Sony, Microsoft, & Nintendo Kecam Kasus & Reaksi Activision Blizzard

Reading time:
November 23, 2021
bobby kotick

Jika Anda mengikuti berita game selama satu minggu terakhir, maka Anda tidak akan asing lagi dengan nama Bobby Kotick – boss besar dari Activision Blizzard. Laporan investigasi yang dikeluarkan oleh Wall Street Journal mengkonfirmasikan bahwa terlepas dari semua akting yang iaperlihatkan selama beberapa bulan terakhir, Kotick sebenarnya mengetahui semua permasalahan internal Activision, termasuk soal lingkungan kerja toxic dan kasus pelecehan seksual yang ada. Laporan menyebut bahwa Kotick hanya menutup-nutupi kasus ini saja, tetapi bahkan sempat melemparkan ancaman pembunuhan kepada salah satu pihak. Berita lebih buruknya lagi? Kotick tak ingin mundur dari jabatannya.

Reaksi buruk yang juga diikuti dengan keputusan para pemegang saham untuk mempertahankan Bobby Kotick di puncak kepemimpinan ini ternyata berujung memancing reaksi dari tiga platform gaming raksasa di industri game. Dimulai dengan Sony dan disusul oleh Microsoft, kini boss besar Nintendo juga melakukan hal yang sama.

ps microsoft nintendo
Menggunakan email internal, ketiga perusahaan besar video game – Nintendo, Sony, dan Microsoft mengecam kasus dan reaksi Activision Blizzard.

Ketiga pemimpin dari perusahaan tersebut melemparkan email internal yang isinya serupa – menyebut bahwa kasus yang diberitakan WSJ begitu buruk dan menakutkan, dan menyesali reaksi Activision terhadap pemberitaan tersebut. Ketiganya juga menegaskan bahwa apa yang terjadi di Activision sangatlah bertentangan dengan nilai-nilai yang mereka anut.

Belum ada informasi atau kepastian apakah ketiga pemegang platform ini akan melakukan sesuatu yang lebih tegas, seperti menendang game-game milik Activision hingga perubahan yang diinginkan terjadi misalnya. Satu yang pasti, bersatunya tiga perusahaan ini untuk masalah sebesar ini tentu saja jadi pemandangan yang melegakan hati. Apakah Activision akan berubah? Kita tunggu saja.

Source: Fanbyte

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…