Review Army of Two – The Devil’s Cartel: Monoton dan Hambar!

Reading time:
April 10, 2013
Army of Two The Devil Cartel 1

Membicarakan sebuah game third person shooter berarti membicarakan sebuah game action murni yang dipenuhi dengan segudang senjata yang menjanjikan kehancuran dan pertempuran yang memacu adrenalin. Formula yang satu ini memang harus diakui efektif menarik gamer penggemar game action. Namun untuk mencegah kesan monoton yang mungkin muncul darinya, para developer mengusung segudang cara untuk menghasilkan pengalaman gaming unik tersendiri. Mereka menciptakan cerita, tema, hingga menyuntikkan beberapa ekstra elemen gameplay tambahan di dalamnya. Apakah ini berarti game yang mengusung mekanisme generik akan tampil membosankan? Jika bercermin pada yang ditawarkan oleh seri terbaru Army of Two – The Devil’s Cartel, ini menjadi sebuah ketakutan yang kian nyata.

Sebagai sebuah franchise eksklusif untuk konsol, Army of Two memang sempat menjadi primadona di seri-seri awalnya. Ia menawarkan sebuah gameplay third person shooter generik yang menyenangkan, dimana multiplayer kooperatif menjadi salah satu nilai jual utama yang membuatnya terlihat kian menarik. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika antisipasi terhitung cukup kuat untuk untuk menyambut kehadiran seri terbarunya – Devil’s Cartel. Apalagi mengingat penggunaan Frostbite Engine 2.0 untuk menghasilkan visualisasi dan berbagai efek destruktif yang memang menjadi ciri khasnya. Momen kebenaran itupun muncul, setelah penantian yang lama, Army of Two – The Devil’s Cartel akhirnya dirilis ke pasaran. Sayangnya, untuk sebuah genre yang terus berkembang dan menawarkan berbagai inovasi di beberapa franchise kompetitor, seri terbaru ini tidak mampu tampil memesona seperti seri sebelumnya.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan Army of Two – The Devil’s Cartel ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang monoton dan hambar?

Plot

Army of Two The Devil Cartel 107
Anda akan berperan sebagai Alpha dan Bravo – dua pasukan andalan dari TWO, sebuah organisasi pasukan bayaran dengan reputasi mematikan.

Meksiko adalah “neraka” kecil dunia. Ungkapan ini tentu saja bukan sesuatu yang berlebihan mengingat kondisi keamanannya yang memang selalu berada di titik yang berbahaya. Pertarungan melawan para kartel narkoba yang memiliki pasukannya sendiri dengan beragam teror yang mereka ciptakan menjadi skenario yang seolah terbangun dari film-film Hollywood klise, namun kali ini dalam bentuk yang nyata. Pertempuran besar inilah yang juga diambil sebagai tema utama dari seri terbaru Army of Two – The Devil’s Cartel kali ini.

Berperan sebagai Alpha dan Bravo – dua prajurit kawakan yang tergabung dalam Trans World Operation (T.W.O) yang notabene merupakan penyedia jasa prajurit pribadi, Anda akan terikat dalam pertikaian antara usaha pemerintah Meksiko melawan para kartel narkoba yang memang memiliki kekuatan tak ubahnya sebuah negara kecil. Mengawal seorang politisi yang dengan lantang meneriakan perubahan dan mengobarkan perang terhadap para kartel ini – Cordova, Alpha dan Bravo pun terlibat dalam kondisi yang mengancam. Mereka diserang oleh La Guadana – kartel yang paling ditakuti. Agenda Cordova untuk memaksa pemerintah Meksiko untuk mengambil tindakan tegas menjadi ancaman tersendiri bagi kartel ini, membuatnya sebuah target yang harus dilenyapkna oleh La Guadana. Menjadi tugas Andalah sebagai prajurit terbaik TWO untuk menggagalkan rencana yang satu ini.

Army of Two The Devil Cartel 65
Melindungi seorang politisi yang tengah mengobarkan perang melawan para kartel besar Meksiko, Alpha dan Bravo terseret dalam pertempuran besar.
Army of Two The Devil Cartel 24
Introducing you to the La Guadana – one of the most dangerous cartel in Mexico!
Army of Two The Devil Cartel 63
Sebuah konflik masa lalu menjadikan perang ini tidak lagi sekedar pertempuran antar ideologi dan kepentingan, tetapi personal.

Namun Army of Two – The Devil’s Cartel bukanlah sekedar sebuah cerita tentang pertempuran sipil dengan dua kepentingan yang berbeda, ia juga menambahkan bumbu pengorbana dan pengkhinatan di dalamnya. Seiring dengan progress permainan dan dampak destruktif yang berhasil mereka hasilkan untuk La Guadana, Alpha dan Bravo justru harus berhadapan dengan sebuah kenyataan yang menyakitkan. Pertempuran untuk kepentingan politik inipun tumbuh menjadi sebuah perang personal, perang yang dibangun dari cerita dan tragedi masa lalu yang belum terselesaikan.

Army of Two The Devil Cartel 115
Let the war begin!

Lantas bagaimana dengan sepak terjang Alpha dan Bravo? Mampukah mereka menghancurkan La Guadana hingga mencapai akarnya? Lantas siapa sebenarnya identitas El Diablo – sang tangan kanan Guadana yang menyeramkan? Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika Anda memainkan Army of Two – The Devil’s Cartel ini.

trans
Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

July 3, 2024 - 0

Review Wuthering Waves: Penuh Pasang dan Surut!

Apa yang ditawarkan oleh Wuthering Waves? Mengapa kami menyebutnya sebagai…
June 28, 2024 - 0

Impresi Zenless Zone Zero (Build Terbaru): Lebih Cepat, Lebih Ketat!

Kami berkesempatan menjajal build terbaru Zenless Zone Zero. Apakah kami…
June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…

PlayStation

June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…