Developer Klaim Playstation 4 Lebih Kuat Daripada PC

Reading time:
March 13, 2013
ps 4 controller

Di atas kertas, kemampuan PC untuk tumbuh dinamis dan dikustomisasi seusai dengan kemampuan gamer memang membuatnya tampil sebagai platform gaming yang tidak tertandingi, terutama dari sisi spesifikasi yang ada. Hal ini juga terbukti dari sebagian besar game yang dirilis secara multiplatform saat ini. Terlepas dari hadirnya konsol generasi selanjutnya, tren ini juga berpotensi berlanjut setelah rumor spesifikasi Playstation 4 yang dengan mudahnya dapat ditundukkan oleh teknologi yang disandang oleh PC saat ini. Namun kemampuan mentah bukan satu-satunya indikator kekuatan. Beberapa developer game yang sudah menjajal Playstation 4 justru dengan berani mengklaim bahwa konsol ini akan mampu tampil dengan performa yang lebih maksimal dibandingkan PC, setidaknya hingga beberapa tahun ke depan.

Seolah bertolak belakang dengan pernyataan yang sempat dilontarkan oleh Crytek yang menyanjung supremasi PC, developer dari seri Just Cause – Avalanche Studios justru lebih “berpihak” pada Playstation 4. Sang co-founder – Linus Blomberg tidak hanya memuji integrasi fungsi sosial yang dipercaya akan membuka lebih banyak potensi, tetapi juga keputusan Sony untuk menyuntikkan memori 8 GB RAM ke dalamnya. Dengan jeroan seperti ini, Avalanche mengaku mampu membangun dunia open-world yang lebih kaya dan kompleks.

ps 411
Selain memunji fungsi sosial yang potensial, kedua developer – Blow dari The Witness dan Blomberg dari Avalanche Studios memuji keputusan Sony untuk mengintegrasikan 8 GB RAM untuk Playstation 4. Berbeda dengan RAM di PC yang juga difungsikan untuk sistem operasi dalam skala besar dan terbukti berpengaruh terhadap fungsi gaming, Playstation 4 sebagai perangkat khusus gaming, sebuah konsol, tidak menghadapi masalah tersebut. Hasilnya? Performa gaming yang lebih kencang. 

Sanjungan yang sama juga diutarakan oleh Jonathon Blow – tangan dingin dibalik The Witness. Ia juga menyoroti jumlah RAM yang diusung Playstation 4 dan menjadikannya sebagai standar untuk mengklaim performanya yang akan mampu menandingi, bahkan mengalahkan PC. Ia beralasan bahwa usaha untuk melakukan render di sistem operasi Windows akan berpengaruh terhadap performa game dalam skala tertentu, sementara untuk sebuah konsol yang memang diciptakan untuk gaming, masalah seperti ini tidak akan ditemukan. Oleh karena itu, game akan berjalan lebih cepat di Playstation 4. Sama seperti Blomberg, ia juga menjadikan fungsi sosial intergratif konsol terbaru Sony ini sebagai salah satu nilai jual utama.

Secara logis, apa yang diutarakan oleh kedua developer ini memang terhitung logis. Dengan RAM tersedia yang begitu besar, para developer memang berkesempatan untuk membangun dunia yang lebih kompleks tetapi sekaligus juga menjamin kecepatan rendering yang tetap dapat diandalkan di Playstation 4. Konsekuensi yang lain? Dengan begitu banyaknya game multiplatform saat ini, bukannya tidak mungkin jika 8 GB RAM menjadi standar baru spesifikasi untuk dapat menikmati sebuah game secara maksimal di PC. Bagaimana menurut Anda sendiri?

 

crash bandicoot dance
Sony’s reaction?
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…