10 Game Paling Mengecewakan di 2012!

Reading time:
December 26, 2012

5. Never Dead

NeverDead 97

Konsep karakter utama yang mampu hidup abadi memang bukan hal baru di industri game, bahkan menjadi sisi fantasi tersendiri yang tidak terpisahkan. Namun menerapkannya secara “brutal” di sisi gameplay, ternyata bukan ide yang bagus. Never Dead dari Konami menjadi yang pertama melakukannya. Mengusung gameplay third person shooter, sang karakter utama memang diposisikan sebagai makhluk yang tidak bisa tewas, terlepas dari damage apapun yang ia terima. Anda hanya harus berhadapan dengan bagian tubuh yang terputus dan dituntut untuk mencari atau menumbuhkannya kembali untuk fungsi pertarungan yang lebih dapat diandalkan. Lantas apa yang membuat Never Dead masuk ke dalam list ini? Sistem kamera yang buruk, mekanisme yang justru akan membuat Anda lebih sibuk mengumpulkan bagian tubuh daripada bertempur, dan kesan repetitif yang kuat mengacaukan semuanya. Bagian terbaik dari Never Dead hanya ada pada soundtrack utamanya yang dirilis oleh band metal legendaris – Megadeth.

4. 007 Legends

007 legends

Mencicipi seri-seri petualangan terbaik sang mata-mata legendaris – James Bond dalam satu kesatuan seri dan timeline yang berkesinambungan? Ini tentu saja terdengar sebagai sebuah ide yang luar biasa. Eurocom menerapkannya dalam sebuah seri FPS terbaru – 007 Legends. Bond dengan wujud Craig dijadikan sebagai model utama untuk keseluruhan seri ini. Diposisikan sebagai sebuah game first person shooter, hampir tidak ada yang membuat 007 Legends berbeda dibandingkan game dengan bergenre sama yang lain. Malahan ia justru tampil dengan begitu banyak kekurangan. Glitch yang sering ditemukan, pembawaan karakter yang kurang kuat, dan kurang inovasi yang membuatnya menarik untuk dijajal menjadikan 007 Legends masuk ke dalam list ini.

3. Call of Duty: Black Ops – Declassified

Call of Duty Black Ops II Declassified 1

Menjadi fakta yang tidak terbantahkan, bahwa handheld teranyar Sony – PS Vita saat ini memang berada di ujung tanduk. Bagaimana tidak? Dirilis hampir satu tahun, handheld yang kaya fitur dengan dukungan spesifikasi yang lumayan ini ternyata tidak cukup kuat untuk menarik animo gamer. Salah satu kelemahannya? Kurangnya dukungan game-game eksklusif yang mampu menjadikannya sebagai pilihan utama. Menggandeng Activision, Sony berusaha meningkatkan popularitas PS Vita lewat COD Black Ops – Declassified yang menjadi jembatan cerita antara COD: Black Ops I dan II. Namun hasilnya? Alih-alih hadir sebagai kekuatan, Declassified justru menjadi blunder fatal yang mungkin membuat gamer berpaling dari PS Vita. Mode single player yang tak ubahnya sekedar side mission, sisi cerita yang kurang kuat, tidak adanya dramatisasi yang selama ini sudah menjadi identitas wajib, dan mode multiplayer yang tidak pernah dapat dijajal membuat Declassified jatuh ke dalam kubangan game-game paling mengecawakan di tahun 2012 ini.

2. Ridge Racer: Unbounded

Ridge Racer Unbounded 17

Gamer lawas mana yang tidak pernah mengenal nama Ridge Racer sebelumnya? Franchise game racing yang begitu dipuja-puja di masa lalu ini memang menjadi monumen kebangkitan genre dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan lagi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak yang mengantisipasi dengan penuh semangat ketika Ridge Racer akhirnya bersiap untuk kembali lewat sebuah seri baru – Unbounded. Namun apa yang akan ditemukan gamer? Sebuah seri yang sama sekali tidak mencerminkan identitas Ridge Racer sama sekali, apalagi mereka yang sudah mengenal franchise ini sejak lama. Unbounded “jatuh” ke dalam genre gaming mainstream yang menggabungkan gameplay arcade super kental dan lingkungan yang dapat dihancurkan. Walaupun tidak terlalu buruk sebagai sebuah game racing dan masih cukup kuat untuk dapat dinikmati,Ridge Racer: Unbounded mungkin saja akan jauh lebih baik jika tidak mengusung nama Ridge Racer di dalamnya. Nama Ridge Racer menimbulkan satu ekspektasi yang spesifik, yang kemudian gagal untuk dipenuhi.

1. Resident Evil 6

Resident Evil 6 109

Mendengar nama Resident Evil saja sudah cukup untuk membuat sebagian besar gamer di dunia tergugah untuk menantikannya dengan sabar. Ketika pertama kali Capcom memperkenalkan Resident Evil 6 kepada dunia, animo terhadapnya begitu kuat, hingga cukup untuk membuat setiap informasi yang keluar darinya disambut bak sebuah kabar gembira. Diklaim datang dengan cerita yang lebih masif, Resident Evil 6 juga akan memuat tiga karakter utama dalam satu seri dengan satu benang merah yang sama. Ia juga menjadi seri “baru” dengan musuh, konflik, dan dasar plot yang baru. Sayang seribu sayang, game ini justru gagal memperlihatkan potensinya begitu dijajal untuk pertama kali. Terlalu banyak QTE, sistem kamera yang kacau, sisi action yang tidak terbangun dengan solid, plot yang klise, dan sistem save points yang super jauh membuat Resident Evi 6 tidak senyaman seri-seri sebelumnya. Resident Evil 4 sudah menetapkan landasan action yang pantas untuk diacungi jempol, Resident Evil 5 mengusung semangat yang sama walaupun dengan beberapa kelemahan. Sementara Resident Evil 6? Buruk, hanya buruk.

Di atas adalah 10 game yang menurut JagatPlay, tampil paling mengecewakan selama kurun waktu rilis tahun 2012 ini. Bagaimana menurut Anda sendiri? Game apa yang menurut Anda paling mengecewakan namun tidak masuk ke dalam list ini? Atau, Anda merasa bahwa ada game di atas yang tidak pantas untuk masuk ke dalam list? Jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah ini. Let’s discuss it!

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…