Sony: PS Vita Tidak Menarik untuk Para Developer

Reading time:
October 1, 2012
PS Vita dual analog 1

Bagaikan orang tua yang sedang gundah, Sony memang selalu memikirkan anaknya yang paling bungsu – Playstation Vita. Bagaimana tidak? Berbeda dengan sang kakak – Playstation 3 yang terus mendapatkan pasokan game-game eksklusif yang membuatnya tampil sebagai konsol yang kian digemari, handheld teranyarnya – PS Vita justru kian sepi peminat. Hampir setahun sejak perilisannya, PS Vita masih belum tampil maksimal, baik dari game yang ditawarkan untuknya, ataupun dari segi penjualannya sendiri. Sony sendiri mengakui masalah ini dan meyakini kurang dukungannya developer sebagai akar utama dari semua masalah ini.

Hal ini disampaikan oleh boss besar Sony – Shuhei Yoshida. Dalam wawancara terakhirnya dengan situs game – Gamasutra, Yoshida mengakui bahwa PS Vita memang bukan platform favorit bagi para developer saat ini, tidak seperti halnya platform Sony yang lain di masa lalu. Ada beberapa alasan yang membuat hal ini terjadi, salah satunya adalah menjamurnya platform baru yang tidak lagi mengharuskan para developer pihak ketiga untuk menciptakan konten untuk Sony. Yoshida juga mengaku kecewa dengan berpindahnya Monster Hunter sebagai game eksklusif untuk Nintendo. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa Monster Hunter merupakan alasan di balik kesuksesan besar PSP di masa lalu. Oleh karena itu, Shuhei Yoshida menegaskan komitmennya untuk membawa lebih banyak game ke PS Vita.

Uncharted Golden Abyss 511
Sony mengakui bahwa “kegagalan” PS Vita saat ini karena dukungan developer pihak ketiga yang minim. What do you think?

Apakah kehadiran lebih banyak game eksklusif akan membantu penjualan Playstation Vita? Sony sebenarnya memiliki satu opsi lainnya yang akan menghasilkan efek jauh lebih signifikan daripada menyandarkan diri pada game-game buatan pihak ketiga? Benar sekali, kita membicara pemotongan harga dalam persentase yang besar.. Masalah yang sama juga sempat terjadi pada Nintendo 3DS di awal perilisannya, walaupun datang dengan banyak game berkualitas. Namun seiring dengna pemotongan harga yang dilakukan, Nintendo langsung naik mendominasi Jepang. Seandainya saja Sony dapat melakukan hal yang sama..

 

Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…