Review Blue Reflection – Second Light: JRPG Sangat “Berbudaya”!

Reading time:
November 11, 2021
Blue Reflection Second Light jagatplay 95

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama Koei Tecmo dan Gust di satu baris yang sama? Pertama-tama, besar kemungkinan ia akan berujung menjadi game JRPG yang didesain sedemikian rupa untuk tumbuh menjadi sebuah franchise tersendiri. Kedua dan yang tak terhindarkan? Ia biasanya memuat karakter-karakter wanita berparas menawan dengan desain kostum terbuka yang jelas datang dengan satu target pasti – menarik perhatian gamer-gamer pria untuk setidaknya, menoleh. Tidak hanya sekadar seri Atelier saja yang belakangan ini melonjak popularitasnya lewat Ryza, hal ini jugalah yang sempat ditawarkan Gust  dan Koei Tecmo lewat seri Blue Reflection.

Informasi soal seberapa sukses sebenarnya seri Blue Reflection beberapa tahun yang lalu, memang tidak pernah mengemuka. Namun Koei Tecmo sepertinya cukup berani dan optimis untuk meracik sebuah seri sekuel untuknya, yang datang dengan pondasi nyaris serupa namun perombakan dan penyempurnaan di beragam elemen yang lain. Ia menyandang nama “Blue Reflection: Second Light” yang juga diposisikan sebagai seri sekuel langsung dari seri pertamanya. Tentu saja, daya tarik seri pertamanya yang “niche” untuk pria-pria yang datang dengan motivasi yang jelas juga akan tersedia di sini.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Blue Reflection: Second Light ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game JRPG yang sangat “berbudaya”? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Plot

Blue Reflection Second Light jagatplay 2
Anda akan berperan sebagai Ao – yang tiba-tiba terdampar di sebuah sekolah unik yang terperangkap lautan ini.

Terlepas dari posisinya sebagai seri sekuel, Blue Reflection: Second Light tetap tampil sebagai seri yang berdiri sendiri dimana Anda tetap akan bisa menikmati ceritanya tanpa perlu mencicipi seri pertamanya. Memang ada beberapa detail yang hilang mengingat kemunculan kembali beberapa karakter dari seri pertama, namun Anda tetap akan dengan mudah menangkap apa yang sedang terjadi.

Anda akan berperan sebagai karakter remaja wanita bernama Ao Hoshizaki yang dalam perjalanannya ke sekolah, tiba-tiba terlempar ke sebuah dunia yang tidak bisa ia mengerti. Ia tiba-tiba terbangun di dalam ruang kelas, namun bukan ruang kelas miliknya. Selidik punya selidik, ia ternyata “mendarat” di sebuah gedung sekolah besar yang di sekitarnya, hanya dikelilingi oleh lautan saja. Tidak hanya sendiri, ada remaja lain seperti Kokoro, Rena, dan Yuki yang sudah menempati sekolah yang sama terlebih dahulu.

Tidak ada yang memahami apa yang terjadi. Berbeda dengan Ao yang mengingat jelas kehidupan sebelum ia berpindah dunia, baik Kokoro, Rena, ataupun Yuki tidak pernah mengetahui masa lalu mereka, mengapa mereka bisa berakhir di gedung sekolah misterius ini, dan apa pula yang sebenarnya terjadi.

Blue Reflection Second Light jagatplay 20
Mereka dibekali kemampuan Reflector untuk melawan para monster yang menghuni area sekitar.
Blue Reflection Second Light jagatplay 149
Apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini?

Satu-satunya hal yang mereka berempat tahu adalah bahwa perpindahan mereka ini juga diikuti dengan kemampuan untuk berubah menjadi seorang Reflector – pejuang yang tak sulit membunuh monster-monster yang hidup di Heartscape. Heartscape sendiri adalah wilayah daratan misterius yang bisa tiba-tiba muncul mengikuti mood karakter spesifik. Maka seperti yang bisa Anda prediksi, Ao pun harus mencari jawaban agar ia bisa pulang.

Lantas, apa yang sebenarnya sekolah di tengah lautan ini? Mengapa karakter-karakter wanita ini tiba-tiba berkumpul di ruang yang sama? Mengapa tidak satupun dari mereka mengingat sesuatu selain Ao? Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Blue Reflection: Second Light ini.

Pages: 1 2 3 4 5
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

February 15, 2024 - 0

Review HELLDIVERS 2: Pergi, Basmi, Kembali, atau Mati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Helldivers 2 ini? Mengapa kami…
February 12, 2024 - 0

Review Persona 3 Reload: Pesona Ulang Kelas Berkelas!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Persona 3 Reload ini? Mengapa…
January 31, 2024 - 0

Review Granblue Fantasy – Relink: JRPG Super Nagih!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Granblue Fantasy: Relink ini? Mengapa…
January 29, 2024 - 0

Review Like a Dragon – Infinite Wealth: Tinju dan Air Mata Sang Naga!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Like a Dragon: Infinite Wealth?…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…