By

April 9, 2013   ·  

Satu hal yang harus diakui oleh setiap gamer dan penikmat film, proses adaptasi layar lebar dari sebuah game memang lebih sering berakhir menjadi bencana daripada sebuah mahakarya yang sepadan dengan antisipasi yang ada. Terlepas dari besar dana yang diklaim dikeluarkan untuk menciptakan setiap karya ini, tidak sedikit sutradara yang justru terjebak pada usaha untuk memaksakan cita rasa “Hollywood” ke dalamnya. Hasilnya? Film-film ini berakhir menjadi blunder besar, tidak mampu mengusung atmosfer yang tepat sesuai dengan versi game yang ada. Namun harapan untuk menemukan sebuah film berkualitas tetap ada. Alih-alih bergantung pada sutradara besar, mimpi untuk menikmatinya kini terletak di pundak para fans. Seperti yang berusaha dilakukan oleh fans-fans ini dengan franchise game fighting andalan CapcomStreet Fighter.

Hollywood memang sudah melahirkan beberapa film Street Fighter dan melepasnya ke pasaran, namun yang mampu mewakili atmosfer epicness dan kualitas yang setara dengan versi gamenya? Memang harus diakui, belum ada. Hal inilah yang berusaha dibenahi oleh Joey Ansah – sutradara dari film pendek Street Fighter: Legacy yang memang mendapatkan pujian dari para fans. Mengaku sudah melakukan survei tempat dan membangun script yang tepat untuk menciptakan proyek terbarunya – Street Fighter: Assassin’s Fist, Ansah meminta bantuan para fans untuk membantu merealisasikannya. Lewat program Kickstarter, Ansah menargetkan sumbangan sekitar USD 950.000 untuk memulai proses pengembangan film ini. Jika Kickstarter ini berhasil, Street Fighter: Assassin’s Fist akan langsung diproduksi dan rencananya akan meluncur pada musim dingin ini.

Ansah – sutradara di balik film pendek Street Fighter: Legacy memulai Kickstarter untuk memulai proyek film terbarunya – Street Fighter: Assassin’s Fist. Capcom sendiri sudah memberikan izin untuk fan film ini.

Lantas bagaimana dengan reaksi Capcom sendiri? Sebagai sang pemilik hak dagang, Capcom sendiri sudah memberikan izin untuk menggunakan lisensi Street Fighter kepada Joey Ansah. Ini berarti mereka hanya membutuhkan dana untuk memvisualisasikan konsep yang sudah mereka miliki dan presentasikan lewat “Legacy”. Membangun cerita yang sudah dipikirkan dengan matang selama tiga tahun terakhir ini, Ansah juga menjanjikan perbaikan pada kualitas visual effect yang ada, termasuk efek Hadouken yang kini terlihat jauh lebih dahsyat. Mengapa Kickstarter? Ansah juga mengemukakan bahwa ada beberapa penyandang dana besar yang siap untuk membantu menjadikan Assassin’s Fist menjadi kenyataan, namun mereka berpotensi untuk mengubah visi dan misi yang ingin dibangun olehnya. Kickstarter menjadi pilihan paling tepat untuk memastikan Assassin’s Fist bertahan pada akarnya.

Ini tentu saja menjadi gebrakan yang mumpuni, apalagi bagi sebagian besar gamer yang memang sudah lama mengantisipasi kehadiran sebuah game live-action Street Fighter mumpuni yang memang diciptakan dari, oleh, dan untuk fans-nya sendiri. Proyek yang tengah dibangun Ansah lewat Assassin’s Fist ini menjadi pintu gerbang terdekat untuk merealisasikannya. Is it gonna be that good? Kita tunggu saja.

Totally my reaction..

Related Articles:

Tags: , , , , ,

Comments


Readers Comments ()