Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Reading time:
May 19, 2021

\m/

Rising Hell 32
Datang dengan gaya pixel-art, Rising Hell terlihat fantastis.

Seolah mencerminkan kuat statusnya sebagai game indie, Rising Hell datang dengan pendekatan pixel-art fantastis yang tetap punya identitas kuatnya sendiri. Bahwa kita semua tentu saja tidak bisa berbicara soal neraka dan iblis tanpa menawarkan sesuatu yang terlihat cadas dan mengancam di saat yang sama. Dengan semua keterbatasan yang ada, Tahoe Games pantas mendapatkan acungan jempol untuk apa yang berhasil mereka capai dengan game yang satu ini.

Walaupun visual untuk karakter utamanya sendiri – si Arok agak terlihat aneh dan sedikit membingungkan ketika diterjemahkan ke dalam gaya pixel-art seperti ini, namun setidaknya Rising Hell  berhasil menerjemahkan hal yang lain dengan cukup efektif. Neraka terasa seperti sebuah tempat super mengancam, penuh dengan api, pilar, darah, dan monster-monster yang wujudnya tidak bisa Anda mengerti. Tekadang Anda bertemu dengan gerigi besi yang berjalan mondar-mandir, pedang suci raksasa yang berputar bak kincir yang pelan, hingga kolam api yang terus naik dan memburu Anda. Citra cukup cadas dan mencekam dari dunia dan monster yang ia usung terhitung solid.

Rising Hell 4
Model karakter Arok memang akan terlihat sedikit canggung.
Rising Hell 54
Terlepas dari “warna-warni” neraka yang ada, Anda tetap akan bisa mendapatkan informasi dengan jelas soal ancaman yang Anda hadapi.

Namun pada akhirnya, sebagai game rogue-like yang biasanya terikat pada gameplay aksi yang cepat, pendekatan pixel-art tetap harus jelas dan tidak lantas mengaburkan informasi yang dibutuhkan gamer untuk bertahan hidup dan bergerak maju. Rising Hell untungnya tetap memerhatikan hal ini dengan baik.

Sembari Anda bergerak ke atas dengan kecepatan yang tinggi, Anda tetap akan punya informasi jelas soal mana saja musuh, mana saja platform yang bisa Anda naiki, mana saja lokasi yang bisa Anda singgahi atas nama upgrade, dan kira-kira lokasi mana yang perlu Anda hindari. Satu-satunya keluhan yang kami temui hanya dari level ketiga dimana salah satu duri perangkap yang ia usung sayangnya, tidak punya permukaan jelas dimana ia akan muncul. Hanya di level ini saja, aksi kami harus sedikit melambat untuk memerhatikan dimana ia akan mengemuka.

Salah satu pendekatan presentasi yang datang menyempurnakan keseluruhan aksi bertarung di neraka ini adalah pilihan musik yang diambil oleh Tahoe Games. Mereka menyiapkan begitu banyak musik metal cadas, tentu saja disajikan dalam format chiptune, untuk memastikan adrenalin Anda terpompa setiap saat. Digabungkan dengan animasi serangan yang cukup bervariasi, bergantung pada tidak hanya karakter yang Anda pilih saja tetapi juga senjata yang Anda dapatkan selama permainan, Anda bisa merasakan perhatian ekstra yang ditelurkan Tahoe Games untuk memastikan presentasi Rising Hell memang mendukung sisi gameplay yang ia usung.

Melompat Lebih Tinggi

Rising Hell 6
Bukan kiri ke kanan, Rising Hell adalah soal perjalanan ke puncak!

Tidak perlu menunggu terlalu lama hingga Anda menyadari, bahwa di luar status genre rogue-like yang ia usung, Rising Hell datang dengan keunikannya tersendiri terutama di sisi gameplay. Salah satu yang paling jelas adalah progress pergerakan yang alih-alih mengikuti format standar dua dimensi dari kiri ke kanan atau sebaliknya, ia justru datang dalam format vertikal. Ini berarti sembari bertahan hidup, Anda harus bertarung untuk mencapai posisi tertinggi di setiap level yang biasanya akan diikuti dengan transisi ke level selanjutnya atau bahkan, pertarungan boss. Ini soal bergerak ke atas.

Mengikuti konsep game rogue-like pada umumnya pula, Anda biasanya akan diberi kesempatan untuk memiliki level selanjutnya yang akan Anda lewati. Walaupun ada banyak elemen acak yang ditawarkan oleh Rising Hell, terutama untuk item dan reward yang Anda dapatkan dari musuh, elemen level-nya sendiri harus diakui tidak seacak yang dibayangkan.

Sebagian besar level yang bisa Anda pilih ini berujung memiliki tema uniknya sendiri, yang kemudian dicerminkan lewat nama. Ada level yang khusus berisikan kolam api yang naik dari bawah ke atas dan akan membunuh Anda secara instan jika Anda jatuh, ada pula level yang berisikan cairan asam yang jatuh bak hujan, hingga yang memuat wajah-wajah menyeramkan yang menembakkan proyektil dengan damage besar. Keputusan untuk tidak membuat segala sesuatunya acak secara total ini membuat ada beberapa aspek Rising Hell yang bisa Anda prediksi dan karenanya, memberikan ruang untuk mempersiapkan diri.

Rising Hell 26
Tidak selalu acak, beberapa level punya tema spesifik yang selalu menghadirkan tantangan serupa. Karenanya, Anda selalu bisa mempersiapkan diri atau bahkan menghindarinya, jika Anda tidak cakap.
Rising Hell 27
Serangan fisik kombo dan evade adalah “Koentji”.

Seperti seharusnya sebuah game action yang seharusnya pula, karakter yang Anda gunakan akan dipersenjatai dengan setidaknya 2 buah langkah standar yang bisa andalkan. Pertama, tentu saja serangan fisik yang akan menghasilkan kombo jika dieksekusi beruntun. Kedua? Tentu saja gerakan evade yang akan memberikan i-frame sepersekian detik untuk serangan apapun yang mengancam Anda. Untuk gerakan terakhir ini, Anda untuknya tidak dibatasi dengan sistem cooldown atau stamina misalnya. Namun tetap saja ada sedikit delay hingga Anda misalnya, tidak akan berujung mengeksploitasi animasi ini menghindari secara total semua jenis serangan yang muncul. Rising Hell juga menyuntikkan sistem damage berbasis angka untuk mencerminkan kerusakan yang Anda timbulkan.

Satu mekanik unik dan paling keren yang disuntikkan Tahoe Games? Adalah konsep yang mereka sebut Hellbreaker! Jadi tidak harus hanya mengandalkan serangan fisik saja, Anda punya satu solusi lain untuk membunuh musuh yang ada. Percaya atau tidak, seperti halnya Mario Bros, Anda hanya perlu “menginjak” mereka saja untuk mengeksekusi serangan yang akan menghabisi 95% total musuh secara instan. Setelah Hellbreaker, Anda punya frame untuk kembali melompat, yang membuatnya bisa terus disambungkan ke musuh yang lain untuk menghabisi ruangan yang ada dengan cepat. Kehadiran sistem ini tidak hanya membuat Rising Hell berbeda, tetapi membuat flow pergerakan level vertikalnya terasa intuitif dan mulus di saat yang sama. Konsekuensinya? Jika Hellbreaker Anda tidak sengaja menginjak platform lebih tinggi, Anda tidak akan bisa turun ke platform yang lebih rendah lagi. Ini berarti kesempatan “membersihkan ruangan” untuk ekstra reward otomatis terlewatkan.

Rising Hell 48
Ala sistem injak kepala Mario Bros., Rising Hell datang dengan mekanik unik bernama “Hellbreaker”.
Rising Hell 30
Gerakan Hellbreaker ini akan bisa Anda kombinasikan untuk keuntungan strategis tertentu.

Kehadiran Hellbreaker ini juga memberikan ekstra strategi saat Anda bertarung melawan para iblis yang berperan sebagai boss dan mini-boss di sini. Memang aksi Anda “menempel” dan menginjak mereka tidak akan langsung menghabisi mereka, tetapi ia tetap akan menghasilkan damage yang tetap cukup signifikan untuk dieksekusi. Ini membuat Anda punya ekstra serangan yang bisa Anda manfaatkan di banyak situasi, yang kembali, bisa dikombinasikan dengan serangan fisik lanjutan atau bahkan aksi evade jika Anda terdesak. Beberapa senjata yang ditemukan Arok juga akan punya animasi Hellbreaker unik yang terkadang menawarkan efek khusus, dari jarak serangan lebih luas hingga efek api yang menawarkan damage overtime.

Untuk masalah pertarungan boss terakhir di masing-masing level, yang dijuluki sebagai si Archdemon, pertarungan akan menuntut Anda untuk membaca animasi pergerakan si boss yang biasanya punya pengulangan pasti untuk ditundukkan. Bergerak tergesa-gesa dan gegabah adalah resep menuju mati yang mau tidak mau, akan menuntut Anda untuk mengulang segala sesuatunya dari awal. Hampir setiap boss ini lebih menuntut Anda untuk bersabar dan menyerang di timing yang tepat, alih-alih punya kemampuan koordinasi mata dan tangan super cepat misalnya. Selama Anda tidak panik, Anda akan selalu bisa menundukkan mereka dengan mudah. Hal yang sama juga terjadi dengan ragam mini-boss yang justru, beberapa di antaranya, terasa lebih sulit dan menjengkelkan.

Rising Hell 42
Beberapa mini-boss bahkan berujung lebih menjengkelkan.
Rising Hell 65
Ada mode Gauntlet untuk Anda yang butuh variasi.

Senentara dari sisi konten, selain Conquest Mode yang notabene merupakan sisi cerita, Rising Hell juga menawarkan mode lain yang mereka sebut sebagai Gauntlet. Anda bisa melihat mode ini sebagai set tantangan yang dibagi ke dalam beberapa kategori berbeda. Anda yang sekadar meminta Anda untuk bertahan hidup melawan gelombang musuh yang ada, ada pula yang tampil sebagai mode Time Attack yang membatasi waktu yang Anda miliki untuk membersihkan mereka. Gauntlet bisa dilihat sebagai ekstra konten yang bisa Anda nikmati atas nama replaybility untuk game yang di mode cerita ini, tidaklah panjang.

Maka kombinasi pergerakan vertikal dan aksi ala “Mario Bros” di game ini membuat Rising Hell tidak hanya punya sensasi action yang solid saja, tetapi juga berhasil membangun karakteristik unik yang membuatnya berbeda dengan game rogue-like yang lain. Keputusan untuk menghadirkan elemen yang lebih pasti alih-alih acak untuk kesempatan memilih level juga membuat pengalaman Anda setidaknya, punya “pegangan” pasti yang bisa Anda antisipasi alih-alih harus jatuh dan hancur karena masalah keacakan yang tidak bisa Anda prediksi.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…

PlayStation

June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…