah teknis dari sisi audio yang membuat sebagian besar pengalaman tersebut berujung tanpa audio. Oleh karena itu, kami tidak akan bisa menilai hal-hal seperti musik ataupun voice acting dari sesi media preview ini.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan di 3 jam pertama Scarlet Nexus ini? Mengapa kami langsung menyebutnya sebagai game JRPG yang pantas untuk diantisipasi? Inilah impresi kami dari sesi media preview Scarlet Nexus!

Sangat Remaja

EN 01 titlescreen
Anda akan bisa memilih menggunakan Yuito atau Kasane.

Scarlet Nexus sendiri bercerita soal sebuah masa depan alternatif dimana dunia tak lagi seaman yang kita bayangkan. Bahwa kita secara konsisten diserang oleh monster-monster aneh bernama Other yang untungnya, sudah bisa kita prediksi kemunculannya bak ramalan cuaca. Menjadi tanggung jawab sang organisasi bernama – OSF lah untuk membasmi para Other ini. Namun mengingat kita tinggal di sebuah kota megapolitan yang ukurannya bahkan menembus batas-batas negara bernama New Himuka, maka selalu menjadi kebutuhan untuk terus merekrut lebih banyak OSF untuk menangani para Other ini. Hal inilah yang terjadi dengan dua karakter utama kita – Yuito dan Kasane.

Scarlet Nexus akan langsung dibuka dengan opsi bagi Anda untuk memilih Yuito atau Kasane sebagai karakter utama, yang tentu saja akan berakhir mempengaruhi beberapa hal seperti cerita, animasi bertarung, hingga karakter companion yang Anda temui di awal. Walaupun sesi media preview ini tidak memberikan kejelasan lebih pasti soal seberapa jauh kemungkinan “cabang cerita” ini akan bisa berakhir, namun ini menjadi pendekatan yang cukup menarik. Namun setidaknya dari sisi gameplay, baik Yuito ataupun Kasane berbagi kekuatan Psychokinesis yang sama, sehingga Anda tidak perlu bingung memilih karakter berdasarkan pengalaman gameplay seperti apa yang Anda dapatkan.

Pengalaman 2 jam pertama kami juga diikuti dengan sedikit proses eksplorasi di New Himuka. Dari sisi presentasi visual, Anda akan bisa merasakan seberapa luas kota dan besarnya kota megapolitan dengan sedikit elemen cyberpunk ini. Walaupun demikian sayangnya, Anda tidak akan bisa menjelajahinya bak sebuah game open-world.  New Himuka akan dibagi ke dalam beberapa sektor kecil untuk Anda jelajahi, yang biasanya juga ditawarkan dalam lingkup yang terbatas. Opsi sebuah peta kota untuk proses fast travel akan tersedia begitu Anda mulai harus bergerak ke lokasi-lokasi lain di luar markas OSF itu sendiri. Beberapa lokasi terlihat damai dan aman tanpa pertempuran, sementara beberapa lokasi lain didesain sebagai arena pertempuran dimana Anda pasti akan berhadapan dengan para Other di sana.

EN 09 boss
Walaupun dari sisi lore diceritakan sebagai kota yang masif, Anda tidak lantas bisa mengeksplorasi New Himuka bak game open-world.

Eksplorasi di wilayah-wilayah “damai” ini biasanya akan membawa Anda bertemu dengan beberapa NPC yang sibuk dengan aktivitas mereka sendiri, tempat save, toko dimana Anda bisa membeli item, hingga item “gratisan” yang tercecer di beragam sudut. Kami sendiri tidak menemukan banyak misi sampingan tersedia, yang bisa jadi memang mengakar dari sisi desain atau karena waktu gameplay yang masih singkat. Anda juga akan disuguhi sebuah hub lain bernama Outpost yang lebih personal, dimana Anda dan karakter companion akan berisitirahat di sana. Outpost setidaknya menyediakan kesempatan untuk berinteraksi dengan karakter-karakter ini, yang bisa berujung pada hubungan lebih dalam dan nantinya, akan berpengaruh pada permainan. Kita akan membicarakan soal konsep ini di sesi selanjutnya.

Satu hal yang cukup membuat membuat kami terkejut adalah tema cerita yang diusung oleh Scarlet Nexus itu sendiri. Apa pasal? Karena cerita soal pertarungan badan militer khusus melawan monster di atas permukaan, terdengar seperti kisah yang berpotensi gelap dan serius. Namun nyatanya? Scarlet Nexus memancarkan aura game remaja yang begitu intense di awal-awal permainan ini. Bermain sebagai Kasane, hampir sebagian besar cerita dan motivasinya bergerak dan bertemu dengan kru yang lain, ternyata didasarkan pada hubungan romansa kakaknya. Bahwa ia ingin memastikan bahwa laki-laki yang ia curigai ditaksir oleh sang kakak memang pantas untuk memenangkan hati kakaknya tersebut. Sementara di sisi lain, ia juga terlihat tertarik dengan anggota OSF lebih senior, yang terlihat gerak-gerik dan jenis dialog yang diusung.

equipment attachement cutscene
Sebagian besar cut-scene hadir dalam gambar statis.
EN 07 static
Kami cukup terkejut bagaimana setidaknya dari kisah Kasane, ia “memancarkan” cerita remaja yang kuat dari awal.

Bagi kami, ini adalah pendekatan yang cukup absurd dan menarik di saat yang sama. Setidaknya cita rasa anime yang kental dari sisi visual ternyata juga didukung dengan plot yang setidaknya di tiga jam pertama permainan, ternyata diisi dengan interaksi karakter yang terasa begitu remaja. Sementara dari sisi presentasi? Tidak semua dialog antar karakter akan terjadi dalam bentuk cut-scene. Sebagian besar diisi dengan presentasi ala slideshow yang bergerak cukup dinamis, dengan beragam ekspresi karakter juga dipamerkan di kotak-kotak reaksi ala manga. Tenang saja, Scarlet Nexus tetap akan menyuntikkan cut-scene di momen penting yang tetap mampu mendorong atmosfer dramatis yang tentu saja dibutuhkan untuk game seperti ini.

Sayangnya sekali lagi, karena masalah teknis yang terjadi di VM cloud gaming yang kami jajal, kami tidak bisa menikmati audio dari musik hingga voice acting yang ada. Namun berdasarkan dialog yang kami baca dan desain karakter yang diusung, sepertinya tidak sulit untuk memprediksi bahwa akan ada banyak karakter dalam Scarlet Nexus yang siap jatuh ke dalam trope karakter anime yang selama ini Anda kenal. Tenang saja, barisan karakter yang waifu-worthy juga siap menunggu kehadiran Anda nanti.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…