Handheld Lenovo Legion Go Dikabarkan Mati Total Akibat Update Bios
Update BIOS resmi Lenovo Legion Go dilaporkan membuat sebagian perangkat mati total, dengan biaya perbaikan tinggi bila garansinya habis.
Bagi pengguna perangkat, update firmware seharusnya menjadi cara paling aman untuk meningkatkan stabilitas sebuah perangkat. Namun ketika pembaruan resmi justru membuat hardware tidak lagi bisa digunakan, maka otomatis kepercayaan pengguna tentu ikut dipertaruhkan. Situasi inilah yang kini tengah dihadapi sebagian pemilik Lenovo Legion Go, setelah update BIOS dilaporkan menyebabkan handheld gaming tersebut tidak bisa digunakan.
Masalah ini dikaitkan dengan BIOS versi N3CN42WW untuk Legion Go generasi pertama (8APU1). Sejumlah pengguna via Reddit melaporkan perangkat mereka hanya menampilkan layar hitam setelah proses update selesai, meski lampu indikator, kipas, dan controller masih menyala. Berbagai metode pemulihan, termasuk fitur BIOS self-healing maupun penggunaan monitor eksternal, disebut tidak berhasil menghidupkan perangkat kembali. Hingga berita ini ditulis, BIOS tersebut masih tersedia di server dukungan Lenovo.

Kontroversi semakin memanas setelah salah seorang pengguna via Reddit mengaku menerima estimasi biaya perbaikan sekitar €237, atau lebih dari USD 250 karena masa garansi perangkatnya telah berakhir. Sebaliknya, pengguna yang masih berada dalam masa garansi dilaporkan memperoleh penggantian atau perbaikan tanpa biaya. Hingga saat ini Lenovo juga belum memberikan pernyataan resmi yang mengakui adanya masalah pada BIOS tersebut, meski laporan dari komunitas terus bermunculan.
Saat ini, komunitas memperingatkan pengguna Legion Go lain untuk tidak melakukan update BIOS demi menghindari masalah serupa. Untuk pengguna yang telah terkena masalah dan masih memiliki garansi, menghubungi pihak resmi Lenovo masih menjadi langkah terbaik. Sedangkan untuk pengguna yang tidak lagi dilindungi garansi, komunitas sempat menyarankan lakukan rollback BIOS ke versi N3CN40WW, tetapi harus siap menanggung risiko besar bila melakukan kesalahan.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya respons cepat dari produsen. Jika memang penyebabnya berasal dari firmware resmi, banyak pengguna tentu berharap Lenovo segera menarik update tersebut, memberikan solusi pemulihan yang mudah, atau bahkan memperbaiki perangkat terdampak tanpa mempersoalkan status garansi.
Bagaimana menurut Anda mengenai masalah yang terjadi pada Lenovo Legion Go ini? Apakah Anda termasuk pengguna Lenovo Legion Go yang juga terdampak oleh masalah firmware ini?










