Publisher Game Besar Mulai Tinggalkan Google Plus

Reading time:
June 18, 2012
google plus

Google Plus merupakan situs jejaring sosial yang didesain Google untuk menyaingi popularitas Facebook yang memang harus diakui, mendominasi segmen pasar yang satu ini. Sempat disebut-sebut sebagai sebuah platform baru yang akan mampu menakhlukkan Facebook, Google Plus memang menawarkan segudang fitur dan fungsi baru yang menarik untuk dijajal. Di awal-awal perilisannya, situs jejaring sosial ini bahkan menarik puluhan juta user hanya dalam satu hari. Bagaimana dengan kondisinya saat ini? Google Plus tak ubahnya sebuah prajurit yang tewas mengenaskan dalam usaha untuk melakukan kudeta pada “sang raja”, popularitasnya kian menurun drastis.

Google Plus, seperti halnya Facebook, juga menawarkan berbagai konten multimedia untuk dinikmati bersama dengan user lain, termasuk video game di dalamnya. Tidak sedikit publisher raksasa yang ikut bergabung untuk menyediakan konten di situs yang satu ini. Namun seiring dengan popularitas dan jumlah user aktif yang terus menurun, Google Plus dianggap sebagai lahan yang tidak lagi menguntungkan untuk “dikuasai”. Publisher seperti  Electronic Arts, Wooga, dan PopCap memutuskan untuk menarik mundur game-game populer mereka dari Google Plus. Alasannya? Tentu saja timbal balik keuntungan yang tidak setara serta popularitas Facebook yang lebih menjanjikan.

Meanwhile on Google Plus
Gambar ini cukup menggambarkan kondisi Google Plus saat ini..

Dengan mundurnya beberapa publisher raksasa ini, popularitas Google Plus sebagai jejaring sosial tentu saja kian menurun. Dengan jumlah gamer casual yang terus tumbuh dan berkembang pesat di seluruh dunia, kejadian ini tentu akan menjadi “tamparan” keras bagi Google untuk lebih memerhatikan produk mereka yang satu ini. Time to move back to Facebook, fellas?

Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…