EA Menyesal Tak Garap Serius Medal of Honor: Warfighter

Reading time:
February 13, 2013

Gamer mana yang tidak sedih mendengar kabar pembekuan franchise Medal of Honor yang dilakukan EA setelah kegagalan Warfighter untuk tampil memukau di pasaran tahun lalu? Seri yang tidak cukup kuat untuk memberikan pukulan apapun kepada Activision yang tampil gemilang lewat Call of Duty: Black Ops 2, bahkan cukup untuk melenggang dengan rekor penjualan yang baru. Sebagai franchise yang sudah hidup begitu lama, pembatalan Medal of Honor tentu menjadi blunder yang memalukan. Lantas siapa yang harus disalahkan? Terlepas siapapun kambing hitam yang pantas menjadi cercaan, sang publisher – Electronic Arts mengakui ikut andil dalam kegagal tersebut.

Dalam wawancaranya dengan situs gaming RPS, Chief Creative Director EA – Rich Hilleman mengakui bahwa EA sebenarnya bisa menghasilkan game Medal of Honor: Warfighter yang lebih baik daripada yang mereka rilis tahun lalu. Lantas apa masalahnya? Ia secara terbuka mengakui bahwa EA memiliki masalah serius di bagian eksekusi, kepemimpinan yang tidak cukup kuat untuk menciptakan sensasi Warfighter yang dibutuhkan. Di sisi lain, EA mulai kelimpungan dengan strategi “kuantitas”nya yang berusaha merilis sebanyak mungkin game andalan ke pasaran, dengan  dukungan quality control minim yang juga tidak mampu memastikan kesuksesan di pasaran. Oleh karena itu, EA berusaha bertahan dengan satu franchise untuk ruang jual ini dan pilihan tersebut jatuh ke DICE dan Battlefield.

EA akhirnya mengakui andil mereka pada kasus gagalnya Medal of Honor: Warfighter. Selain kemampuan management yang kurang, banyaknya game yang bernaung di bawahnya membuat EA sulit berfokus untuk memastikan setiap judul yang mereka rilis hadir dengan kualitas yang menjamin kesuksesan.

Walaupun demikian, Hilleman tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat di masa depan, dengan waktu yang tenaga yang tepat, franchise-franchise lawas yang bernaung di bawah EA termasuk Medal of Honor dapat dihidupkan kembali. Apakah kejadian pembekuan ini akan dapat “memaksa” EA untuk mengubah kebijakan bisnis mereka untuk tidak terlalu money-oriented? Untuk memastikan tidak ada kejadian sama yang berulang, ini tentu saja menjadi harapan bagi semua gamer.

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…