CEO Level-5 Ungkap Mimpi Racik Game Erotis dan Brutal!

Reading time:
May 2, 2024
inazuma eleven

Jika Anda cukup menikmati game-game racikan developer Jepang, maka Anda sepertinya tidak akan asing lagi dengan nama developer Level-5. Sejauh mata memandang, developer yang satu ini memang terkenal untuk game keren dengan cita rasa anime kental, dimana cerita dan gameplay dibangun di atas visualiasi penuh warna-warna cerah. Kita bicara soal game-game sekelas Professor Layton, Inazuma Eleven, dan Yo-kai Watch yang notabene bisa dinikmati oleh hampir semua kelompok umur. Namun siapa yang menyangka bahwa di tengah situasi yang satu ini, sang CEO ternyata punya ambisi yang bertolak belakang.

Dalam interview terbarunya, CEO Level-5 – Akihiro Hino datang dengan sebuah pengakuan yang mengejutkan. Ia menyebut bahwa jika harus dijelaskan secara ekstrim, ia selalu punya ambisi untuk meracik game dengan konten erotis dan penuh kekerasan dengan rating 18+.  Namun situasi Level-5 saat ini tidak memungkinkan hal tersebut, dimana ia punya tanggung jawab untuk terus melanjutkan seri yang ada sembari membangun IP terbaru berkolaborasi dengan pihak lain.

layton
CEO Level-5 mengungkapkan mimpinya untuk meracik game penuh konten erotis dan kekerasan ala gaya Suda51.

Hino bahkan menyebut bahwa dalam dirinya terdapat “Dunia Abnormal” penuh ide gila yang sayangnya, takut ia “kunjungi” dan ia lebih memilih untuk mengeksplorasi ide dari bagian pikirannya yang bersih. Namun Hino tetap berharap bahwa di satu titik di masa depan, ketika Level-5 sudah stabil, kesempatan itu akan tiba.

Hal tersebut diungkapkan Hino dalam wawancaranya bersama dengan Suda51 yang selama ini memang terkenal melahirkan game-game penuh konten serupa sekelas Killer7 dan No More Heroes. Bagaimana menurut Anda? Pernah membayangkan game erotis penuh kekerasan dari developer sekelas Level-5?

Source: Automaton

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…
April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…