Review Assassin’s Creed Embers: Kisah Akhir Hidup Ezio yang Emosional

Reading time:
April 17, 2012
Assassins Creed Embers 1

Video game bukanlah sekedar permainan digital yang diciptakan untuk menciptakan kesenangan sesaat, setidaknya bagi para individu yang menghabiskan sebagian besar waktunya berkutat dengan kegiatan yang satu ini. Roda kehidupan industri game sendiri memang bergerak lewat kelahiran franchise-franchise raksasa yang sudah lahir, tumbuh, dan berkembang selama puluhan tahun. Beberapa darinya bahkan sudah menemani kita sejak pertama kali mengenal video game lewat konsol maupun PC dan secara menakjubkan, tetap eksis, bahkan hingga saat ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sebagian besar dari kita “membangun” hubungan yang khusus dengan beberapa judul ini. Sesuatu yang mungkin masih kita rasakan dari seri Assassin’s Creed.

Lahir dari empat seri yang luar biasa, Assassin’s Creed menghadirkan dua karakter ikonik fenomenal yang tentu saja sulit untuk dilupakan: Altair dan Ezio. Di antara keduanya, Ezio Auditore boleh terbilang menjadi fokus yang dibangun oleh AC selama beberapa tahun terakhir ini. Mengikuti kehidupannya sejak masa remaja, kita semua seolah ikut dalam semua tragedi dan kehidupan penuh konflik yang harus dilalui oleh Ezio. Ia kehilangan keluarga, kekasih, hidup dari balas dendam, belajar menjadi Assassins yang disegani, berperang untuk kebebasan mereka yang tertindas, dan pada akhirnya menjadi pemimpin yang dihormati untuk para Assassins di Eropa. Pada akhirnya, kisah ini harus berakhir bagi Altair maupun Ezio di Assassin’s Creed: Revelations, seri terakhir yang dirilis pada akhir tahun yang lalu. Namun, pernahkah Anda merasa penasaran pada kabar Ezio setelah Revelations? Pada titik inilah, Embers memainkan perannya.

Revelations memang sudah memberikan konklusi yang sempurna untuk kehidupan Altair dan dengan gamblang menceritakan penutup kisah epiknya. Lantas bagaimana dengan Ezio Auditore yang telah bersama kita sejak masa remajanya? Pihak Ubisoft Montreal merilis sebuah film original berdurasi pendek untuk memberikan akhir cerita yang tentu saja diidam-idamkan oleh para gamer. Ini tidak hanya sekedar sebuah film yang memberikan fan-service, tetapi sebuah kesimpulan akan akhir hidup seorang pahlawan yang sudah begitu dekat dengan kehidupan kita sebagai seorang gamer. Setelah berkutat dan menjadi dirinya selama tiga tahun terakhir ini, kita akan menutup semua cerita dan kisah ini lewat Embers. Sebuah pengalaman yang emosional.

Ezio yang Lebih Manusiawi

Dari Assassin’s Creed II dan Brotherhood yang epik, kita mungkin mulai mendapatkan citra bahwa Ezio adalah seorang “manusia super” abad pertengahan yang kebetulan menjadi seorang Assassin. Ia datang sebagai pria tampan penakhluk wanita, kemampuan pedang yang luar biasa, dan aura yang begitu kharismatik. Di Revelations, citra ini justru semakin kuat. Ezio yang sudah menginjak usia lebih dari 50 tahun seolah tanpa kesulitan memanjat gedung, bertarung, dan menyelesaikan permasalahan sosial dan politik yang begitu pelik di Constantinople, Turki. Tetapi di Embers, Anda akan mendapatkan sosok Ezio tampak jauh lebih manusiawi.

Apa yang terjadi pada Ezio setelah event terakhir di Revelations? Setelah memutuskan untuk tidak lagi terlibat dalam kehidupan Assassins, Ezio memulai “hidup baru” yang selama ini tidak mampu ia dapatkan. Untuk mendapatkan sedikit kedamaian di hari tuanya yang kini sudah mencapai 65 tahun, Ezio hidup bersama istri tercintanya – Sofia dengan dua orang anak: Marcello dan Flavia. Namun kedamaian ini ternyata tidak akan bertahan selamanya. Masa lalu Ezio sebagai seorang Assassin terus menghantui kehidupan orang-orang yang ia cintai. Kedatangan seorang assassin yang datang dari negeri timur jauh – Shao Jun untuk menimba ilmu pada kebijaksanaan Ezio ternyata justru berujung pada marabahaya yang untuk kesekian kalinya, datang pada sosok yang kian menua ini. Apa yang sebenarnya menarik dari Embers? Ini mungkin menjadi pertama kalinya, para gamer diberikan kesempatan untuk meilihat sosok Ezio yang lepas dari citra dan tuntutannya sebagai seorang Assassin. Ia mulai pelupa dan sakit-sakitan.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Shao Jun? Bagaimana Ezio menikmati hari-hari terakhirnya? Apakah ia mampu mendapatkan kedamaian dan kehidupan “normal” yang tidak pernah ia dapatkan? Assassin’s Creed: Embers akan menggambarkan perjalanan emosional ini untuk Anda. Sebuah film yang harus Anda nikmati, apalagi jika Anda merasakan kedekatan yang sulit dijelaskan pada sosok Ezio.

Assassins Creed Embers 2 Assassins Creed Embers 6 Assassins Creed Embers 7 Assassins Creed Embers 9 Assassins Creed Embers 11 Assassins Creed Embers 17 Assassins Creed Embers 20 Assassins Creed Embers 21 Assassins Creed Embers 22 Assassins Creed Embers 23 Assassins Creed Embers 24 Assassins Creed Embers 26 Assassins Creed Embers 29 Assassins Creed Embers 31 Assassins Creed Embers 32

Studio: UbiWorkshop
Directed by: Patrick Plourde, Stephane Baudet
Produced by: Patrick Plourde, Stephane Baudet
Written by: Darby McDevitt
Music by: Jesper Kyd
Running Time: 21:22
Language: English

Load Comments

PC Games

January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…
December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…

PlayStation

December 14, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Takefumi Terada & Raio Mitsuno (FORSPOKEN)!

Datang dengan kekuatan magis yang menggoda, apalagi dengan potensi aksi…
December 13, 2021 - 0

Impresi FORSPOKEN: Gadis dengan Kekuatan Magis!

Sebuah produk yang unik, ini mungkin kata yang tepat untuk…
December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…