Hukum Paksa Silicon Knights Hancurkan Game Mereka!

Reading time:
November 12, 2012
silicon knights

Bukan sesuatu yang mengherankan jika Anda masih begitu asing dengan nama “Silicon Knights”. Dibandingkan dengan developer lainnya, developer yang satu ini memang terhitung kurang sukses di pasaran. Salah satu game andalan yang berhasil menarik perhatian banyak gamer hanyalah Too Human, sebuah game action RPG bertemakan mitologi Norse yang dipadukan dengan setting dan desain yang futuristik. Terkenal karena kualitas? Sayangnya tidak. Too Human populer karena menjadi satu dari sedikit game yang menemani peluncuran konsol Microsoft – XBOX 360 di tahun-tahun awalnya. Setelah sempat tenggelam, kini nama Silicon Knights kembali memanas di industri game. Sayangnya, untuk sebuah berita yang tidak terlalu baik.

Setelah menjalani perseteruan hukum selama 5 tahun terakhir ini, Silicon Knights akhirnya harus menghadapi keputusan hukum yang mungkin akan menjadi akhir bagi sepak terjang mereka di industri game. Masalah dimulai di tahun 2007 silam, ketika Silicon Knights menuduh Epic Games telah mengirimkan kode Unreal Engine 3 yang rusak dalam proses pengembangan Too Human. Parahnya lagi? Silicon juga mengklaim bahwa uang yang mereka setorkan kepada Epic justru disalahgunakan untuk membangun Gears of Wars. Pertarungan hukum selama 5 tahun ternyata tidak memihak mereka. Hukum menolak tuntutan ini dan justru mengabulkan tuntutan balik Epic. Hasilnya? Silicon Knights dipaksa untuk menghancurkan game-game mereka yang dikembangkan dengan Unreal Engine 3, terutama yang belum terjual. Ini meliputi Too Human dan X-Men Destiny, dan beberapa game yang belum dirilis: The Box/Ritualyst, The Sandman, dan Siren the Maelstorm.

too human
Too Human? Too Greedy? Too Messed Up?

Bagi para developer, berhadapan dengan probabilitas untuk menarik semua game yang sudah mereka rilis dan tengah mereka kembangkan tentu saja menjadi berita buruk yang tidak main-main. Ini bahkan berpotensi untuk mengancam eksistensi mereka, apalagi Silicon Knights juga tidak terhitung sebagai developer dengan tingkat kesuksesan yang luar biasa. Apakah ini akan menjadi akhir dari developer yang satu ini? Kita tunggu saja.

Load Comments

PC Games

October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…

PlayStation

November 11, 2022 - 0

Review Sonic Frontiers: Gaya Baru, Lumayan Seru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Sonic Frontiers ini? Mengapa kami…
November 10, 2022 - 0

Review Call of Duty – Modern Warfare II (Multiplayer): Seru yang Serupa!

Apa yang ditawarkan oleh mode multiplayer Call of Duty: Modern…
November 8, 2022 - 0

Wawancara dengan Eric Williams (God of War Ragnarok)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Game Director God of War Ragnarok…
November 3, 2022 - 0

Review God of War Ragnarok: Mitologi Penuh Aksi, Mitologi Penuh Hati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh God of War Ragnarok ini?…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…