Review Resident Evil 6: Tidak Sebaik yang Dibayangkan!

Reading time:
October 15, 2012

Tetap Dengan Kesempatan Multi-Player Split-Screen

RE6 6
Split-screen memang memaksa Anda untuk bermain dengan layar yang lebih kecil. Namun ia menawarkan beberapa keuntungan tertentu.
RE6 7
Selain tingkat kesulitan yang terasa lebih mudah, Anda juga dapat memaksimalkan perbedaan jalur yang ditempuh untuk mendapatkan item / ammo / skill points dalam kuantitas paling maksimal. Sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh AI.

Multi-player split-screen yang disertakan Capcom di seri sebelumnya, ternyata tetap dipertahankan di seri keenam. Sebuah keputusan yang tentu saja pantas untuk diapresiasi. Dengan permainan yang selalu ditemani oleh seorang karakter pendukung, ini tentu menjadi keputusan yang boleh dikatakan tepat, memungkinkan gamer untuk menjelajahi luasnya dunia Resident Evil 6 bersama dengan gamer yang lain. Apa keuntungannya memainkan Resident Evil 6 secara split-screen? Bukankah kenyamanan menjadi terganggu ketika layar televisi Anda dipaksa untuk dibagi dua layar yang lebih kecil? Tenang saja, ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan darinya. Selain tingkat kesulitan yang menjadi lebih mudah, Anda juga dapat mengumpulkan skill points lebih banyak setiap kali menempuh jalur permainan yang menuntut kedua karakter Anda untuk berpisah jalan. Mengapa? Bermain sendiri, karakter pendukung yang digunakan AI biasanya hanya berfokus untuk menghancurkan setiap musuh yang ada tanpa kemampuan untuk mengumpulkan setiap item yang jatuh darinya. Jika kedua jalur dijalankan oleh manusia? Item tentu menjadi prioritas yang tidak mungkin terlewatkan.

Kesimpulan

RE6 14
Capcom gagal menawarkan sebuah pengalaman bermain yang solid dan memukau. Ia terkesan tampil setengah-setengah, seolah merepresentasikan kecemasan Capcom untuk menetapkan sebuah genre yang konsisten untuk Resident Evil 6.

Mengecewakan, inilah mungkin kata yang cukup untuk menggambarkan keseluruhan pengalaman yang didapatkan dari seri terbaru – Resident Evil 6. Klaim Capcom yang sempat mengumbar bahwa seri keenam ini akan menjadi seri terbaik di keseluruhan franchise tidak terbukti tepat. Hal yang berkebalikan justru terjadi. Di balik luasnya dunia yang ia tawarkan lewat cerita empat karakter yang berbeda di dalamnya, Capcom gagal menawarkan sebuah pengalaman bermain yang solid dan memukau. Ia terkesan tampil setengah-setengah, seolah merepresentasikan kecemasan Capcom untuk menetapkan sebuah genre yang konsisten untuk Resident Evil 6. Disebut sebagai sebuah game horror? Tidak ada ketakutan lagi yang ditawarkan. Disebut sebagai sebuah game action? Beragam kekurangan di sisi gameplay dan fitur baru yang ada justru membuatnya semakin kurang sempurna, kurang intuitif, dan sulit untuk dinikmati. Disebut sebagai interactive novel karena banyaknya quick time event? Porsi yang ia tawarkan memang hampir mendekati genre tersebut, namun tidak menjadi inti gameplay dan membuatnya pantas untuk mendapatkan predikat tersebut. Jika Capcom mengakui Resident Evil 6 sebagai sebuah game action, maka mereka harus siap menerima fakta bahwa mereka tidak mampu memaksimalkan genre tersebut dan justru merusaknya.

Selain AI yang dapat diandalkan, multiplayer split-screen, dan jalinan plot yang ada, hampir tidak ada yang dapat dibanggakan dari Resident Evil 6. Semua seolah berjalan salah. Banyaknya quick time events menghancurkan flow permainan yang sulit sekali terbangun. Penempatan kamera yang kurang stabil juga membuatnya semakin sulit untuk dikuasai. Bagian terburuknya? Sistem auto-save yang tidak selalu hadir pada saat Anda mencapai checkpoint. Jangan terkejut jika Anda harus mengulang permainan dari jarak yang cukup jauh jika kondisi memaksa Anda untuk mematikan perangkat gaming Anda. Ini adalah sebuah kelemahan yang mungkin saja akan membuat Anda frustrasi. Scripted events yang sulit terdeteksi dan karakter yang terkesan rapuh juga membuat seri ini semakin sulit untuk dinikmati. Ada begitu banyak hal yang salah di Resident Evil 6.

Jika Anda termasuk gamer yang belum berkesempatan untuk menikmati game yang satu ini, saran kami adalah untuk menurunkan ekspektasi Anda serendah mungkin sebelum menikmatinya. Ia tidak tampil dalam kualitas yang cukup solid untuk menjadi sebuah game action yang akan memukau Anda di setiap momen yang ada. It’s not good enough to be a Resident Evil game!

Kelebihan

Resident Evil 6 421
Kehadiran beberapa survivor seperti ini, “memperkaya” pengalaman yang selama ini belum pernah ditawarkan Resident Evil sebelumnya.
  • Plot
  • AI yang dapat diandalkan
  • Multiplayer split-screen
  • Varian musuh
  • Waktu gameplay

Kekurangan

Resident Evil 6 601
Quick time events benar-benar mengacaukan flow permainan khas Resident Evil yang biasa kita temui.
  • Jumlah quick time events yang terlalu banyak
  • Kamera yang kurang stabil
  • Sistem auto-save yang jauh dari checkpoint
  • Scripted events yang tidak jelas
  • Karakter terlalu rapuh, seolah tanpa reaksi untuk bertahan
  • Fitur gerakan baru yang kurang adaptif
  • Sistem Skill yang hanya menawarkan beberapa skill berguna

Cocok untuk gamer: penggemar berat Resident Evil

Tidak cocok untuk gamer: yang membutuhkan sebuah game action yang berkualitas tinggi, penggemar mekanisme gameplay RE 4 dan 5.

 

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…