Review Valkyrie Elysium: Demi Odin!

Reading time:
October 7, 2022

Terasa Seperti RPG Setengah Hati

Valkyrie Elysium jagatplay 133
Antara budget rendah atau karena keputusan kreatif, Valkyrie Elysium datang dengan desain RPG setengah hati.

Terlepas dari sistem pertarungan yang seru dan menyenangkan, sayangnya Valkyrie Elysium diterpa oleh masalah yang sepertinya mengitari banyak game-game RPG racikan Square Enix yang lain sejauh ini, bahwa ia datang dengan budget terbatas atau dikerjakan oleh tim yang kecil. Konsekuensinya adalah kenyataan pahit bahwa Anda tidak akan bertemu dengan pengalaman identik JRPG yang Anda inginkan hampir dari semua sektor yang ada.

Keluhan pertama kami datang dari fakta bahwa untuk sebuah kisah yang menjadikan mitologi Norse sebagai basis, yang notabene sudah mendekati akhir cerita Ragnarok yang seharusnya epik dan penuh kehancuran, Valkyrie Elysium justru terasa terlalu tenang. Bayangkan saja bahwa cerita katastropik yang bahkan mampu diwujudkan Valkyrie Profile masa lampau dengan lebih baik ini berakhir dengan Anda melakukan: eksplorasi di kota sepi, berbicara dengan hanya Odin dI Valhalla yang terlihat baik-baik saja, bertarung dengan monster yang tak terlihat cukup kuat untuk menghancurkan dunia, dan menikmati kisah-kisah sampingan dari bunga-bunga alih manusia. Ia tak terasa seperti sebuah kisah yang disiapkan untuk proporsi yang epik.

Valkyrie Elysium jagatplay 14
Cerita “berat” soal pertarungan dewa, monster, dan kiamat yang sama sekali tidak diwakili oleh kondisi yang Anda temukan saat eksplorasi.
Valkyrie Elysium jagatplay 53
Dengan jumlah Einherjar yang sedikit, setiap karakter ini harusnya dapat highlight yang kuat. Namun nyatanya? Mereka benar-benar karakter pendukung satu dimensi yang gagal menarik dari sisi kepribadian ataupun cerita.

Keluhan kedua juga datang dari cara mereka menangani Einherjar yang notabene hanya berjumlah empat di sini. Dengan kuantitas yang lebih sedikit, Square Enix dan Soleil sebenarnya punya kesempatan besar untuk menggali peran mereka lebih dalam dan membuat mereka jauh lebih bermakna di sisi cerita. Yang terjadi? Keempat karakter ini ditangani dengan setengah hati. Bahkan harus diakui, tidak sedikit Einherjar di Valkyrie Profile yang datang dengan kepribadian dan motivasi lebih unik daripada keempat Einherjar di sini yang kesemuanya berjalan lurus dan eksis hanya untuk setia pada apapun misi yang diemban oleh si Valkyrie. Lebih parahnya lagi? Alih-alih dilebur ke dalam cerita utama, opsi untuk mengenal latar belakang tiap Einherjar ini justru dilakukan dengan audio drama berbasis teks dan tanpa dramatisasi yang harus Anda picu sendiri dari halaman Collection. Hal ini juga diperburuk dengan sistem perekrutan membosankan yang hanya meminta Anda mencari dan memicu item-item spesifik saat misi utama berjalan.

Seperti yang bisa diprediksi, keluhan tambahan juga datang dari cara mereka menangani misi sampingan dan sistem upgrade yang ada. Untuk misi sampingan, Anda biasanya akan berujung hanya menyentuh bola-bola sinar di sekitar area misi tanpa interaksi yang lebih dalam, yang kemudian membuka misi sampingan yang biasanya meminta Anda untuk kembali ke area yang sama. Interaksi minim ini membuat Anda sulit peduli soal cerita yang sebenarnya tengah Anda lalui, apalagi jika ia selalu berakhir dengan aksi membersihkan musuh hingga tuntas, apapun cerita yang ia bawa. Hal ini juga berlaku pada misi-misi sampingan para Einherjar yang bisa membuka skill baru. Pada akhirnya, misi-misi ini tak punya banyak makna, gagal membuat Anda peduli, dan berakhir dengan lebih banyak pertarungan juga,.

Valkyrie Elysium jagatplay 164
Mendengarkan bunga atau bola bersinar berbicara? Ugh.
Valkyrie Elysium jagatplay 106
Anda tidak bisa lebih kuat daripada apa yang diizinkan progress cerita, terutama untuk urusan Gems yang dibutuhkan.

Sistem upgrade yang sempat kami ceritakan sebelumnya dimana ia berbasiskan sistem Gems yang jatuh dari ragam aktivitas juga membuat game ini semakin linear. Apa pasal? Kelangkaan varian Gems tertentu justru didesain sebagai tembok penghalang alih-alih sesuatu yang mendorong Anda untuk melakukan aksi eksplorasi lebih banyak. Tembok penghalang? Benar sekali. Akan ada beberapa gems yang baru pertama kali Anda buka ketika masuk ke chapter cerita tertentu dengan nihilnya opsi untuk mendapatkannya lebih awal dengan cara apapun. Ini berarti proses penguatan Valkyrie ataupun senjata yang ia gunakan pada akhirnya ditentukan oleh seberapa jauh cerita yang ada dan apakah si game sudah memperbolehkan Anda mengakses opsi tersebut atau tidak. Cukup mengecewakan.

Dengan sistem pertarungan yang di mata kami sudah berhasil mereka eksekusi manis, yang notabene bukan pekerjaan mudah untuk game seperti Valkyrie yang notabene menjadi karakter seperti Einherjar sebagai bagian integral yang tak terpisahkan, Square Enix sebenarnya sudah melakukan setengah tugas dari mereka dengan baik. Mengapa setengahnya lagi, yang notabene mendefinisikan sisi RPG-nya dan yang tak terelakkan, akan terus dibandingkan dengan Valkyrie Profile berujung tak dieksekusi dengan baik? Itu pertanyaan besarnya.

Kesimpulan

Valkyrie Elysium jagatplay 161
Kekurangan-kekurangan ini memang tidak lantas membuat Valkyrie Elysium tak layak dimainkan. Ada daya tarik yang solid di sana, terutama untuk sistem pertarungan yang diusung. Namun dengan lemahnya sisi cerita yang diusung, kami lebih merekomendasikan Anda untuk menunggunya di harga yang Anda anggap rasional dan terjangkau.

Menggembirakan sepertinya bukanlah reaksi yang berlebihan untuk melihat fakta bahwa Square Enix kembali menaruh perhatian untuk franchise legendaris yang sudah lama vakum seperti Valkyrie. Walaupun tidak hadir dengan seri utama dan lebih memilih melahirkannya dalam bentuk spin-off di tangah developer yang berbeda, ia tetap memicu harapan tersendiri bahwa ini akan menjadi awal yang baru. Apalagi Soleil mengeksekusinya dengan cukup baik, terutama caranya menerjemahkan sistem Einherjar yang legndaris ke dalam format action RPG yang ternyata berujung fantastis. Setiap pertarungan terasa cepat, seru, dan tetap butuh level strategi tersendiri untuk dieksekusi. Sayangnya, kekuatan tersebut tidak didukung oleh elemen yang lain.

Pada akhirnya, kekuatan sistem pertarungan tersebut dicederai oleh eksekusi elemen RPG lain yang terasa setengah hati. Fakta bahwa mereka memotret event sekelas Ragnarok sebagai event yang tenang alih-alih sesuatu yang penuh chaos dan kehancuran tentu saja membuat tone Valkyrie Elysium terasa absurd. Apalagi ketika sumber utama interaksi yang Anda dapatkan lebih banyak datang dari bunga-bunga berbicara yang mewakili karakter tertentu alih-alih misalnya, bertemu dengan arwah yang menyerupai sosok mereka misalnya. Misi sampingan dengan desain kuno, minimnya perhatian pada para Einherjar untukmelebur mereka ke cerita utama dengan cara yang lebih bermakna, hingga sistem upgrade yang terasa linear membuat pengalaman Valkyrie Elysium tak sebaik yang diharapkan.

Kekurangan-kekurangan ini memang tidak lantas membuat Valkyrie Elysium tak layak dimainkan. Ada daya tarik yang solid di sana, terutama untuk sistem pertarungan yang diusung. Namun dengan lemahnya sisi cerita yang diusung, kami lebih merekomendasikan Anda untuk menunggunya di harga yang Anda anggap rasional dan terjangkau.

 

Kelebihan

Valkyrie Elysium jagatplay 152
Taika yang siap meluluhkan hati.

Pendekatan visual cukup unik

Sistem pertarungan yang ternyata seru dan strategis

Taika

OST yang lumayan epik

Multiple Endings tersedia

 

Kekurangan

Valkyrie Elysium jagatplay 49
“Nanimo nanimo mada shiranu”

Naruto-run? Naruto-run??!

Gagal memanfaatkan mitologi secara maksimal untuk ceritayang epik

Terlalu “tenang” untuk sebuah masa mendekati kiamat

Desain quest kuno yang selalu meminta Anda bertarung

Progress karakter dan senjata dibatasi progress cerita

Gagal mengintegrasikan para Einherjar dengan baik ke dalam cerita

Latar belakang Einherjar disajikan dalam bentuk audio drama

Ragam lokasi yang Anda kunjungi di Midgard berujung hambar

 

Cocok untuk gamer: penggemar berat seri Valkyrie, menginginkan action RPG yang seru

Tidak cocok untuk gamer: yang memimpikan cerita mitologi Norse yang epik, yang menginginkan kompleksitas cerita atau karakter sekelas Valkyrie Profile

 

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

January 20, 2023 - 0

Review A Space for the Unbound: Standar Tertinggi Game Indonesia Saat Ini!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh A Space for the Unbound?…
October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…

PlayStation

January 30, 2023 - 0

Review Dead Space Remake: Isak Tangis di Luar Angkasa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dead Space Remake ini? Apa…
December 22, 2022 - 0

Review Crisis Core – Final Fantasy VII Reunion: Reunian dengan Muka Baru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Crisis Core – Final Fantasy…
December 8, 2022 - 0

Review Star Ocean – The Divine Force: Bukan Melesat, Malah Meleset!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Star Ocean: The Divine Force?…
December 7, 2022 - 0

Review The Callisto Protocol: Permulaan yang Menjanjikan!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Callisto Protocol ini? Mengapa…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…