JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Reading time:
March 21, 2024

 

rise of the ronin interview jagatplay

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar game action racikan Team Ninja di bawah bendera Koei Tecmo? Dengan rekam jejak yang sudah mereka bangun selama ini, maka daya tarik serupa Ninja Gaiden dan Nioh yang punya tingkat kesulitan tinggi sepertinya menjadi salah satu hal yang bisa kita antisipasi. Namun untuk judul yang satu ini, ia hadir berbeda. Bukan hanya karena fokus yang sepertinya jauh lebih banyak untuk menyuntikkan cerita bak drama Jepang di era feudal sebagai nilai jual saja, tetapi juga konsep dunia terbuka yang tidak banyak dieksplorasi oleh Team Ninja sebelumnya. Benar sekali, kita tengah bicara soal Rise of the Ronin untuk Playstation 5.

Dengan rilis yang tinggal menghitung jam pada saat artikel ini dilepas, kami juga berkesempatan untuk ngobrol langsung dengan dua pentolan Rise of the Ronin – Yosuke Hayashi (Producer) dan Fumihiko Yasuda (Game Director) terkait game open-world yang harus diakui, hadir dengan proses marketing cukup efektif lewat trailer dan screenshot kerennya. Ada banyak rasa penasaran kami yang terjawab, dari masalah sistem faksi yang ia usung, “keanehan” kehadiran glider di game seperti ini, dan tentu saja pilihan tingkat kesulitan yang ia hadirkan.

Lantas, pertanyaan-pertanyaan apa saja yang kami lemparkan pada keduanya secara eksklusif? Ini dia:

JagatPlay: Dari video behind the scene yang sempat dirilis oleh Team Ninja, jelas ada usaha yang keras untuk mengejar pengalaman klasik otentik di Rise of the Ronin. Tetapi di sisi lain, kalian juga menghadirkan konten seperti glider. Apakah glider ini memang didasarkan pada sesuatu yang eksis beneran di sejarah?

Yasuda: Glider yang Anda gunakan memang sesuatu yang didesain oleh seorang inventor di era Bakumatsu. Tentu saja kami ingin mempertahankan setting dan pengalaman realistik dengan game ini, tetapi kami juga ingin menyuntikkan inovasi ini untuk membuat gameplay lebih menarik.

rise of the ronin preview jagatplay 8

JagatPlay: Apakah tidak ada ketakutan kalau glider ini justru merusak sensasi imersif game ini? Apakah tim pernah membicarakan kekhawatiran ini?

Yasuda: Selama proses pengembangan sih kita sama sekali tidak punya kekhawatiran itu ya. Saya tahu gamer-gamer yang cuma nonton trailer akan langsung berasumsi bahwa glider ini membuat Rise of the Ronin tidak terasa realistis. Tetapi kami yakin gamer yang sudah bermain dan merasakan game ini akan merasa bahwa elemen ini bercampur dengan sangat baik dengan gameplay yang ada. Ia tidak akan membuat pengalaman historis ini berantakan.

JagatPlay: Apakah ada alasan kenapa tiba-tiba kalian memutuskan untuk menawarkan pilihan tingkat kesulitan di Rise of the Ronin?

Yasuda: Ya, untuk Rise of the Ronin kami menyediakan tiga pilihan tingkat kesulitan. Kami menyiapkan HARD MODE untuk gamer yang sudah mencicipi judul Team Ninja sebelumnya dan yang ingin sensasi aksi yang menegangkan. Tetapi kami juga menyiapkan EASY MODE untuk gamer-gamer yang tidak terlalu familiar dengan game aksi. Untuk judul ini, kita tidak hanya menawarkan sisi aksi saja, tetapi juga dunia terbuka via skema open-world dan cerita. Jadi kami tentu ingin lebih banyak jenis gamer bisa menikmati pengalaman yang sudah kami sediakan via Rise of the Ronin ini.

JagatPlay: Kami tahu bahwa game ini akan mengusung 3 faksi di dalamnya. Bisa jelaskan bagaimana sistem ini bekerja? Seberapa awal cabang cerita ini akan muncul berbasis sistem ini? Dan apakah kita bisa menyelesaikan game sebagai RONIN netral yang berujung tidak memihak siapapun di akhir?

Yasuda: Memang akan ada karakter-karakter di dalam game yang memihak faksi tertentu, dan bergantung dengan siapa Anda membangun hubungan (Bond), keberpihakan Anda pada faksi spesifik juga akan berubah. Ini juga akan berjalan dinamis, dimana jika Anda membangun Bond dengan satu karakter dari faksi tertentu maka ia juga bisa mempengaruhi  Bond Anda dengan karakter lain dari faksi berlawanan.

Sementara untuk masalah “netral”, Anda akan bisa memainkan keseluruhan Rise of the Ronin tanpa harus banyak peduli dengan sistem faksi ini. Tetapi nantinya akan ada momen pertarungan besar di dalam game yang melibatkan dua faksi, dan di sana Anda tetap harus memilih salah satunya.

JagatPlay: Apakah gamer akan terkunci dari misi satu faksi tertentu jika dia memilih faksi yang lain, terutama yang berlawanan?

Yasuda: Ya akan ada momen seperti itu di dalam cerita, namun tidak akan sering terjadi. Tetapi kami memang mendesain, sebisa mungkin, agar gamer bisa menikmati sebanyak mungkin kemungkinan yang tersedia.

rise of the ronin ps5

JagatPlay: Rise of the Ronin bisa dibilang sebagai salah satu game open-world pertama Team Ninja. Bagi Team Ninja, apa tantangan tersulit saat mengembangkannya? Dan hal apa yang dijadikan fokus?

Hayashi: Kalau berbicara soal open-world, kita tentu harus memikirkan elemen gameplay seperti apa yang mau disuntikkan. Ini akan sangat penting untuk menentukan arah si game itu sendiri. Game kami sebelumnya dikenal karena sisi aksi dan tingkat kesulitannya, oleh karena itu kami tetap ingin mempertahankan hal tersebut namun kini mengaplikasikannya di dunia terbuka. Memang ada pertanyaan besar: apa jadinya jika Team Ninja membuat game open-world, bagaimana ia akan terlihat, dan itu menjadi fokus kami untuk game ini.

Sementara untuk tantangan, game open-world sebenarnya menawarkan potensi untuk bisa bergerak ke mana saja. Jadi menentukan apa yang kami mau adalah bagian paling penting untukmemastikan arah Rise of the Ronin.

JagatPlay: Bicara soal voice acting bahasa Inggris, yang notabene seringkali sulit untuk diaplikasikan di game dengan konten drama sejarah yang kental seperti Rise of the Ronin. Apakah Team Ninja mengawasi proses ini? Atau menyerahkan sepenuhnya kepada agency begitu saja?

Yasuda: Kalau untuk VA Jepang, kita sih langsung terlibat dalam proses pengarahannya. Tetapi untuk VA inggris, baik recording ataupun talenta, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Sony untuk urusan ini. Kami percaya hasilnya punya kualitas tinggi.

JagatPlay: Rise of the Ronin mengusung sistem loot yang mirip dengan Nioh. Apa memang game ini butuh sistem loot seperti ini? Dan bagaimana caranya supaya dia tidak terasa “berlebihan” untuk gamer yang main di mode Easy atau normal?

Yasuda: Untuk urusan loot, enggak cuman buat sistem bertarung saja tetapi juga untuk sisi eksplorasi. Untuk bertarung, player bisa memilih dan menggunakan senjata yang kira-kira menguntungkan dia jika dibandingkan dengan senjata musuh. Kami sendiri sudah menurunkan kuantitas jumlah loot di Rise of the Ronin jika dibandingkan Nioh. Jadi tidak “segila” Nioh.

rise of the ronin preview jagatplay 9

JagatPlay: Saya sendiri sih belum coba karena server-nya sendiri belum online saat interview ini. Tapi saya penasaran bagaimana caranya sistem co-op Rise of the Ronin bekerja, mengingat ada perbedaan difficulty di sini. Apakah gamer yang EASY bisa gabung ke HARD? Bagaimana cara balancing-nya?

Yasuda: Proses matching sudah pasti akan mengimplementasikan Level Sync di dalamnya. Sementara untuk tingkat kesullitan, gamer yang jadi host misi akan memilih dan menentukan tingkat kesulitannya. Sementara player yang bergabung juga bisa mencari misi berdasarkan pilihan tingkat kesulitannya.

JagatPlay: Terus keuntungannya main di multiplayer HARD apa?

Yasuda: Jumlah experience, kualitas equipment, dan drop rate akan lebih tinggi di multiplayer HARD.

JagatPlay: Oke, untuk pertanyaan saya yang terakhir. Menurut Team Ninja, apa yang menjadi daya tarik utama Rise of the Ronin dengan game open-world lainnya? Terutama untuk yang punya setting Jepang kuno juga?

Hayashi: Untuk judul yang satu ini, daya tarik utamanya menurut kami sih di kesempatan untuk menjalani cerita sebagai seorang Ronin. Seorang Ronin yang tentu saja “bebas” di era Bakumatsu, lengkap dengan identitas game Team Ninja selama ini di dalamnya. Kami yakin ketika gamer mencicipinya, mereka akan menemukan elemen-elemen yang tidak bisa mereka temukan di game lain. Jadi semoga mereka menikmati Rise of the Ronin!

Rise of the Ronin sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 22 Maret 2024 untuk Playstation 5. Tertarik?

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…