Sam Raimi Tak Lagi Tangani Film World of Warcraft

Reading time:
July 19, 2012
sam raimi

Gamer MMORPG mana yang tidak mengenal nama besar World of Warcraft. Mahakarya dari Activision Blizzard ini memang menjadi fenomena yang tidak tergantikan di industri game. Terlepas dari umurnya yang kian menua, World of Warcraft masih tetap mampu mempertahankan popularitas dan tampil sebagai MMO dengan jumlah langganan tertinggi, bahkan hingga saat ini. Beberapa rumor di masa lalu bahkan sempat mengabarkan rencana untuk mengadaptasikan game ini menjadi sebuah film kolosal epik ala Hollywood, namun seolah tenggelam begitu saja. Untungnya, event Comic-Con memberikan sedikit titik terang tentang kelanjutan film yang satu ini.

Setelah sempat menolak proposal dari Uwe Boll untuk mengerjakan World of Warcraft (untungnya!!) di tahun 2008 silam, Activision Blizzard memang tidak pernah lagi memberikan informasi tentang rencana adaptasi ini. Namun nyatanya, Blizzard masih terus menjajaki proses untuk memastikan mimpi sebagian besar gamer ini menjadi kenyataan. Kepastian ini sendiri datang dari mulut Sam Raimi, sang jenius dibalik trilogi film Spider-Man yang menawan. Sayangnya, konfirmasi ini hadir dari klarifikasi Raimi yang menyatakan bahwa dirinya tidak lagi bertanggung jawab untuk penyutradaraan film World of Warcraft. Bentrok dengan proyek film terbarunya – Oz: The Great and Powerful menjadi alasan yang paling utama di balik keputusan tersebut. Lantas siapa yang akan menjadi nahkoda film ini selanjutnya? Blizzard belum memberikan keterangan apapun.

wow
Dengan cabutnya Sam Raimi dari film WOW, siapa sutradara yang menurut Anda pantas untuk menanganinya?

Kehilangan Sam Raimi tentu saja menjadi sebuah pukulan yang telak bagi para gamer. Salah satu otak jenius yang mungkin saja akan mampu menciptakan sebuah film WOW yang sesuai dengan ekspektasi para gamer ternyata “gugur” di tengah jalan. Bagaimana menurut Anda sendiri? Siapa sutradara yang menurut Anda pantas untuk memimpin proses produksi film WOW ini?

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…