Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Reading time:
June 24, 2021
tales of arise jagatplay

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales of Arise sejak beberapa waktu yang lalu. Bahwa teaser perdana jelas memperlihatkan begitu banyak peningkatan dari seri sebelumnya yang memang punya jeda waktu rilis cukup panjang, terutama dari sisi visual. Namun sayangnya, hype yang begitu kuat ini justru diikuti dengan absennya informasi di sepanjang tahun 2020 kemarin dan berujung dihantui berita penundaan. Berita baiknya? Tales of Arise akhirnya “bangkit” di tahun 2021 ini. Konfirmasi soal tanggal rilis pasti akhirnya diikuti dengan lebih banyak trailer, screenshot, dan informasi soal pengalaman seperti apa yang bisa Anda antisipasi. Hype pun tak lagi terbendung.

Seperti kasus Scarlet Nexus di masa lalu, kami cukup beruntung mendapatkan kesempatan untuk menjajal Tales of Arise lebih dahulu dari Bandai Namco. Menggunakan kekuatan cloud gaming berbasis VM mereka yang sepertinya berlokasi dekat dengan latency rendah, sesi preview yang mereka sajikan ini digunakan untuk lebih memperkenalkan sistem battle yang ada. Kecepatan internet memang tidak cukup untuk menikmatinya di kondisi visual yang terbaik, tetapi kami tetap bisa mengapresiasi apa yang berusaha ditawarkan Bandai Namco di sini.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh sesi preview Tales of Arise ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai luapan rasa rindu yang sejauh ini terbayar manis? Berikut adalah impresi yang berhasil ia tinggalkan di benak kami.

Presentasi Menjanjikan

tales of arise jagatplay5
Konten media preview yang kami jajal memang lebih difokuskan di sisi pertarungan daripada cerita.

Sebelum kita berbicara lebih jauh soal impresi yang berhasil ia torehkan, ada baiknya jika kami membahas seperti apa konten dari sesi media preview yang kami jajal. Intinya? Konten ini nyaris tidak memuat sisi cerita sama sekali. Sesi preview ini hanya menceritakan soal Alphen dan Shionne yang harus bergerak dari titik A ke titik B untuk masuk ke sebuah kota yang megah. Sebelum bisa masuk, mereka diminta untuk menghancurkan sebuah monster besar di area lain. Sesi preview ini selesai jika Anda berhasil menundukkan musuh dimaksud. Namun tentu saja, area yang bisa Anda jelajahi cukup besar untuk mengejar beberapa material dan monster untuk ditundukkan.

Kecepatan internet kami sayangnya tidak bisa menikmati sesi cloud gaming ini di resolusi terbaik. Namun berkat dukungan b-roll dari Bandai Namco secara langsung yang juga kami jadikan sebagai basis screenshot untuk keseluruhan artikel impresi ini, Anda sepertinya bisa mengapresiasi apa yang ditawarkan Bandai Namco dari sisi presentasi visual yang ada. Gaya anime kental dengan desain karakter yang juga mampu mewakili atmosfer yang sama kini didukung dengan ragam animasi serangan memanjakan mata dan juga, bentuk monster dalam skala lebih besar dan mengancam untuk Anda lawan. Kami juga sempat melihat sekelibat desain kota yang hendak kami kunjungi, yang juga tampil indah dari kejauhan. Urusan presentasi visual? Tak ada yang perlu Anda khawatirkan.

tales of arise jagatplay2
Tetap mempertahankan cita rasa anime yang kental, Tales of Arise terlihat memanjakan mata.
tales of arise jagatplay10
Ingin lebih banyak melihat Rinwell misalnya? Ada sistem ganti Party Leader untuk eksplorasi ataupun bertarung.

Ada beberapa hal menarik yang kami temukan di sesi preview ini, yang sayangnya tidak bisa kami pastikan akan tersedia di versi final atau tidak. Salah satu yang kami sambut dengan tangan terbuka? Bahwa ada 2 sistem “Party Leader” untuk eksplorasi dan pertarungan. Jadi jika Anda lebih senang dengan Shionne atau Rinwell dan ingin melihat karakter ini lebih sering saat berpetualang, Anda bisa melakukannya. Mengingat setiap karakter ini akan punya skill eksplorasi yang sama pula, Anda tidak akan butuh untuk menggonta-ganti. Sementara untuk urusan bertarung, sistemnya lugas. Karakter yang Anda pilih sebagai “Party Leader” untuk bertarung akan jadi karakter utama yang Anda gunakan saat pertarungan dimulai. Party Leader untuk eksplorasi dan bertarung bisa jadi dua karakter yang berbeda.

Anda juga akan disuguhkan dengan peta yang akan memuat informasi yang jelas soal apa yang bisa Anda temui di wilayah tersebut. Anda akan menemukan titik-titik berwarna biru yang menandai area dengan material yang bisa Anda kumpulkan untuk beragam fungsi – dari memasak hingga proses crafting aksesoris untuk karakter. Anda juga akan menemukan musuh dalam skala sebenarnya yang akan terlihat jelas, yang memang butuh Anda dekati untuk memulai pertarungan itu sendiri. Ini berarti tidak ada sistem Random Encounter dan Anda selalu punya opsi untuk menghindari mereka jika Anda inginkan. Tentu saja ada segudang peti yang bisa Anda buka untuk item penyembuh dan senjata lebih kuat. Sementara dari sisi interaksi, seperti seri Tales yang seharusnya, Anda tentu akan bertemu dengan dialog-dialog antar karakter di beragam situasi yang ada.

tales of arise jagatplay15
Musuh akan terlihat jelas hingga Anda bisa menghindari mereka jika Anda ingin. Kerennya lagi? Mereka hadir dengan skala yang seharusnya.
tales of arise jagatplay21
Ada sedikit dentum gitar di awal nada pertarungan yang membuat kami teringat pada lagu tema “Seinfeld”.

Satu hal yang cukup membuat kami terkejut justru datang dari musik yang mengalun super indah dan epic di sepanjang proses eksplorasi ini. Kami tidak tahu apakah ini adalah musik spesifik untuk region ini, namun kehadirannya cukup untuk membuat Anda merasa bahwa Anda tengah terlibat petualangan yang penting. Satu-satunya keluhan kami dan mungkin akan terdengar aneh? Musik pertarungannya diawali dengan beberapa nada gitar yang sangat mengingatkan kami pada dentuman gitar di musik film seri “Seinfeld” yang saat ini sudah tumbuh menjadi meme. Saat ini, percaya atau tidak, kami berharap mereka bisa membuang dentuman gitar di awal terjadinya encounter ini karena asosiasi yang sulit untuk dibuang begitu saja.

Maka dari sisi presentasi, Tales or Arise terlihat memesona, baik dari sisi visual ataupun musik. Melihat pendekatan presentasi anime yang masih kental dengan gaya visual unik, ragam jenis serangan yang terasa mulus dan dramatis, dan kesempatan untuk memilih karakter yang Anda jadikan sebagai ujung tanduk saat eksplorasi sembari musik yang terasa agung, Anda akan menikmatinya dari sisi yang satu ini. Sekali lagi, yang kami minta hanyalah dihilangkannya beberapa dentuman gitar awal sebelum bertarung yang membuat kami teringat pada Seinfeld.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…