Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Reading time:
May 19, 2021

Perkuat Diri

Rising Hell 52
Rising Hell menangani sense of progress sebuah game rogue-like dengan baik.

Salah satu konsep rogue-like yang tidak pernah terlewatkan adalah kesempatan untuk memperkuat sang karakter utama tanpa perlu jatuh pada keacakan. Bahwa selalu ada satu resource, satu mekanik, satu reward yang tidak akan terpengaruh pada siklus hidup-mati dan akan tetap bisa Anda simpan. Elemen ini biasanya akan menawarkan setidaknya tiga hal: sensasi progress si karakter karena ia menguat, kesempatan lebih besar untuk menundukkan si video game, dan membuat setiap kematian tetap terasa berharga alih-alih memicu lebih banyak rasa frustrasi. Lantas, bagaimana dengan cara Tahoe Games mengeksekusi Rising Hell? Untungnya, ia datang dengan berita baik.

Rising Hell datang dengan setidaknya dua buah mekanik yang akan menjamin sensasi progress tersebut lewat ketersediaan upgrade permanen yang bisa Anda kejar. Pertama, datang lewat “mata uang” bernama Blight yang bisa Anda dapatkan secara acak dari musuh atau sebagai reward sehabis melawan boss.

Blight adalah resource yang tidak akan di-reset setelah Anda mati dan bisa digunakan untuk membeli beberapa upgrade permanen. Anda bisa membuka dua karakter ekstra – Zelos dan Sydna yang masing-masing punya status, senjata, dan animasi serangan berbeda. Anda juga bisa menggunakan Blight untuk membeli buff permanen yang akan menemani karakter Anda di sepanjang permainan. Sebagai contoh? Ada buff yang akan membuat semua musuh Archdemon kini punya 25% HP lebih sedikit namun kini bisa menghasilkan damage 10% lebih besar. Anda juga bisa membuka senjata aka Artifact yang di permainan biasa didapatkan secara acak, kini bisa digunakan permanen dari awal hingga akhir permainan. Ini akan mempermudah perjalanan Anda.

Kedua, ia datang lewat sejenis bar experience yang tidak terikat pada karakter spesifik, tetapi pada keseluruhan pengalaman bermain Anda saat berusaha menyelesaikan Rising Hell. Bahwa berdasarkan point yang Anda dapatkan dan seberapa jauh progress Anda sebelum tewas (atau bahkan ketika Anda berhasil menyelesiakannya), Anda akan mendapatkan sejumlah EXP points yang akan didistribusikan dalam sebuah bar panjang. Bar ini akan berisikan reward di beberapa titik yang akan langsung terbuka jika Anda mencapainya. Di satu sisi, ia bisa jadi reward instan seperti sejumlah Blight yang langsung bisa Anda pakai. Tapi di sisi yang lain, ia bisa berujung jadi artifact yang butuh Anda buka lagi dengan sejumlah Blight.

Rising Hell 33
Setiap kematian tetap akan berkontribusi pada bar EXP ini. ia akan pelan tapi pasti, akan mempermudah perjalanan Anda.
Rising Hell 24
Ia juga akan membuka lebih banyak item ke dalam rotasi yang nantinya, bisa Anda beli untuk setiap playthrough berbeda.

Beberapa dari reward tersebut bisa jadi tidak akan bisa Anda pakai secara instan. Sebagian dari mereka bisa berujung menjadi item yang kini masuk dalam rotasi item-item yang bisa Anda belanjakan menggunakan Souls saat menempuh playthrough Anda. Souls adalah resource yang Anda dapatkan saat menundukkan musuh, akan hilang saat Anda tewas, dan memang ditujukan sebagai pondasi belanja item-item yang akan memperkuat karakter Anda. Setiap level biasanya menyediakan tiga opsi belanja selama Souls Anda cukup, dengan kesempatan reset menggunakan Blight untuk mengganti setiap dari mereka jika Anda merasa tidak cocok. Ia bisa memberikan kesempatan lebih besar untuk mendapatkan item healing, memperkuat damage yang ada, hingga membuat Anda kebal pada perangkap duri misalnya.

Sebagai sebuah game rogue-like, kami tidak ragu untuk memberikan acungan dua jempol pada konsep progress yang diusung oleh Rising Hell ini. Bahwa terlepas dari rasa frustrasi yang mungkin terjadi karena Anda tidak kunjung menyelesaikannya di beberapa jam awal permainan, EXP yang Anda kumpulkan akan pelan tapi pasti membuka lebih banyak alternatif item dan senjata yang pelan tapi pasti akan “menurunkan” tingkat kesulitan tersebut. Bersama dengan pengetahuan bagaimana memanfaatkan Hellbreaker dengan efektif dan apa saja runtut serangan yang ditempuh oleh setiap boss yang ada, Rising Hell hanya butuh konsistensi untuk diselesaikan.

Rising Hell 63
Sudah selesai dan ingin tetap bermain? Naikkan level Agony!

Namun bukan berarti Anda yang senantiasa mencari tantangan tidak akan bisa mendapatkannya di Rising Hell ini. Bersama dengan setiap sekuens yang berhasil Anda selesaikan (tamatkan), berdasarkan karakter yang Anda gunakan, Anda kini bisa meningkatkan level kesulitan dengan mendorong level Agony si karakter satu angka lebih besar. Untuk setiap angka Agony yang Anda tingktkan, Anda akan berhadapan dengan ekstra modifier yang akan membuat playthrough ekstra Anda lebih menantang. Sebagai contoh? Damage musuh yang lebih besar atau mungkin, “barang belanjaan” yang kini menuntut lebih banyak jumlah Souls.

Kombinasi-kombinasi ini semakin membuat Rising Hell tampil sebagai game rogue-like yang solid. Tidak hanya karena sensasi gameplay yang unik saja, tetapi karena ia juga memuat elemen-elemen permanen yang tetap akan menawarkan progress dan rasa pencapaian yang tetap memuaskan di setiap siklus mati yang ada. Dan sejauh kami menjajalnya? Tidak ada keluhan dari proses balancing yang ada.

Kesimpulan

Rising Hell 58
Dengan kualitas dan daya tarik yang ia miliki, tidak ada alasan untuk tidak melirik Rising Hell. Bukan hanya karena ia adalah game racikan developer Tanah Air saja, tetapi sejujurnya karena kualitasnya sendiri, di luar embel-embel tersebut, berhasil tampil sebagai game rogue-like unik yang punya sisi aksi dan desain yang solid. Siapkan kaki, pastikan lengan iblis Anda berkobar, dan mulailah melompat lebih tinggi!

“Melompat lebih tinggi” yang kami pilih sebagai sub-judul artikel review ini tidak hanya didesain untuk mendefinisikan gameplay Rising Hell, yang notabene, merupakan sebuah game rogue-like yang meminta Anda untuk terus melompat lebih tinggi dari yang sebelumnya. “Melompat lebih tinggi” di sini juga mendefinisikan pujian kami pada apa yang berhasil dicapai Tahoe Games dan Toge Productions yang lewat Rising Hell, telah berhasil meracik sebuah game indie yang pantas dibanggakan. Game indie yang memukau dari sisi prensentasi – audio ataupun visual, dari karakteristik identitasnya sebagai game rogue-like, elemen progression yang terasa memuaskan, hingga gameplay action yang solid. Ini adalah game Tanah Air di level yang selanjutnya.

Walaupun demikian, bukan berarti game ini tidak hadir tanpa kekurangan sama sekali. Dari sesi gameplay kami, selain visualisasi pixel-art milik Arok yang tidak terlihat sebaik Zelos atau Sydna, satu dari ketiga karakter ini juga gagal menangkap hati kami. Benar sekali, Sydna yang notabene menggunakan sistem 3-orb sebagai jenis serangan tidak terasa semenarik untuk dimainkan. Dengan kecepatan dan efektivitas serangan melee Arok atau range milik Zelos, Sydna tidak punya “kelebihan” yang membuatnya pantas dijadikan andalan. Sementara untuk panjang level? Walaupun akan terasa pendek, apalagi jika Anda sudah mendapatkan upgrade yang kuat. Namun bagi kami, ia sejalan dengan harga game yang di versi Steam misalnya, terhitung super rasional.

Untuk saat ini, dengan kualitas dan daya tarik yang ia miliki, tidak ada alasan untuk tidak melirik Rising Hell. Bukan hanya karena ia adalah game racikan developer Tanah Air saja, tetapi sejujurnya karena kualitasnya sendiri, di luar embel-embel tersebut, berhasil tampil sebagai game rogue-like unik yang punya sisi aksi dan desain yang solid. Siapkan kaki, pastikan lengan iblis Anda berkobar, dan mulailah melompat lebih tinggi!

 

Kelebihan

Rising Hell 41
Menggunakan Zelos berujung seru!

Visual pixel-art penuh daya tarik

Musik metal mengalun cadas

Sensasi progress yang memuaskan

Sistem Hellbreaker yang unik

Tingkat kesulitan yang seimbang

Harga sebanding dengan konten yang didapatkan

Aksi menggunakan Arok dan Zelos yang memuaskan

Konten pasti dan konten acak yang seimbang

Mode Gauntlet untuk ekstra konten solid

 

Kekurangan

Rising Hell 53
Seandainya saja Sydna berbagi charm yang sama.

Sydna tidak punya daya tarik sekuat karakter lain

Visualisasi pixel-art Arok terlihat canggung

Runtut serangan boss hadir tanpa variasi

 

Cocok untuk gamer: yang mencintai rogue-like, senang dengan game action yang cepat

Tidak cocok untuk gamer: yang tidak terlalu suka dengan game menantang, tidak suka dengan pendekatan pixel-art

 

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…

PlayStation

June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…