Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Reading time:
May 12, 2021

Intuitif

EN 08 dynamic
Seru dan intuitif adalah dua kata yang akan kami pilih untuk menggambran sensasi pertarungan Scarlet Nexus.

Lantas, bagaimana dengan sisi gameplay yang ia usung? Seru dan intuitif akan jadi kata yang kami pilih. Sebelum kami menyelaminya lebih dalam, memilih antara Kasane atau Yuito akan sedikit mempengaruhi aspek gameplay yang ada, terutama untuk senjata yang mereka gunakan. Senjata ini hanya berbeda dari sisi animasi dan sejauh yang terlihat, tidak akan mempengaruhi aspek lain seperti damage ataupun range. Sementara untuk sistem pertarungan sendiri, keduanya akan berbagi elemen dan strategi yang sama – menggabungkan kekuatan serangan melee mereka dengan kemampuan psikokinesis yang ada.

Berita baiknya? Sistem pertarungan ini mudah dikuasai dengan sensasi kendali yang terasa intuitif. Anda akan punya dua jenis serangan melee yang bisa dikombinasikan. Fungsi serangan melee tidak hanya untuk menghasilkan damage saja tetapi juga membangun bar Psyhic yang dibutuhkan untuk mengakses kemampuan psikokinesis milik Kasane ataupun Yuito. Kemampuan psikokinesis yang kemudian didistribusikan di tombol R2 atau L2 ini (dalam format DualSense) ini akan membuat Kasane / Yuito bisa mengangkat beragam objek berat di sekitar mereka untuk dilemparkan ke arah musuh yang jadi target utama. Kombinasi serangan melee dan psikokinesis ini akan jadi inti permainan Scarlet Nexus.

EN 05 battle1
Menggabungkan serangan melee dan kemampuan psikokinesis dalam combo adalah kunci menguasai Scarlet Nexus.
EN 05 battle3
Berita baiknya? Untuk urusan “angkat-mengangkat” objek, Anda tidak perlu menargetkannya secara manual.

Berita baiknya? Anda tidak perlu secara manual menargetkan objek mana yang ingin Anda lempar. Dengan hanya menahan tombol R2 atau L2 hingga bar yang dibutuhkan penuh, Anda akan secara otomatis menarik dan melemparkan objek terdekat yang tersedia. Ini membuat kombinasi serangan yang Anda eksekusi akan terasa lebih mulus dan mengalir. Apalagi lemparan objek (R2) ini juga akan menghasilkan efek slow motion pendek, yang bisa Anda lanjutkan dengan serangan melee lanjutan yang akan otomatis menghasilkan damage lebih besar. Sementara untuk lemparan objek lebih besar (L2) yang tidak selalu tersedia di setiap area yang ada, ia biasanya langsung akan diikuti dengan porsi QTE yang punya jendela eksekusi cukup singkat. Lemparan objek besar ini bisa berujung memicu damage atau menghasilkan de-buff spesifik untuk musuh.

Yang menarik? Varian musuh Other yang harus Anda tundukkan, biasanya akan punya kualitas tertentu yang butuh strategi tersendiri untuk ditundukkan. Ada musuh dengan armor yang butuh dihancurkan dengan lemparan objek sebelum bisa dilukai, musuh aerial yang tentu saja butuh serangan aerial pula, hingga jenis Other yang bisa mempengaruhi jarak pandang karakter dan biasanya harus dijadikan sebagai prioritas terlebih dahulu. Beberapa animasi serangan, terutama setelah melemparkan objek juga biasanya akan diikuti dengan animasi serangan + rush yang akan langsung memperpendek jarak yang ada. Tenang saja, ala game Platinum, melakukan evade dengan timing yang tepat juga akan melambatkan waktu yang kemudian bisa diikuti dengan serangan counter yang lebih destruktif. Anda juga akan diberikan akses item penyembuh yang bisa dipakai instan dengan menggunakan hanya satu tombol saja tanpa harus menuju ke halaman menu terlebih dahulu. Kombinasi ini menghasilkan game action RPG yang fantastis.

Namun sayangnya, jika harus berbicara soal satu kelemahan yang kami temui sejauh ini adalah sulitnya untuk menyerap informasi di arena pertarungan secara instan. Animasi serangan musuh, bahkan untuk varian yang sering Anda temui, tetap terasa membingungkan dan sulit untuk diprediksi dengan tepat. Entah karena animasi serangan yang tidak terlalu jelas atau memang jendela evade yang terlalu sempit, sehingga Anda yang cakap bermain game action sekalipun mungkin akan kesulitan untuk mendapatkan efek slow-motion dari aksi evade sempurna tersebut.

Lebih buruknya lagi? Tidak ada feedback jelas ketika Anda menerima damage dari serangan range milik musuh. Tidak ada angka besar untuk memberi informasi bahwa Anda sedang terluka, bahwa ada serangan range yang saat ini terus mengahajar Anda ketika  Anda sibuk berusaha membunuh musuh yang lain. Hasilnya? Anda akan menemukan situasi dimana bar HP Anda sudah berada di angka kritis karena situasi ini, tanpa Anda sadari sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang perlu dipikirkan Bandai Namco mengingat rilis resmi Scarlet Nexus yang masih menyisakan waktu.

Baik Kasane ataupun Yuito tentu tidak hanya akan mengandalkan kemampuan Psikokinesis yang mereka miliki. Bergantung pada karakter companion yang Anda bawa ke arena pertempuran, Anda juga bisa “meminjam” kekuatan mereka untuk beberapa saat bak skill dengan sistem cooldown. Ada karakter yang mampu menyediakan efek serangan api untuk efek destruktif, listrik untuk ekstra efek stun, Duplication yang membuat objek lemparan Anda kini berujung ganda, hingga Clairvoyance yang akan membantu Anda melihat tampak musuh tak kasat mata atau yang mampu menghembuskan kabut untuk mengaburkan pandangan arena pertempuran. Memanfaatkan setiap skill karakter companion ini akan berkontribusi besar pada seberapa efektif Anda di pertempuran.

EN 10 battle4
Anda bisa “meminjam” kemampuan karakter lain dengan sistem ala skill berbasis cooldown.
EN 06 party
Ada opsi untuk mengatur perilaku AI, dari penuh agresif atau hanya menawarkan support saja.

Yang menarik? Mengingat Anda hanya akan bisa mengendalikan Kasane / Yuito saja sebagai karakter utama tanpa kesempatan untuk menggerakkan karakter yang lain, Bandai Namco memfasilitasi kondisi dengan cukup baik.  Anda juga diberi kemampuan untuk mengatur perilaku AI dalam beberapa pre-set yang akan memastikan mereka bertindak seperti yang Anda inginkan. Ingin membuat mereka agresif? Bisa. Ingin membuat mereka lebih berfokus pada aksi healing dan tidak menyerang sama sekali? Anda juga punya opsi untuk itu. Untuk urusan AI karakter companion itu sendiri, setidaknya di sesi permainan kami, mereka tidak berujung merepotkan. Kami belum menemukan situasi dimana karakter-karakter AI ini jadi “beban” dan secara konsisten harus disembuhkan, misalnya.

Kehadiran karakter companion ini juga membuka mekanik baru untuk Scarlet Nexus. Bahwa hubungan Anda dan si karakter companion punya kesempatan untuk tumbuh dan berkembang lewat dua aktivitas – membawa mereka ke medan pertempuran dan juga berbincang pada saat transisi chapter di Outpost. Level kedekatan yang lebih tinggi akan membuat aksi pinjam kekuatan yang Anda lakukan semakin efektif, yang biasanya diperkuat dengan ekstra buff tertentu. Sebagai contoh? Duplication. Ketika status hubungan sudah mencapai level 2, Duplication kini juga akan memberikan kesempatan auto-evade berbasis persentase pada saat Anda diserang. Sayangnya tidak jelas apakah kita nantinya akan mendapatkan misi-misi sampingan khusus untuk karakter-karakter ini atau tidak.

combovision 4
Anda bisa membangun kedekatan dengan karakter companion lain, untuk membuat skill mereka lebih efektif atau menawarkan buff tertentu.
equipment attachment
Selain equipment yang berpengaruh pada status, Anda juga bisa menyuntikkan item kosmetik untuk karakter yang ada.

Sementara untuk sisi desain dunia berbasis action RPG ini, seperti yang kami bicarakan sebelumnya, New Himuka akan terbagi ke dalam daftar wilayah yang bisa Anda kunjungi yang akan terbagi ke dalam dua kategori besar – wilayah damai dan wilayah bertarung.  Hal ini membuat setidaknya di sesi media preview yang kami jalani, area dimana aksi terjadi menjadi sedikit terbatas. Kami sempat menemui situasi dimana kami harus mengunjungi satu wilayah yang sama dua kali untuk dua misi dan aktivitas yang berbeda, dimana salah satunya membawa kami masuk ke wilayah tersebut lebih jauh. Apakah ini akan jadi tren untuk memfasilitasi desain misi, baik utama ataupun sampingan di jam-jam selanjutnya? Untuk saat ini, kami tidak tahu pasti. Namun sepertinya rasional untuk membangun ekspektasi demikian, bahwa di luar luasnya New Himuka dari sisi lore, Anda mungkin akan tetap berujung harus mengunjungi lokasi yang sama berulang kali.

Lewat sesi 3 jam pertama Scarlet Nexus yang kami jajal, sepertinya aman untuk menyebut bahwa sisi action RPG yang ditawarkan oleh game ini berujung seru, intiutif, dan solid di saat yang sama. Namun tentu saja ada beberapa hal yang perlu mereka luruskan dan perbaiki, terutama masalah minimnya informasi saat Anda terkena damage yang membuat Anda selalu harus mawas memeriksa bar HP yang ada. Namun di luar itu, kami tak sabar lagi menjajal seperti apa pengalaman penuh yang ia tawarkan.

Scarlet Nexus, Pantaskah Diantisipasi?

EN 10 battle2
Scarlet Nexus akan melepas versi demo untuk Xbox One / Xbox Series / Playstation 4 / Playstation 5 di bulan Mei 2021 ini juga!

Dengan waktu rilis yang semakin dekat, antisipasi kami terhadap Scarlet Nexus harus diakui semakin meninggi. Bukan hanya karena konsep action RPG-nya yang solid dan intuitif saja, tetapi juga karena rasa terkejut kami soal konsep cerita yang ternyata cukup menonjolkan sisi romansa di beberapa jam awal permainan. Sesi pendek ini juga membuat rasa penasaran kami menguat, dari jenis boss seperti apa yang siap menghadang, seberapa jauh mereka akan membedakan playthrough antara Kasane dan Yuito, hingga seberapa “ringan” atau justru – “berat” cerita yang akan diusung.

Bersama dengan artikel media preview ini juga, kami juga bisa berbagi informasi perdana super menarik:bahwa Scarlet Nexus akan mendapatkan versi demo untuk Anda jajal di bulan ini juga! Benar sekali, demo Scarlet Nexus ini akan tersedia untuk Xbox One dan Xbox Series  di tanggal 21 Mei 2021 mendatang, serta untuk Playstation 4 dan Playstation 5 di tanggal 28 Mei 2021. Mengingat Scarlet Nexus juga memiliki item kosmetik untuk dipasangkan ke karakter Anda, hadiah berubah item sejenis akan bisa didapatkan gamer yang menjajal versi demo ini.

Scarlet Nexus sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 25 Juni 2021 mendatang untuk Playstation 4, Playstation 5, Xbox One, Xbox Series, dan tentu saja – PC. Bagaimana dengan Anda? Tertarik menjajal game yang satu ini?

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…

PlayStation

June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…