EA Tutup Developer Army of Two: Devil’s Cartel!

Reading time:
February 22, 2013

 

army of two devils cartel release date

Mengetatkan ikat pinggang, ini tampaknya menjadi strategi yang tengah gencar dilakukan oleh sang publisher raksasa – Electronic Arts. Terlepas dari beberapa game yang sukses besar beberapa tahun terakhir, EA memang juga harus berjuang dengan beberapa judul yang ternyata tidak sukses di pasaran. Memperlihatkan optimisme yang tetap tinggi, EA seolah tidak menyerah. Ada lusinan game yang mereka rencanakan dengan menggunakan Frostbite 2.0 sebagai engine andalan yang baru. Salah satunya? Tentu saja game action third person andalan – Army of Two. Mengumumkan eksistensi seri terbaru – Devil’S Cartel sejak tahun lalu, sang developer – Visceral Montreal justru harus berhadapan dengan berita buruk menjelang perilisannya. EA mengumumkan penutupan studio ini.

Visceral? Bukankah ini studio developer yang juga bertanggung jawab atas game Dead Space? Jika Anda merupakan penggemar berat game survival horror tersebut, jangan khawatir. Visceral yang mendapatkan berita buruk ini bukanlah Visceral Games, melainkan Visceral Montreal – developer yang diberi tanggung jawab untuk menangani proyek Army of Two: Devil’s Cartel. Dengan proses pengembangan yang sudah selesai dan hanya menunggu waktu rilis, alih-alih mendapatkan pujian, Electronic Arts justru memecat semua pegawai dan menutup studio ini. Alasannya? Klise, penyesuaian. EA mengaku bahwa mereka perlu menempuh kebijakan ini untuk memastikan sumber daya ditempatkan pada prioritas area yang tengah berkembang, termasuk teknologi baru dan mobile. Tampaknya, Visceral Montreal tidak masuk dalam rencana besar EA ini.

Army of Two: The Devil’s Cartel sendiri rencananya akan dirilis pada 29 Maret 2013 mendatang untuk XBOX 360 dan Playstation 3. Apakah penutupan seperti ini terlihat pantas untuk sebuah developer yang bahkan belum merilis proyek game mereka ke pasaran? Sometimes, it’s hard to understand you, EA..

 

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

July 3, 2024 - 0

Review Wuthering Waves: Penuh Pasang dan Surut!

Apa yang ditawarkan oleh Wuthering Waves? Mengapa kami menyebutnya sebagai…
June 28, 2024 - 0

Impresi Zenless Zone Zero (Build Terbaru): Lebih Cepat, Lebih Ketat!

Kami berkesempatan menjajal build terbaru Zenless Zone Zero. Apakah kami…
June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…

PlayStation

July 17, 2024 - 0

Review Kunitsu-Gami: Antara Suka Atau Benci!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kunitsu-Gami ini? Apa yang membuat…
June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…