Microsoft Beli Activision, Harga Saham Sony Jatuh 13% Hari Ini

Reading time:
January 19, 2022
playstation logo

Industri video game adalah bisnis yang masif. Tidak percaya? Lihat saja berapa banyak uang yang digelontorkan Microsoft untuk mengakusisi Activision Blizzard kemarin malam. Total hampir USD 70 Miliar dikeluarkan untuk membeli pemilik game masif sekelas Call of Duty, Diablo, dan Overwatch tersebut, angka yang hampir menandingi total uang yang dikeluarkan Disney untuk membeli Fox beberapa waktu yang lalu.  Satu hal lain? Peristiwa luar biasa seperti ini juga selalu mempengaruhi harga saham dari pihak yang berkaitan, bahkan mereka yang berada di posisi berseberangan sebagai kompetitor sekalipun. Hal inilah yang terjadi dengan Sony.

Aksi beli Microsoft atas Activision Blizzard langsung memicu pergerakan unik di pasar saham. Selain kenaikan harga saham Activision itu sendiri, ia juga mendorong kenaikan sama untuk beberapa publisher lain yang dianggap memiliki portofolio game potensial seperti Ubisoft, Capcom, Square Enix, hingga EA.

sony japan
Reaksi berita akusisi Microsoft atas Activision langsung membuat harga saham Sony jatuh hingga 13%, memotong nilai valuasi mereka hingga USD 20 miliar.

Namun sayangnya, hal sebaliknya terjadi dengan Sony. Sebagai pemilik Playstation, akuisisi Microsoft ditakuti akan membuat Playstation kehilangan beberapa pundi uang utamanya, seperti seri Call of Duty misalnya. Tidak main-main, saham Sony jatuh sebesar 13% hari ini di Tokyo, yang membuat perusahaan ini kehilangan nilai valuasi hingga USD 20 miliar besarnya.

Apa yang terjadi dengan harga saham Sony ini masih dianggap normal sebagai reaksi atas berita Microsoft kemarin. Salah satu analis bahkan menyebutnya sebagai reaksi berlebihan yang akan kembali normal dalam waktu dekat ini. Apakah Sony akan mampu melemparkan gebrakan yang sama mengejutkannya di masa depan? Kita tunggu saja.

 

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…