Gamer Cerdik Gabungkan 2 GeForce RTX 30, Ringankan Beban Frame Generation
Gamer cerdik berhasil gabungkan GeForce RTX 3090 dan RTX 3050 untuk ringankan proses AI Frame Generation demi tingkatkan performa gaming.
Akibat terus menanjaknya harga kartu grafis belakangan ini, sebagian gamer PC mulai mencari cara kreatif untuk meningkatkan kemampuan hardware yang mereka miliki. Berkat tren tersebut, sebuah eksperimen unik dari komunitas berhasil menarik perhatian, karena menunjukkan bahwa GPU Nvidia lama ternyata masih bisa memiliki peran penting di era AI.
Seorang pengguna Reddit (via Tom’s Hardware) berhasil memasangkan GeForce RTX 3090 dengan GeForce RTX 3050 dalam satu sistem PC. Namun, semua itu bukan ditujukan untuk memanfaatkan konfigurasi multi-GPU seperti SLI di masa lalu, karena konfigurasi ini untuk membagi tugas kedua kartu grafis tersebut. RTX 3090 menangani proses rendering game, sementara RTX 3050 secara khusus menjalankan proses AI Frame Generation melalui aplikasi Lossless Scaling.

Hasilnya cukup mengejutkan. Melalui hasil pengujian yang dibagikan via media sosial, performa game di resolusi 4K meningkat dari sekitar 71 FPS menjadi 144 FPS, memungkinkan pengguna memaksimalkan refresh rate monitor 144Hz tanpa harus membeli GPU generasi terbaru. Karena proses frame generation dipindahkan ke GPU kedua, RTX 3090 dapat tetap fokus melakukan render frame asli sehingga beban kerjanya menjadi lebih ringan.
Menariknya lagi, eksperimen ini tidak memanfaatkan teknologi resmi seperti DLSS Frame Generation, yang hanya tersedia pada GPU GeForce RTX 40 Series ke atas. Sebagai gantinya, pengguna menggunakan Lossless Scaling, software pihak ketiga yang mampu menghadirkan frame generation di berbagai GPU, bahkan dapat dijalankan menggunakan kartu grafis sekunder. Pendekatan ini membuka kemungkinan baru bagi gamer yang masih menyimpan GPU lama di rumah.
Meski demikian, bukan berarti konfigurasi seperti ini akan menjadi tren baru. Dukungan multi-GPU untuk gaming modern praktis sudah ditinggalkan oleh sebagian besar developer, sementara penggunaan dua kartu grafis tetap membutuhkan motherboard, slot PCIe, serta power supply yang memadai. Selain itu, frame generation juga tidak meningkatkan performa rendering sesungguhnya, melainkan menghasilkan frame tambahan agar animasi terlihat lebih mulus. Dengan kata lain, solusi ini lebih cocok disebut sebagai eksperimen menarik dibanding rekomendasi untuk semua gamer.
Terlepas dari segala keterbatasannya, eksperimen ini memperlihatkan satu hal yang menarik. Ketika harga GPU baru kembali menunjukkan tren kenaikan, kreativitas komunitas PC justru mampu menemukan cara baru untuk memanfaatkan hardware lama. Daripada membiarkan kartu grafis lawas menganggur di gudang, siapa sangka perangkat tersebut justru bisa menjadi “prosesor AI” khusus untuk meningkatkan pengalaman bermain game.
Bagaimana menurut Anda mengenai eksperimen yang menarik ini?










