Review Bioshock Infinite: Mahakarya yang Sempurna!
Selamat Datang di Columbia yang Berbahaya!

Di permukaan, Columbia memang terlihat sebagai sebuah kota utopis yang akan memuat segudang alasan untuk memastikan penghuninya mengecap rasa damai secara maksimal. Namun seiring dengan perjalanan Anda menyusuri kota di angkasa ini, selain posisi Anda sebagai “nabi palsu” yang tengah diburu oleh Comstock, Anda akan memerhatikan fakta bahwa sebuah utopia tidak pernah bisa direalisasikan. Kota ini mengandung segudang masalah, dari masalah monopoli keuangan, rasisme dan supremasi kulit putih, propaganda patriotik dan agama, hingga kelaparan yang menyelimuti rakyat Columbia yang tidak mampu menembus akses menuju ke tempat elite Columbia. Ancaman ini pun kian kuat ketika Booker berusaha membawa pulang Elizabeth dengan selamat, hingga konfrontasi terbuka pun dimulai. Di sinilah sisi aksi Bioshock Infinite muncul.


Berbekalkan dua senjata utama yang bisa Anda gonta-ganti dan dapatkan dari varian musuh yang Anda hadapi, Anda tidak akan kesulitan untuk mengatasi setiap ancaman yang ada. Sebagian besar musuh memang dapat ditundukkan dengan sekedar memuntahkan peluru secara efektif, namun Columbia juga menyimpan beberapa varian lainnya yang akan menghadirkan tantangan tertentu. Anda akan bertemu dengan Motorized Patriot – sebuah robot gatling gun alot yang akan mampu membunuh Anda dengan cepat, Handyman – “manusia kaleng” gesit yang sulit dibunuh dan mampu menghancurkan Anda dengan kepalan besarnya, atau Fireman – yang akan membakar Anda hingga menjadi abu. Untungnya, Anda juga akan diperkuat dengan sebuah shield yang dapat beregenerasi sebagai ujung tombak pertahanan utama.


Tidak hanya sekedar mengandalkan senjata api untuk menghancurkan bawahan Comstock, Booker juga akan diperkuat dengan kekuatan khusus bernama “Vigor” untuk membantu perjalanannya yang tentu saja, tidak mudah. Mendapatkan variannya seiring dengan progress permainan, Vigor ini akan memungkinkan Anda untuk menggunakan kemampuan “mistis” dengan efek khusus. Setiap vigor akan dibagi ke dalam dua mode serangan – serangan cepat dan perangkap yang tentu saja menghasilkan efek destruktif yang lebih berbahaya. Anda bisa mengendalikan kekuatan api dan menjadikannya sebagai granat, menguasai listrik dan menggunakannya untuk memberhentikan musuh secara sementara, memanggil burung gagak untuk menyerang siapapun musuh yang sedang Anda hadapi, memunculkan tentakel air yang mampu memerangkap musuh secara bersamaan, hingga sekedar sebuah shield elektromagnetik yang tidak hanya membantu Anda untuk melindugi diri dari ratusan peluru yang menerjang, tetapi juga menangkapnya sebagai tambahan amunisi ekstra. Semua vigor ini akan memainkan peranan yang krusial, apalagi jika Anda harus berhadapan dengan musuh dalam jumlah masif. Anda membutuhkan porsi Salt dalam jumlah tertentu untuk menggunakannya.



Namun senjata api dan Vigor milik Booker bukanlah satu-satunya cara bagi Anda untuk memastikan diri bertahan dan menempuh perjalanan Bioshock Infinite yang lebih mudah. Seperti kedua seri sebelumnya, kini Anda juga berkesempatan untuk memperkuat senjata yang sudah Anda miliki. Dengan mengumpulkan koin yang tersebar di sepanjang perjalanan, Anda bisa mengakses vending machine yang ada dan memperkuat senjata yang mungkin menjadi favorit Anda sejauh ini. Tidak hanya itu, Booker juga mengusung sistem equipment – Gear yang membuat Anda mampu mengenakan empat varian yang akan memberikan boost status dan efek tertentu secara permanen. Berbeda dengan upgrade senjata dan vigor yang dapat diakses dengan uang yang Anda dapatkan, Gear harus didapatkan secara manual dengan menjelajahi setiap sudut Columbia.


Menikmati pemandangan Columbia yang ada, Anda mungkin akan bertanya-tanya bagaimana caranya Anda dapat bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan cepat. Untungnya, Irrational menyuntikkan satu mekanisme yang tidak hanya efektif, tetapi juga berhasil menawarkan sensasi yang menyenangkan. Di sepanjang Columbia, Anda akan melihat rangkaian Sky Rail yang awalnya memang diciptakan untuk mendistribusikan komoditi sebagai “jalan lain” untuk mengakses beragam area dengan cepat. Dengan menggunakan perangkat di tangan kirinya – Sky Hook, Booker tidak hanya dapat bergerak cepat melewati sky rail untuk mencapai area yang lebih tinggi, tetapi juga menjadikannya sebagai tempat persembunyian untuk menghantam musuh yang berada di bawah dengan cepat. Sky Rail akan menjadi salah satu elemen yang akan membuat Anda jatuh cinta pada Columbia.
Semua elemen gameplay dari sisi aksi ini memang semakin memperkuat pengalaman yang ditawarkan oleh Columbia, memadukannya dengan sisi cerita yang terhitung “berat”, Irrational memang menyuntikkan alasan yang cukup untuk membuat semua gamer untuk jatuh cinta dengan Bioshock Infinite. Namun alasan ekstra untuk terus menggali lebih dalam dunia utopia ini? Satu kata: Elizabeth.
Jatuh Cinta Pada Elizabeth

Jauh hari sebelum Irrational merilis Bioshock Infinite ke pasaran, sang konseptor – Ken Levine memang sudah menggembar-gemborkan eksistensi seorang karakter wanita bernama Elizabeth yang akan menjadi fokus cerita untuk seri kali ini. Tidak hanya itu saja, selain mengklaim karakterisasi yang akan tampil lebih hidup dan berbeda dengan sebagian besar karakter yang selama ini hadir di industri game, Irrational juga menyuntikkan AI yang lebih dinamis untuknya. Sebuah klaim yang untungnya, tidak berakhir menjadi sebuah omong kosong yang lain. Kehadiran Elizabeth akan membuat cinta platonik setiap dari Anda bersemi kembali.



Pertama kali menyelamatkan Elizabeth dari Siphon dan lari dari kejaran Songbird, Anda akan langsung berhadapan dengan seorang wanita yang mampu menampilkan kesan yang kompleks. Ia rapuh tetapi juga kuat dan tidak pernah mengeluh, ia lugu tetapi juga penuh dengan rasa penasaran, ia begitu menenangkan tetapi juga berbahaya di saat yang sama. Karakter inilah yang akan Anda temui di sepanjang Bioshock Infinite, tentu saja dengan plot kompleks nan dramatis yang akan membuat Anda kian ingin melindungi sosok Elizabeth yang satu ini. Tidak perlu jauh-jauh, Anda akan merasakan sensasi ini sejak awal permainan, setidaknya inilah yang terjadi pada kami. Sebelum bertemu dengan Elizabeth, hampir tidak ada konsekuensi moral yang tercipta, bahkan ketika Anda mencuri uang dari kasir NPC atau sekedar menyerobot senjata yang terpampang di etalase toko. Namun begitu ia berpetualang dengan Anda, ada rasa bersalah dan terkesan mengkhianati kepolosan Elizabeth begitu Anda melakukan tindak kriminal kecil seperti ini.
Ketakutan bahwa Anda akan terlibat dalam sebuah escort mission yang monoton dan merepotkan juga bisa Anda buang jauh-jauh. Sejak awal permainan, Elizabeth berdiri sebagai individu mandiri yang tidak perlu diawasi. Ia akan bergerak begitu Anda bergerak atau berhenti ketika Anda berhenti. Anda tidak akan menemukan kejadian dimana Anda harus menantikan kehadirannya sebelum dapat bergerak ke area selanjutnya. Alih-alih Anda yang melindungi Elizabeth, kesan yanig ditawarkan justru berkebalikan. Anda-lah yang justru “dilindungi” oleh sosok yang satu ini.



Dinamis dan mampu beradaptasi dengan baik, Elizabeth tidak hanya mampu melindungi dirinya setiap kali terlibat dalam pertempuran terbuka, tetapi ia juga akan membantu Anda. Dalam kondisi yang acak, Elizabeth akan secara berkala memberikan ekstra supply dan biasanya berkisar pada sumber daya yang memang sedang Anda butuhkan. Elizabeth akan memberikan uang, vigor, hingga ammo begitu Anda kekurangan. Perlahan namun pasti, Anda tidak hanya akan membangun keterikatan emosional dengan karakter ini, tetapi juga ketergantungan yang unik. Lewat kemampuannya yang luar biasa untuk membuka ruang dan waktu, Elizabeth juga dapat “memanggil” beragam senjata, perlindungan, dan item ke dalam pertarungan secara real-time.
Cinta platonik Anda tidak hanya muncul dari ketergantungan Anda terhadap karakter Elizabeth ini, tetapi juga karena kemampuan Irrational untuk menyusun sebuah cerita, yang tidak hanya penuh drama, tetapi juga penuh misteri terkait dirinya. Anda akan terus didorong untuk melindungi, memperhatikan setiap tindak tanduknya, hingga terlibat dalam setiap usaha untuk memastikan Elizabeth ini berada dalam kondisi terbaiknya. Tentu saja, semua ini harus dicapai dengan sedikit pengorbanan.
*SPOILERS AHEAD*
Bagi Players yang belum menyelesaikan Bioshock Infinite, Anda disarankan untuk tidak membaca halaman ketiga karena beratnya konten spoiler yang ada. Anda dapat langsung menuju halaman 4 untuk kesimpulan
Namun bagi Anda yang tidak terlalu peduli dengan spoilers, mari kita menyelam lebih jauh dalam luasnya Bioshock Infinite di halaman selanjutnya.










