Game Kejam Tingkatkan Ketahanan Pada Rasa Sakit?

Reading time:
September 10, 2012
fist hitting face

Berapa banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari sebuah video game? Terlepas dari konsekuensi negatif yang sering didengungkan oleh banyak kelompok masyarakat, penelitian justru seringkali membuktikan hal sebaliknya. Kemampuan untuk bekerja sama secara sosial dan kekuatan untuk mengembangkan ide mungkin menjadi satu dari sedikit kemampuan yang bisa didapatkan dari video game. Penelitian terbaru justru memperlihatkan bahwa video game ternyata mampu memodifikasi kemampuan tubuh secara fisik. Percaya atau tidak, video game dengan konten kejam dan brutal diindikasikan akan mampu memperkuat dan meninggikan ketahanan gamer terhadap rasa sakit.

Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan oleh para peneliti di Universitas Keele di Inggris. Sebuah percobaan yang diujikan kepada dua kelompok gamer – mereka yang memainkan game kejam / brutal dan mereka yang memainkan game casual menunjukkan sebuah fenomena yang unik. Masing-masing kelompok ini kemudian diminta untuk memasukkan tangan ke dalam air yang dingin. Gamer yang memainkan game-game yang kejam / brutal ternyata mampu menahan tangan mereka 65% lebih lama dibandingkan gamer yang hanya memainkan game casual. Dari hasil ini, para peneliti menyimpulkan bahwa video game dengan konten yang brutal juga akan berpengaruh positif secara langsung terhadap ketahanan terhadap rasa sakit.

Tentu saja penelitian sederhana seperti ini belum dapat dianggap valid sebelum penelitian lain diselenggarakan untuk mendukungnya. Mengapa? Ada begitu banyak hal yang dapat menyebabkan hasil penelitian seperti ini terjadi. Salah satunya? Tentu saja suhu tangan gamer. Mereka yang memainkan game-game yang brutal dan kejam tentu akan diminta untuk menggerakkan tangan lebih aktif dibandingkan gamer casual, sehingga suhu tangan akan lebih resistance terhadap suhu dingin. Cara terbaik untuk membuktikan hipotesa ini? Minta seseorang untuk memukul wajah Anda ketika Anda memainkan game-game kejam seperti Manhunt atau GTA. Me? Not interested in proving it!

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…