Platinum Games Salahkan Sega atas Buruknya Kualitas Bayonetta PS 3

Reading time:
September 26, 2012

Siapa yang berani meragukan kualitas game yang dihasilkan oleh developer kawakan – Platinum Games?  Lewat tangan dingin mereka, nama-nama besar seperti Vanquish, Anarchy Reigns, dan proyek terbaru mereka – Metal Gear Rising: Revengeance. Mereka mampu menciptakan game-game memorable dengan identitas uniknya masing-masing, terutama dari segi cerita dan gameplay. Tidak percaya? Lihat saja bagaimana salah satu masterpiece mereka – Bayonetta merebut hati gamer ketika pertama kali diluncurkan. Walaupun mencapai kesuksesan yang luar biasa, Platinum Games tampaknya tidak cukup puas dengan seri game action yang satu ini. Ia bahkan melihatnya sebagai salah satu kegagalan terbesar yang pernah mereka lakukan.

Bayonetta secara keseluruhan? Tentu saja tidak. Bayonetta harus diakui merupakan salah satu game stylish hack and slash terbaik yang pernah diciptakan di industri game, bahkan cukup untuk membuatnya disejajarkan dengan franchise lawas seperti Devil May Cry. Platinum Games hanya merasa kecewa dengan Bayonetta versi Playstation 3 yang sempat mendapatkan kritik pedas di masa lalu. Sang produser – Atsushi Inaba mengakui bahwa Platinum sempat mempertimbangkan melakukan sendiri port game ini untuk konsol hitam Sony tersebut. Namun kurangnya pengalaman dan sikap pesimis membuat Platinum menyerahkan tugas ini kepada tim internal sang publisher – Sega. Hasilnya? Sebuah versi yang begitu buruk dibandingkan dengan versi XBOX 360. Bayonetta versi PS 3  tampil dengan warna yang buruk, frame-rate yang tidak stabil, kontrol yang jelek, hingga waktu loading yang terlalu lama. Cukup untuk membuat Platinum Games melihat versi ini sebagai kegagalan terbesar yang pernah mereka lakukan.

(*@#^$!!&# you, Sega, for making me look awfully bad on Playstation 3..

Namun, Inaba mengakui bahwa kesalahan ini membuat Platinum belajar tentang banyak hal, setidaknya untuk tidak menyerahkan port game konsol mereka kepada pihak ketiga (terutama Sega). Vanquish dan game-game yang lahir setelahnya menjadi bukti yang nyata bahwa kebijakan seperti ini ternyata menjadi jaminan yang lebih pasti untuk mendapatkan sebuah game dengan kualitas yang terjaga. Apakah hal ini yang menyebabkan lepasnya Bayonetta 2 dari tangan Sega dan jatuh ke tangan Nintendo? Mungkin saja.

Source: Edge

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…