Review Atelier Sophie 2: Dunia Mimpi yang Ternyata Seru!

Reading time:
February 25, 2022

Kesimpulan

Atelier Sophie 2 jagatplay 6
Atelier Sophie 2 berujung jadi game JRPG turn-based yang terhitung solid. Anda yang pernah memainkan game racikan Gust tentu mengerti bahwa skala cerita, dunia, hingga interaksinya tidak akan segila game-game JRPG AAA yang lain. Walaupun demikian, ini tidak lantas menghapus sensasi bahwa proses crafting, sistem pertarungan duo-nya yang jadi fokus, dan ceritanya lumayan menarik yang ditawarkan Atelier Sophie 2 berujung menawarkan sesuatu yang seru.

Setelah kekecewaan yang dirasakan dari Ryza 2 karena desain misi yang harus diakui, berujung tidak memuaskan, eksistensi Atelier Sophie 2 datang dengan kejutan yang tidak pernah diprediksi. Bahwa dengan tanpa banyak menjual sensualitas, ia berujung jadi game JRPG yang solid dengan sistem yang seru dan menyenangkan. Pertarungan bisa mudah di musuh biasa, namun butuh strategi tersendiri pada saat melawan boss, yang kemudian melebur dengan proses crafting dan kemampuan mengendalikan cuaca yang menambahkan kompleksitas tersendiri. Cerita yang juga berhasil tampil cukup menarik untuk gamer yang tidak pernah memainkan seri pertamanya juga pantas mendapatkan acungan jempol.

Walaupun demikian, bukan berarti Atelier Sophie 2 adalah game yang sempurna. Fakta bahwa aksi Alchemy milik Sophie dan Plachta dipisahkan dalam dua level berbeda yang terkadang mendorong kebutuhan grinding saat level Alchemy mereka esensial untuk meracik item yang berhubungan dengan cerita utama tentu saja, meninggalkan rasa frustrasi tersendiri. Minimnya varian musuh yang Anda hadapi adalah salah satu catatan tersendiri, di luar Guide Book yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Guide Book ini hanya menuliskan material yang sudah Anda kumpulkan dan di area mana ia bisa didapatkan, tanpa informasi soal lokasi spesifik, cuaca apa ia aktif, ataupun opsi untuk menjadikan material yang Anda kejar itu sebagai highlight misalnya. Padahal potensinya untuk mempermudah perjalanan Anda, besar.

Namun terlepas dari kekurangan tersebut, Atelier Sophie 2 berujung jadi game JRPG turn-based yang terhitung solid. Anda yang pernah memainkan game racikan Gust tentu mengerti bahwa skala cerita, dunia, hingga interaksinya tidak akan segila game-game JRPG AAA yang lain. Walaupun demikian, ini tidak lantas menghapus sensasi bahwa proses crafting, sistem pertarungan duo-nya yang jadi fokus, dan ceritanya lumayan menarik yang ditawarkan Atelier Sophie 2 berujung menawarkan sesuatu yang seru.

 

Kelebihan

Atelier Sophie 2 jagatplay 120
Sudut cut-scene-nya tidak “dieksploitasi” atas nama sensualitas.

Absennya fokus pada sensualitas tidak lantas membuat karakternya tidak menarik

Sistem pertarungan berbasis serangan Duo

Pertarungan boss, terutama mendekati end-game, cukup menantang

Proses crafting butuh proses berpikir untuk efek maksimal

Resep kini butuh kerja keras ekstra untuk dibuka

Sistem atur cuaca sebagai puzzle saat eksplorasi

Sistem restock otomatis item yang sangat membantu

 

Kekurangan

Atelier Sophie 2 jagatplay 103
Naga menjadi satu-satunya monster yang “menarik” di sini.

Level Alchemy Sophie dan Plachta hadir berbeda

Varian musuh terlalu sedikit

Guide Book tidak banyak membantu saat Anda ingin mengejar material spesifik

 

Cocok untuk gamer: yang mencintai seri Atelier, menginginkan JRPG selingan yang solid

Tidak cocok untuk gamer: mengejar sensualitas sekelas Ryza, menginginkan pengalaman JRPG AAA

 

Screenshot

4K dengan Playstation 5

Atelier Sophie 2 jagatplay 104

 

Atelier Sophie 2 jagatplay 6 Atelier Sophie 2 jagatplay 7 Atelier Sophie 2 jagatplay 19 Atelier Sophie 2 jagatplay 16 Atelier Sophie 2 jagatplay 31 Atelier Sophie 2 jagatplay 43 Atelier Sophie 2 jagatplay 47 Atelier Sophie 2 jagatplay 50 Atelier Sophie 2 jagatplay 69 Atelier Sophie 2 jagatplay 116 Atelier Sophie 2 jagatplay 91 Atelier Sophie 2 jagatplay 74 Atelier Sophie 2 jagatplay 107 Atelier Sophie 2 jagatplay 120 Atelier Sophie 2 jagatplay 30 Atelier Sophie 2 jagatplay 67 Atelier Sophie 2 jagatplay 12
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…

PlayStation

April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…
April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…