Review DRIVER San Francisco: Konsep Baru dari Franchise Lawas

Reading time:
November 10, 2011

Persaingan di antara judul game yang bergerak di dalam genre yang sama memang seringkali keras. Butuh kerja keras dan komitmen yang tinggi dari para developer tentu memastikan franchise mereka tetap hidup untuk waktu yang sangat lama. Hanya mereka yang mampu menghadirkan kualitas dan inovasi gameplay yang signifikan dengan tetap mempertahankan ciri khas lah yang akan terus mendapatkan perhatian gamer. Hal yang sama juga terjadi pada game-game racing di industri game. Dengan bertambahnya kuantitas dan kualitas dari setiap judul yang lahir setiap tahunnya, franchise yang tidak mampu mengikuti akan otomatis tertendang keluar. Contoh paling nyata? Driver.

Driver di masa awal perilisannya merupakan salah satu judul yang mampu membawa sebuah game racing ke arah yang baru. Jika game racing yang lahir sebelumnya hanya berfokus pada kecepatan dan memenangkan perlombaan tertentu, Driver membalutnya dengan konsep yang berbeda. Tidak hanya berfokus pada kecepatan, game yang dirlis pada masa kejayaan Playstation dulu ini, juga mampu menghadirkan plot dunia kriminal dan tema open-world yang mampu menghasilkan pengalaman yang jauh berbeda untuk sebuah game racing. Namun perlahan namun pasti, game ini seperti kehilangan akar ketika hijrah ke generasi konsol selanjutnya.

Driver di Playstation 2 berkembang menjadi sebuah game yang terbilang “aneh”. Usaha Atari untuk menyaingi Rockstar yang fenomenal dengan Grand Theft Auto justru berujung pada blunder. Game yang diberi nama Driv3r ini tidak hanya menampilkan balapan sebagai unsur utama permainan, tetapi juga third person shooter di dalamnya. Anda kini juga diminta untuk menembaki anggota kriminal yang menjadi target utama operasi Anda. Sebuah inovasi yang justru membuat Driver semakin ditinggalkan oleh para fans di seri-seri awalnya. Review yang buruk dan penjualan yang tidak terlalu menggembirakan membuat franchise ini berjuang kembali untuk kembali ke akar utamanya – Driving. Ubisoft menjadi ujung tanduk untuk mewujudkan hal tersebut.

Hal inilah yang berusaha diwujudkan Ubisoft di seri terbaru: Driver – San Francisco yang baru dirilis untuk PC, Playstation 3, dan XBOX 360. Ekspektasi gamer akan kebangkitan kembali franchise ini tentu bergaung dengan keras. Apalagi setahun sebelumnya, di ajang E3 2010, Ubisoft menjanjikan elemen gameplay “klasik” yang dibalut dalam sebuah konsep baru. Gamer yang selama ini menunggu game ini akhirnya punya kesempatan untuk menjajalnya secara langsung. Apa yang akan Anda temukan di dalamnya? Saya akan mengatakannya sebagai sebuah game balap dengan sebuah konsep yang saking uniknya, pertama kali ada di industri game. Apakah keunikan ini justru akan berujung baik atau buruk? Simak review ini.

Plot

John Tanner - karakter utama dari seri ini

Charles Jericho kembali mengancam dunia

Agak sedikit canggung memang untuk menyebut Driver San Francisco sebagai sebuah sekuel langsung dari seri Driv3r yang dirilis di Playstation 2 dulu. Memang keduanya masih mengusung karakter protagonis dan antagonis yang sama, serta satu alur cerita yang menyatu. Namun jika menilik dari sisi gameplay, pembawaan karakter, hingga keseluruhan elemen yang ditawarkan di dalamnya, Driver San Francisco tampil seolah sebuah judul terpisah yang sama sekali tidak terkait.

Anda akan berperan sebagai John Tanner, seorang polisi yang berhasil memenjarakan Charles Jericho, salah satu kepala kriminal yang paling ditakuti di seluruh dunia. Tanner yang cemas bahwa buruan besarnya ini akan mampu meloloskan diri ketika dipindahkan dari penjara memutuskan untuk mengawal proses tersebut. Ternyata apa yang ditakutkan oleh John Tanner benar-benar terjadi. Jericho berhasil merebut kendali mobil tahanan dan menggunakannya untuk melarikan diri. Dengan bantuan senjata berat sang bawahan yang berjaga-jaga lewat udara, usaha Jericho sepertinya akan berhasil dengan mudah. Namun Tanner yang sudah mengorbankan banyak hal untuk menangkap Jericho tentu tidak akan menyerah begitu saja. Dengan mobil yang ia kendarai, ia berusaha menghentikan usaha pelarian ini. Namun kekacauan lalu lintas dan tindakan destruktif yang dihasilkan Jericho justru membuat Tanner terlibat sebuah kecelakaan yang berat. Ia berakhir koma.

Tanner tak akan melepaskan Jericho dengan begitu mudah
Kejadian naas membuat Tanner koma. Di titik inilah, ia mendapatkan sebuah kejutan super aneh..

Namun sesuatu yang aneh mulai terjadi. Tanner yang sedang koma tiba-tiba menemukan dirinya kembali berada di dalam mobil yang ia kendarai, seolah tidak terjadi apa-apa. Ia mulai melihat berbagai billboard berisikan pesan aneh yang memintanya untuk melakukan sesuatu. Tanner sama sekali tidak memiliki gambaran akan apa yang sebenarnya terjadi, ia hanya berfokus untuk secepatnya mencari Jericho yang kini sudah berhasil melarikan diri. Selama proses inilah, Tanner menemukan bahwa dirinya kini memiliki “kekuatan super” yang tak masuk akal. Ia kini dapat melepas jiwanya, terbang ke angkasa, dan merasuki tubuh warga kota manapun. Dengan kata lain, ia kini dapat mengendalikan orang lain.

Seperti roh yang lepas dari tubuhnya, Tanner kini dapat mengendalikan orang lain
Wajah yang "dirasuki" oleh Tanner tidak berubah

Lewat kekuatan barunya inilah, Tanner berusaha mencari jejak Jericho. Dengan merasuki tubuh-tubuh orang yang memiliki kepentingan dengan tokoh kriminal kelas kakap ini, Tanner berusaha mengumpulkan informasi dan bukti. Apa yang ditemukan oleh Tanner? Kenyataan bahwa Jericho sedang merencanakan sebuah konspirasi besar yang dapat menghilangkan ratusan ribu nyawa warga kota sekaligus. Anda yang berperan sebagai Tanner tentu harus menjalani takdir besar dan menghentikan kegilaan ini. Semudah itu? Ternyata tidak, Jericho memiliki “kekuatan super” yang sama! Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana kekuatan super ini dapat merasuki kedua karakter ini? Apa yang direncanakan Jericho? Bisakah Tanner menghentikannya? Inilah misteri yang harus Anda pecahkan sendiri.

Sebuah Konsep Unik – Pertama Kali di Industri Game

Dengan menjual plot yang cukup “nyentrik”, Ubisoft memiliki kebebasan yang luar biasa untuk menjadikan Driver San Francisco sebagai sebuah game racing yang jauh berbeda, bahkan merubahnya menjadi sebagai sebuah game dengan konsep yang belum pernah ada sama sekali. Kemampuan Tanner untuk merasuki tubuh orang lain dan menguasai mereka membuka celah untuk memodifikasi gmaeplay konvensional open-world yang selama ini kita kenal. Anda pasti akan terkejut ketika pertama kali memainkan game ini. Anda akan mulai bertanya, “Apa ini?”, “Bagaimana mungkin?” di awal-awal permainan, namun perlahan namun pasti Anda akan nyaman dengannya.

SHIFT mode - tinggal tentukan ke mana Anda mau berpindah tubuh

Berbeda dengan game racing open-world yang lain, Tanner tidak perlu untuk bergerak secara fisik untuk berpindah dari satu mobil ke mobil lainnnya. Dengan sistem SHIFT, Tanner akan secara otomatis akan berpindah ke wujud “roh” dengan sudut kamera “eagle eye” yang memberikan sudut pandang yang lebih luas. Anda hanya tinggal memilih mobil yang Anda inginkan dan menekan tombol aksi, Tanner akan otomatis menguasai dan mengendalikan mobil tersebut. Sederhana, bukan?

Anda bisa terbang jauh dengan melihat misi biru dan kuning apa saja yang tersedia

Walaupun mengusung gameplay yang unik, bukan berarti Ubisoft secara otomatis membuang semua elemen lawas yang terdapat di sebuah game racing. Anda kini memang dapat bergerak bebas, melompat dari satu mobil ke mobil lainnya sesuka hati, namun bukan berarti Anda tak punya tanggung jawab di dalam permainan. Agar dapat bergerak maju di dalam plot utama, Anda harus membantu Tanner untuk menemukan dan menghentikan Jericho lewat berbagai misi yang tersebar di seluruh kota. Anda akan menemukan dua warna icon di peta – Biru dan Kuning. Icon yang berwarna biru tampil sebagai side-mission yang akan menghadirkan berbagai keuntungan jika mampu diselesaikan, sedang ikon kuning adalah misi yang harus diselesaikan untuk menghasilkan progress di jalan cerita. Setiap icon ini menawarkan misi yang bervariasi satu sama lain. Anda akan menemukan misi seperti memenangkan balapan, melakukan drift, melompati rintangan tertentu, menghancurkan properti khusus, hingga membantu polisi menangkap tersangka. Beberapa bahkan membutuhkan kemampuan Tanner untuk berpindah tubuh agar dapat diselesaikan. Seiring dengan progress cerita dan chapter yang berlalu, misi ini akan terus bertambah kompleks. Tidak jarang Anda harus melakukan beberapa hal dalam satu misi. Mudah? Jika Anda berhasil menemukan strategi penyelesaian yang efektif.

Menambah kecepatan layaknya menggunakan nitro

Menghimpun tenaga untuk menabrak mobil sasaran

Tidak hanya berpindah tubuh, Tanner juga memiliki dua tambahan kemampuan yang berlaku secara universal untuk setiap mobil yang ia kuasai. Ia memiliki Ability Bar yang menjadi indikator seberapa lama kemampuan ini dapat digunakan. Tanner dapat mempercepat mobilnya seolah sedang berada dalam mode nitro atau memperkuat kemampuan tabrakannya untuk melumpukan mobil lain. Bar ini akan terisi kembali seiring waktu tanpa perlu perlakuan khusus. Kedua kemampuan ini akan menjadi senjata utama Anda untuk menyelesaikan setiap misi. Namun perlu diingat, ada beberapa misi yang melarang ability ini untuk digunakan.

Willpoints – “Mata Uang” Utama untuk Upgrade

Tidak hanya berpindah tubuh, Tanner juga memiliki dua tambahan kemampuan yang berlaku secara universal untuk setiap mobil yang ia kuasai. Ia memiliki Ability Bar yang menjadi indikator seberapa lama kemampuan ini dapat digunakan. Tanner dapat mempercepat mobilnya seolah sedang berada dalam mode nitro atau memperkuat kemampuan tabrakannya untuk melumpukan mobil lain. Bar ini akan terisi kembali seiring waktu tanpa perlu perlakuan khusus. Kedua kemampuan ini akan menjadi senjata utama Anda untuk menyelesaikan setiap misi. Namun perlu diingat, ada beberapa misi yang melarang ability ini untuk digunakan.

Upgrade kemampuan Tanner

Seperti game balap kebanyakan, Driver San Francisco juga menyediakan kesempatan bagi gamer untuk meningkatkan kemampuannya lewat mode upgrade. Namun tidak seperti biasanya, upgrade ini tidak ditujukan untuk memperbaiki performa mobil, tapi lebih kepada kemampuan yang dimiliki oleh Tanner sendiri. Anda bisa memperpanjang Ability Bar milik Tanner, mempercepat recharge speed, meningkat income dari balapan yang ia ikuti, hingga memperlihatkan token/reward tertentu di map. Apa yang harus dikorbankan untuk mendapatkan upgrade ini? Mata uang utama di Driver San Francisco – Willpoints.

Willpoints di game ini bisa didapatkan dengan berbagai cara. Anda masih ingat dengan misi icon biru yang saya sebutkan sebelumnya? Berhasil menyelesaikan setiap darinya, maka Anda akan mendapatkan jumlah Willpoints yang cukup besar. Anda juga bisa melakukan berbagai trik dan stunt seperti melompat, drift, overtake, near miss, hingga memaksimalkan kecepatan ketika berkendara secara bebas untuk mendapatkan poin ekstra Willpoints walaupun dalam jumlah yang cukup kecil. Willpoints juga tidak hanya dapat digunakan untuk melakukan upgrade, tetapi juga membeli mobil balap Anda sendiri.

Walaupun Anda bisa berpindah mobil, bukan berarti Anda tidak butuh mobil super cepat kepunyaan sendiri

Anda memang dapat berpindah dari satu mobil ke mobil lainnya dengan mudah, bahkan SHIFT juga menyediakan informasi kemampuan mobil untuk diperbandingkan. Namun trik ini tak selamanya dapat digunakan. Ketika Anda dituntut untuk memenangkan sebuah misi balapan, dimana Anda tidak bisa melakukan SHIFT seenaknya, maka memiliki mobil default dengan kecepatan super akan jadi keuntungan tersendiri. Oleh karena itulah, ada baiknya Anda juga menyisihkan Willpoints untuk menghadirkan mobil yang lebih cepat. Varian mobil yang terkunci dapat dibuka dengan menyelesaikan misi icon biru dan kuning tertentu.

Visualisasi dan Framerate Mumpuni

Tampilan dan framerate super oke

Ubisoft tampaknya berusaha menghadirkan gaya pencitraan yang lebih bergaya Hollywood atau film seri Barat untuk Driver San Francisco ini. Harus diakui, gaya bercerita ini mampu menghadirkan kesan plot yang lebih dramatis. Visualisasi dan kualitas tampilan yang dihadirkan juga tidak mengecewakan. Bahkan untuk XBOX 360, tampilan berbagai cut-scene mampu tampil indah dengan kemampuan menghadirkan detail yang pantas diacungi jempol. Semua gurat di wajah Tanner dan Jericho ditampilkan dengan baik. Detail di dalam mobil serta lisensi yang didapatkan oleh Ubisoft menghadirkan kesan dunia yang lebih realistis.

Apa yang sering membedakan sebuah game multiplatfrom yang hadir di PC dan konsol? Jawabannya tentu ada pada framerate yang dihadirkan. Seringkali konsol kalah untuk urusan yang satu ini. Oleh karena ini tidak heran jika memainkan sebuah game di PC dengan spesifikasi yang tepat selalu menghadirkan pengalaman bermain yang lebih memanjakan mata. Namun hal yang berbeda dan cukup mengejutkan terjadi untuk Driver San Francisco ini. Ia masih mampu bergerak dalam kecepatan 60 fps untuk teknologi konsol lawas, padahal banyak detail yang dihadirkan. Membuat gameplay yang lebih maksimal.

Kesimpulan

Worth to play!

Driver San Francisco adalah sebuah game racing yang super unik, hal inilah yang harus diakui terlebih dahulu sebelum Anda menjajal game ini lebih jauh. Berbagai fitur yang Anda temukan di sini sudah pasti akan mengundang banyak pertanyaan, terutama yang berhubungan dengan “kekuatan super” milik Tanner. Anda akan mulai kritis dan berkeberatan dengan berbagai “kegilaan” yang ada di game ini pada awal-awal permainan. Namun, jika Anda mampu sedikit bersabar, maka saya yakin Anda akan menemukan game ini menyenangkan dan cukup adiktif untuk terus diikuti. Menawarkan tantangan? Tentu saja. Namun jangan berharap akan sesulit sebuah game simulator. Anda akan dengan mudah beradaptasi dengan kontrolnya yang cukup mudah.

Bagi Anda yang berencana untuk memainkan game ini di konsol, Anda akan menemukan kualitas tampilan dan framerate yang sangat maksimal untuk ukuran sebuah konsol. Cut-scene yang dramatis dan detail yang cukup baik di dalam game sudah pasti memanjakan mata Anda. Kendaraan yang beragam, detail di dalam kota, dan lisensi yang dihadirkan di dalamnya membantu memperkuat kualitas sebuah Driver San Francisco. Anda juga sudah pasti akan terserap dalam plotnya begitu mulai memainkan game ini. Tidak mungkin Anda tidak penasaran alasan di balik munculnya “kekuatan super” Tanner dan Jericho secara tiba-tiba. Apa yang sebenarnya terjadi ? Misteri ini hanya bisa terjawab jika Anda mampu menyelesaikan game ini.

Kelebihan

 

Mengapa Tanner mampu melakukan ini semua?
  • Visualisasi dan Detail yang ditampilkan dengan baik
  • Framerate tinggi untuk versi konsol
  • Keunikan gameplay
  • Plot yang mengundang rasa penasaran

Kekurangan

 

Seberapa keras pun Anda mencoba, tidak akan ada penduduk yang tertabrak
  • Miskin Tantangan
  • Kemampuan upgrade yang minim
  • Misi yang terkesan repetitif
  • Penduduk Kota “Super” yang tidak bisa ditabrak

Cocok untuk gamer: Penggemar game balap dengan kontrol yang mudah, yang butuh game menyenangkan untuk menghabiskan waktu.

Tidak cocok untuk gamer: Balap simulator, gameplay balap yang konvensional.

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…