Apa Saja yang Berbeda dari Metal Gear Rising?

Reading time:
December 15, 2011
raiden metal gear solid ris

Hideo Kojima dan Metal Gear Solid merupakan dua entitas yang telah menyatu. Eksistensi keduanya tergantung satu sama lain. Metal Gear Solid berkembang menjadi sebuah salah satu franchise terbaik di industri game berkat campur tangan Kojima. Sementara bagi Kojima, MGS menjadi sarana untuk menyalurkan ide dan kecintaannya pada film. Setelah seri MGS ditutup pada kematian Solid Snake di MGS 4, Kojima seperti kehilangan arah untuk tetap mempertahankan nafas franchise ini. Sebuah ide ekstrim lahir dengan memosisikan Raiden sebagai karakter utama dan menjadikan hack and slash sebagai unsur gameplay yang paling utama. Ini menjadi cikal bakal diperkenalkannya Metal Gear Solid Rising!

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, proyek ambisius yang dimulai Kojima ini seperti berhenti begitu saja. Tidak pernah ada lagi informasi dan update dari salah satu game yang paling diantisipasi gamer ini. Semuanya seperti tenggelam dalam kesunyian. Banyak pihak yang mulai pesimis bahwa seorang Hideo Kojima akan mampu menyelesaikan game yang satu ini. Keraguan ini akhirnya terjawab setelah Kojima memperkenalkan Metal Gear Rising: Revengeance di ajang SVGA. Berbeda dengan proyek game sebelumnya, Kojima menggandeng Platinum Games – yang terkenal lewat Bayonetta dan Vanquish sebagai pengembang. Beberapa perubahan yang adaptif pun dilakukan untuk membawa Rising ke arah yang baru. Sebuah reboot untuk game yang bahkan belum dirilis.

news metal gear rising revengeance 007

Ada beberapa perubahan yang cukup signifikan antara Rising yang diperkenalkan Kojima di ajang E3 2010 silam dengan Rising yang dikembangkan oleh Platinum Games saat ini. Salah satu yang paling kentara adalah pemilihan nama. Jika di masa lalu Rising masih membawa nama Metal Gear Solid di dalamnya, kali ini Rising hadir sebagai sebuah game yang berbeda dengan hanya menyertakan Metal Gear di dalamnya. Ini berarti Metal Gear Rising: Revengeance dihadirkan sebagai game yang lahir dari satu dunia Metal Gear namun di sisi lain, berbeda.

Plot utama yang dihadirkan juga berbeda. Di masa lalu, Hideo Kojima sempat menyatakan bahwa game MGS Rising akan menjadi jembatan cerita yang menghubungkan antara MGS 2 dan MGS 4. Ia akan menjadi jawaban dan alasan mengapa Raiden tampil seperti makhluk cyborg abadi di MGS 4. Di Revengeance, plot ini dirubah oleh Platinum Games. Tampil sebagai sebuah game spin-off belaka, Revengeance akan mengambil setting beberapa tahun setelah event terakhir di MGS 4 dimana Raiden tetap menjadi karakter utama. Kojima meminta gamer untuk tidak melihatnya sebagai sebuah sekuel.

news metal gear rising revengeance 009

Sistem gameplay juga menghadirkan perubahan yang cukup signifikan. Di Rising versi Kojima, hack and slash memang menjadi fokus utama permainan. Namun Rising diperkenalkan sebagai sebuah game hack and slash yang berbeda, dimana Anda bisa memotong apa saja yang Anda inginkan, termasuk bagian tubuh musuh secara langsung. Namun jika melihat di versi Platinum Games, Rising justru tampak sebagai game hack and slash konvensional, dimana mutilasi tubuh musuh hanya merupakan bagian dari finishing move. Raiden juga terlihat harus menghadapi berbagai musuh lawas seperti Vamp dan Metal Gear Ray.

Walaupun banyak hal yang berubah, hal ini tidak akan mematikan animo gamer untuk segera menjajal game yang satu ini. Metal Gear dalam rasa yang berbeda? Tentu saja menarik! Namun saya pribadi berharap agar Hideo Kojima masih menjadi pihak yang akan menangani adegan sinematik yang di dalam Metal Gear Rising: Reveangeance ini, untuk memastikan kesan yang lebih epik. Satu berita buruk lainnya untuk gamer PC, Reveangeance tampaknya tak akan singgah di platform tersebut. Padahal di versi Rising sebelumnya, Kojima berkeinginan untuk merilisnya untuk PC. Nasib yang tak terelakkan.

Anda bisa menyimak perbedaannya lewat kedua trailer di bawah ini. Satunya merupakan versi Kojima dan yang lainnya dihasilkan oleh Platinum Games.

Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…