Review Angry Birds Space: Gebrakan Baru dari Burung Pemarah!

Reading time:
March 23, 2012

Lebih Rumit, Lebih Menantang

Salah satu kelebihan Angry Birds adalah kemampuannya untuk menghadirkan sensasi tantangan di dalam setiap level yang ia hadirkan, terlepas dari visualisasi dan sound effect nan imut yang diusungnya. Angry Birds Space juga tidak berbeda, bahkan ia membawanya ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan beragam elemen baru di dalamnya, setiap level di dalam game ini akan tampil jauh lebih menantang dan lebih rumit daripada Angry Birds yang selama ini Anda kenal. Mengapa? Karena mekanisme gameplay yang ada akan membutuhkan kemampuan analisa dan prediksi yang lebih cermat, terutama ketika level tersebut membutuhkan Anda untuk “mengorbit” melingkari medan gravitasi tertentu. Anda butuh banyak proses trial and error sebelum akhirnya berhasil mencapai sudut yang tepat.

Angry Birds Space 8
Tidak mungkin membunuh sang babi dengan menyerang frontal ke depan. Cara alternatif? Dengan memanfaatkan gaya gravitasi dan melontarkan burung ke arah kebalikan untuk membuatnya meng-orbit
Angry Birds Space 26
Daripada membunuh babi satu-per satu, bukankah lebih mudah untuk melontarkan meteor-meteor di atas kepala dan memberikan efek "Meteor Swarm" yang mematikan?

Namun pada akhirnya, tantangan paling utama justru akan berasal dari diri Anda sendiri. Dengan begitu banyak benda angkasa yang bertebaran di sekitar level, Anda memiliki alternatif cara untuk membunuh para babi daripada hanya sekedar melontarkan para burung langsung ke arah mereka. Anda butuh untuk membuka pikiran dan berpikir di luar kotak untuk mencari cara yang paling efektif untuk menyelesaikan level daripada sekedar menembakkan ketapel dan berusaha untuk membunuh mereka satu per-satu. Ada kalanya, memanfaatkan benda-benda ini justru menjadi satu-satunya jalan keluar. Oleh karena itu, perhatikan lingkungan sekitar Anda sebelum memutuskan untuk menarik ketapel yang ada.

Angry Birds Space 16
Bonus Stage untuk Golden Eggs. Terasa familiar?

Angry Birds Space juga menyediakan “Golden Eggs” yang tersembunyi di beberapa level seperti halnya Angry Birds sebelumya. Namun jika di seri lawas, item ini hanya tampil sebagai trophy tanpa guna, maka di Space ia berfungsi sebagai sebuah portal “tambahan” yang akan membawa para burung untuk masuk ke dalam bonus level yang unik dan menyenangkan. Mengapa unik? Karena Anda akan menemukan kesan desain level yang begitu familiar dengan game-game populer di masa lalu.

Perkenalkan Para Anggota Baru!

Sebagian besar anggota Angry Birds yang Anda kenal memang tetap dihadirkan di Angry Birds Space ini, tentu dengan perubahan penampilan yang lebih memunculkan nuansa science-fiction yang lebih kental. Beberapa datang dengan kemampuan yang tidak jauh berbeda, seperti sang burung merah yang masih tetap berperan sebagai “peluru” yang memang didesain untuk meluncur tanpa kemampuan khusus, burung hitam yang tak segan melakukan kamikaze dengan meledakkan diri, ataupun sang burung biru mini yang tetap bisa membagi dirinya menjadi tiga bagian jika dikehendaki. Namun terlepas dari tiga burung ikonik ini, Rovio juga menambahkan beberapa anggota baru sebagai ekstra arsenal Anda.

Angry Birds Space 50
Sang Lazer Birds yang kini berfungsi tak ubahnya peluru kendali
Angry Birds Space 47
Ice Birds digunakan untuk menjadikan semua struktur yang disentuhnya menjadi es sehingga lebih mudah dihancurkan di turn selanjutnya
Angry Birds Space 55
"The Hulk", the name explain itself..

Apakah Anda masih mengingat si “Lazer Bird”? Burung kuning di Angry Birds sebelumnya yang mampu menukik tajam dan menimbulkan ekstra kekuatan destruktif jika dikehendaki. Di Angry Birds, ia dilahirkan kembali dengan kekuatan baru yang lebih mumpuni. Daripada sekedar menambah kecepatan dan meluncur dalam garis lurus, Lazer Bird kini hadir sebagai peluru kendali untuk Anda. Anda hanya tinggal memilih target yang ada dan Lazer Bird akan meluncur ke sana, walaupun dengan sudut belokan 180 derajat sekalipun, tentu saja tetap dalam gerak lurus. Selain Lazer Bird? Ada Ice Bird yang mampu membuat struktur pertahanan para babi menjadi es sehingga lebih mudah dihancurkan. Anda juga akan menemukan burung hijau baru besar yang mampu menabrak dan meratakan struktur apapun yang ia temui. Walaupun Rovio tidak memberikannya nama, saya pribadi mereferensikannya sebagai “The Hulk” karena representasi wujud fisik, suara, dan kemampuan yang sama.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…