Review Call of Duty – Vanguard: Tak Lagi Terasa Istimewa!

Reading time:
November 8, 2021
call of duty vanguard jagatplay 1

Apakah kondisi rilis tahunan yang sudah didorong oleh Activision selama satu dekade terakhir ini adalah sebuah strategi yang mumpuni? Diskusi merebak, kritik selalu muncul, namun fakta dari data penjualan misalnya seolah menjadi paku di atas peti, sebuah konfirmasi bahwa strategi ini memang fantastis. Dengan menggunakan sistem rotasi tiga developer, mereka berjuang untuk memastikan setiap seri yang dilepas, setidaknya mengusung timeline berbeda nan segar. Di tengah eksistensi “anak emas” baru – COD: Warzone yang jadi pundi uang efektif, Activision menyerahkan tanggung jawab COD untuk tahun 2021 ini ke Sledgehammer Games yang sempat melewatkan rotasi mereka tahun lalu. Mereka memutuskan untuk kembali ke perang dunia kedua.

Tahun 2021 langsung berubah menjadi kompetisi game FPS yang unik mengingat sang kompetitor utama – Battlefield 2042 justru datang dengan konsep perang futuristik dengan pijakan pada teknologi perang saat ini. Sementara di sisi lain, Call of Duty perang dunia kedua yang resmi menyandang nama “Vanguard” ini tetap mempertahankan mode campaign dengan cerita berfokus pada pasukan elite dunia yang berusaha menginfiltrasi Nazi di markas mereka. Konsep mode multiplayer yang selama ini kita kenal juga dilebur dengan sedikit inovasi di dalamnya. Dan tentu saja, masih ada mode zombie untuk mereka yang menyukai mode yang satu ini.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Call of Duty: Vanguard? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri yang tak lagi terasa istimewa? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

call of duty vanguard jagatplay 49
Anda akan berperan sebagai tim pasukan khusus dari beragam negara.

Hadir dengan pendekatan cerita cukup unik yang datang dari kacamata beberapa karakter dalam alur maju dan mundur, COD: Vanguard memang berkisah pada misteri super rahasia yang menyelimuti tentara Nazi. Tidak bisa merebut “rahasia” ini dengan perang terbuka, sebuah unit pasukan khusus berisikan para prajurit dari negara-negara Allies pun dibentuk untuk melakukan infiltrasi. Mereka lah yang jadi fokus untuk mode cerita ini.

Pasukan khusus ini berisikan Kingsley dari Inggris, Riggs dari Australia, Jackson dari Amerika Serikat, dan Petrova dari Uni Soviet yang masing-masing memiliki keahlian berbeda-beda. Mereka direkrut untuk menginvestigasi sebuah misteri bernama “Project Phoenix” di kalangan para tentara Nazi yang kabarnya bahkan berujung tidak diketahui oleh banyak petingginya. Cerita sendiri ditawarkan dalam dua timeline: “sekarang” – dimana Anda akan menikmati aksi mereka mencari Project Phoenix dan “masa lalu” – dimana berperan sebagai flashback, Anda akan menikmati aksi masing-masing karakter sebelum mereka direkrut dalam misi ini.

call of duty vanguard jagatplay 42
Misi adalah mencari tahu apa itu “Project Phoenix” yang begitu rahasianya, hingga beberapa petinggi Nazi pun tidak mengetahui apa isinya.
call of duty vanguard jagatplay 93
Cerita juga disajikan dalam format flashback untuk masing-masing karakter.

Dengan pendekatan seperti ini, cerita utama COD: Vanguard sendiri sebenarnya punya porsi yang lebih sedikit dibandingkan dengan cerita flashback yang membuat masing-masing karakternya lebih bersinar. Yang menarik pendekatan cerita “sekarang”nya juga lebih banyak berakhir jadi cut-scene, yang juga berperan menjadi transisi untuk lebih banyak misi masa lalu. Jika harus berkata jujur, ini akan menjadi pendekatan yang akan membuat beberapa gamer, justru berujung tidak menyukainya.

Lantas, apa sebenarnya isi Project Phoenix? Apa pula keahlian masing-masing karakter di dalam COD: Vanguard ini? Mampukah mereka menundukkan setiap ancaman yang ada? Anda akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini dengan memainkan COD: Vanguard ini?

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…