Review Resident Evil 6: Tidak Sebaik yang Dibayangkan!
Tetap Dengan Kesempatan Multi-Player Split-Screen


Multi-player split-screen yang disertakan Capcom di seri sebelumnya, ternyata tetap dipertahankan di seri keenam. Sebuah keputusan yang tentu saja pantas untuk diapresiasi. Dengan permainan yang selalu ditemani oleh seorang karakter pendukung, ini tentu menjadi keputusan yang boleh dikatakan tepat, memungkinkan gamer untuk menjelajahi luasnya dunia Resident Evil 6 bersama dengan gamer yang lain. Apa keuntungannya memainkan Resident Evil 6 secara split-screen? Bukankah kenyamanan menjadi terganggu ketika layar televisi Anda dipaksa untuk dibagi dua layar yang lebih kecil? Tenang saja, ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan darinya. Selain tingkat kesulitan yang menjadi lebih mudah, Anda juga dapat mengumpulkan skill points lebih banyak setiap kali menempuh jalur permainan yang menuntut kedua karakter Anda untuk berpisah jalan. Mengapa? Bermain sendiri, karakter pendukung yang digunakan AI biasanya hanya berfokus untuk menghancurkan setiap musuh yang ada tanpa kemampuan untuk mengumpulkan setiap item yang jatuh darinya. Jika kedua jalur dijalankan oleh manusia? Item tentu menjadi prioritas yang tidak mungkin terlewatkan.
Kesimpulan

Mengecewakan, inilah mungkin kata yang cukup untuk menggambarkan keseluruhan pengalaman yang didapatkan dari seri terbaru – Resident Evil 6. Klaim Capcom yang sempat mengumbar bahwa seri keenam ini akan menjadi seri terbaik di keseluruhan franchise tidak terbukti tepat. Hal yang berkebalikan justru terjadi. Di balik luasnya dunia yang ia tawarkan lewat cerita empat karakter yang berbeda di dalamnya, Capcom gagal menawarkan sebuah pengalaman bermain yang solid dan memukau. Ia terkesan tampil setengah-setengah, seolah merepresentasikan kecemasan Capcom untuk menetapkan sebuah genre yang konsisten untuk Resident Evil 6. Disebut sebagai sebuah game horror? Tidak ada ketakutan lagi yang ditawarkan. Disebut sebagai sebuah game action? Beragam kekurangan di sisi gameplay dan fitur baru yang ada justru membuatnya semakin kurang sempurna, kurang intuitif, dan sulit untuk dinikmati. Disebut sebagai interactive novel karena banyaknya quick time event? Porsi yang ia tawarkan memang hampir mendekati genre tersebut, namun tidak menjadi inti gameplay dan membuatnya pantas untuk mendapatkan predikat tersebut. Jika Capcom mengakui Resident Evil 6 sebagai sebuah game action, maka mereka harus siap menerima fakta bahwa mereka tidak mampu memaksimalkan genre tersebut dan justru merusaknya.
Selain AI yang dapat diandalkan, multiplayer split-screen, dan jalinan plot yang ada, hampir tidak ada yang dapat dibanggakan dari Resident Evil 6. Semua seolah berjalan salah. Banyaknya quick time events menghancurkan flow permainan yang sulit sekali terbangun. Penempatan kamera yang kurang stabil juga membuatnya semakin sulit untuk dikuasai. Bagian terburuknya? Sistem auto-save yang tidak selalu hadir pada saat Anda mencapai checkpoint. Jangan terkejut jika Anda harus mengulang permainan dari jarak yang cukup jauh jika kondisi memaksa Anda untuk mematikan perangkat gaming Anda. Ini adalah sebuah kelemahan yang mungkin saja akan membuat Anda frustrasi. Scripted events yang sulit terdeteksi dan karakter yang terkesan rapuh juga membuat seri ini semakin sulit untuk dinikmati. Ada begitu banyak hal yang salah di Resident Evil 6.
Jika Anda termasuk gamer yang belum berkesempatan untuk menikmati game yang satu ini, saran kami adalah untuk menurunkan ekspektasi Anda serendah mungkin sebelum menikmatinya. Ia tidak tampil dalam kualitas yang cukup solid untuk menjadi sebuah game action yang akan memukau Anda di setiap momen yang ada. It’s not good enough to be a Resident Evil game!
Kelebihan

- Plot
- AI yang dapat diandalkan
- Multiplayer split-screen
- Varian musuh
- Waktu gameplay
Kekurangan

- Jumlah quick time events yang terlalu banyak
- Kamera yang kurang stabil
- Sistem auto-save yang jauh dari checkpoint
- Scripted events yang tidak jelas
- Karakter terlalu rapuh, seolah tanpa reaksi untuk bertahan
- Fitur gerakan baru yang kurang adaptif
- Sistem Skill yang hanya menawarkan beberapa skill berguna
Cocok untuk gamer: penggemar berat Resident Evil
Tidak cocok untuk gamer: yang membutuhkan sebuah game action yang berkualitas tinggi, penggemar mekanisme gameplay RE 4 dan 5.









