EA Menyesal Tak Garap Serius Medal of Honor: Warfighter

Reading time:
February 13, 2013

Medal of Honor Warfighter 1081

Gamer mana yang tidak sedih mendengar kabar pembekuan franchise Medal of Honor yang dilakukan EA setelah kegagalan Warfighter untuk tampil memukau di pasaran tahun lalu? Seri yang tidak cukup kuat untuk memberikan pukulan apapun kepada Activision yang tampil gemilang lewat Call of Duty: Black Ops 2, bahkan cukup untuk melenggang dengan rekor penjualan yang baru. Sebagai franchise yang sudah hidup begitu lama, pembatalan Medal of Honor tentu menjadi blunder yang memalukan. Lantas siapa yang harus disalahkan? Terlepas siapapun kambing hitam yang pantas menjadi cercaan, sang publisher – Electronic Arts mengakui ikut andil dalam kegagal tersebut.

Dalam wawancaranya dengan situs gaming RPS, Chief Creative Director EA – Rich Hilleman mengakui bahwa EA sebenarnya bisa menghasilkan game Medal of Honor: Warfighter yang lebih baik daripada yang mereka rilis tahun lalu. Lantas apa masalahnya? Ia secara terbuka mengakui bahwa EA memiliki masalah serius di bagian eksekusi, kepemimpinan yang tidak cukup kuat untuk menciptakan sensasi Warfighter yang dibutuhkan. Di sisi lain, EA mulai kelimpungan dengan strategi “kuantitas”nya yang berusaha merilis sebanyak mungkin game andalan ke pasaran, dengan  dukungan quality control minim yang juga tidak mampu memastikan kesuksesan di pasaran. Oleh karena itu, EA berusaha bertahan dengan satu franchise untuk ruang jual ini dan pilihan tersebut jatuh ke DICE dan Battlefield.

Medal of Honor Warfighter 1201
EA akhirnya mengakui andil mereka pada kasus gagalnya Medal of Honor: Warfighter. Selain kemampuan management yang kurang, banyaknya game yang bernaung di bawahnya membuat EA sulit berfokus untuk memastikan setiap judul yang mereka rilis hadir dengan kualitas yang menjamin kesuksesan.

Walaupun demikian, Hilleman tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat di masa depan, dengan waktu yang tenaga yang tepat, franchise-franchise lawas yang bernaung di bawah EA termasuk Medal of Honor dapat dihidupkan kembali. Apakah kejadian pembekuan ini akan dapat “memaksa” EA untuk mengubah kebijakan bisnis mereka untuk tidak terlalu money-oriented? Untuk memastikan tidak ada kejadian sama yang berulang, ini tentu saja menjadi harapan bagi semua gamer.

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…