Review Final Fantasy XVI: Fantasi Tinggi Melebihi Ekspektasi!

Reading time:
June 21, 2023
final fantasy xvi review jagatplay 12

Menyebutnya sebagai salah satu franchise RPG terpopuler yang keluar dari daratan Jepang memang tidak berlebihan. Sejak era konsol generasi pertama mengemuka, Square Enix yang dikala itu masih bernama Squaresoft berhasil melepas Final Fantasy yang seperti namanya, memang mereka jadikan sebagai tumpuan terakhir untuk mendulang uang setelah terancam gulung tikar. Berujung sukses besar, tumbuh dan eksis hingga saat ini, setiap angka utama yang dilepas bersama dengan namanya seolah menjadi testimoni tidak langsung soal popularitas franchise ini walaupun tidak serta merta soal kualitasnya.  Setelah menantikan cukup lama, sang seri terbaru – Final Fantasy XVI akhirnya meluncur.

Ada banyak alasan untuk menantikan seri ini memang, namun sumber terbesarnya datang dari keterlibatan seorang Naoki Yoshida yang membawahi Creative Business Unit III sebagai penanggung jawab untuk seri ini. Yoshida sendiri seringkali dilihat sebagai sosok yang tidak hanya berhasil menyelamatkan Final Fantasy XIV dari keterpurukan, tetapi mendorongnya menjadi salah satu game MMORPG tersukses saat ini. Ia berhasil menggandeng mantan desainer sistem pertempuran Devil May Cry 5 – Ryota Suzuki dan juga komposer musik epic XIV – Masayoshi Soken. Sejauh mata memandang, trailer dan screenshot yang dilepas juga memamerkan cita rasa Final Fantasy super dewasa yang belum pernah kita nikmati sebelumnya.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Final Fantasy XVI ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game fantasi tinggi yang melebihi ekspektasi? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

 

 

 

Perhatian: Review ini hadir tanpa spoiler. Square Enix melarang penggunaan screenshot yang ditangkap langsung dari game, sehingga semua screenshot di artikel ini diambil dari trailer resmi yang sempat mereka rilis selama ini.”

 

 

 

Plot

final fantasy xvi review jagatplay 26
Selamat datang di Valisthea yang dipenuhi Mothercrystals, sumber energi Aether yang justru berujung jadi salah satu motivasi konflik.

Selamat datang di Valisthea, sebuah dunia dengan kekuatan magis di dalamnya. Sebuah dunia dimana kristal-kristal raksasa bernama Mothercrystals menjadi sumber tenaga utama bagi beragam kerajaan yang berdiri di atasnya. Sebuah dunia yang di saat yang sama, harus bertarung dengan wabah tak terhentikan yang membuat keseluruhan daratan tak lagi layak dihuni bernama Blight. Sebuah dunia dimana Anda – Clive Rosfield hidup.

Dengan situasi yang mengitari Blight yang terus menyebar, tidak sedikit dari kerajaan-kerajaan ini mau tidak mau harus berperang satu sama lain untuk memperebutkan daratan yang masih layak tanam dan huni. Namun tidak bisa asal sekadar menyerang begitu saja, setiap kerajaan ini juga memiliki senjata pemungkas bernama Dominants. Dominants merupakan orang-orang terpilih yang bisa berubah menjadi monster raksasa berkekuatan masif – Eikon, yang biasanya terikat pada satu elemen spesifik saja. Kemampuan Eikon yang tak sulit untuk menghabisi ratusan pasukan hingga meratakan satu negara dengan mudah inilah yang membuat perperangan terus berada di titik imbang, memicu lebih banyak intrik belakang layar untuk saling menjatuhkan dengan resiko sekecil mungkin. Lebih aneh lagi? Valisthea juga dipenuhi dengan sisa peninggalan peradaban sebelumnya bernama Fallen yang misterius.

final fantasy xvi review jagatplay 8
Anda akan berperan menjadi Clive Rosfield di tiga fase hidup yang berbeda.

Anda akan berperan sebagai Clive Rosfield di tiga titik berbeda dalam hidupnya, dimana semuanya berawal ketika ia masih remaja berusia 15 tahunan. Tinggal sebagai salah satu bangsawan di Kerajaan Rosaria, konflik ini akhirnya menghampiri dirinya dan sang adik – Joshua di satu titik. Serangan diam-diam yang dilancarkan oleh sang musuh berhasil membuat raja Rosaria sekaligus ayah Clive dan Joshua – Elwin harus berujung tak lagi menyatu dengan kepalanya. Di tengah situasi penuh kepanikan dan ketakutan ini, Joshua yang notabene seorang Dominants memicu Eikon Phoenix untuk lahir dan eksis. Namun ini menjadi awal dari keanehan yang belum pernah terjadi di Valisthea sebelumnya.

Di tengah ketakutan bahwa Joshua yang kini menjelma menjadi seorang Phoenix tak mampu mengendalikan diri, Clive juga tiba-tiba mampu bertransformasi menjadi Eikon lain bernama Ifrit yang juga memiliki elemen api seperti Phoenix. Selama sejarah eksistensi Valistha, tidak pernah ada situasi dimana dua Eikon dengan elemen yang serupa berbagi satu ruang dunia yang sama. Perubahan ini pun berujung pada konflik keduanya, yang berujung pada pingsannya Clive dan hilangnya Joshua tanpa jejak.

Lantas, nasib seperti apa yang menunggu Clive dan Joshua? Apa sebenarnya Ifrit dan mengapa ia bisa eksis sebagai Eikon api yang kedua? Konflik seperti apa yang menanti Valisthea? Apa pula sebenarnya peradaban Fallen itu? Mampukah mereka mengatasi Blight yang juga terus mengintai? Semua jawaban dari pertanyaan ini akan bisa Anda dapatkan dengan memainkan Final Fantasy XVI ini nantinya.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

July 3, 2024 - 0

Review Wuthering Waves: Penuh Pasang dan Surut!

Apa yang ditawarkan oleh Wuthering Waves? Mengapa kami menyebutnya sebagai…
June 28, 2024 - 0

Impresi Zenless Zone Zero (Build Terbaru): Lebih Cepat, Lebih Ketat!

Kami berkesempatan menjajal build terbaru Zenless Zone Zero. Apakah kami…
June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…

PlayStation

July 17, 2024 - 0

Review Kunitsu-Gami: Antara Suka Atau Benci!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kunitsu-Gami ini? Apa yang membuat…
June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…