Preview SimCity: Kini Hadir Dengan Pengalaman Berbeda!

Reading time:
May 8, 2013
Sim City 10

Membunuh dan menghabisi sebanyak mungkin musuh di layar kaca, video game tidak selalu berputar di sekitar kekerasan dan kematian. Tidak sedikit franchise yang justru menawarkan gameplay dengan daya tarik yang bertolak belakang, dimana Anda dituntut untuk membangun dan bukannya menghancurkan. Dari semua genre yang ada, mereka yang mengusung nama simulasi menjadi yang paling konsisten menawarkan hal yang satu ini. Salah satu yang paling populer? Tentu tidak lain adalah franchise simulasi bangun kota milik EA dan Maxis – SimCity. Sangat diantisipasi sejak pertama kali diperkenalkan, game ini memang sempat berhadapan dengan beragam masalah pelik di awal perilisannya. Mekanisme DRM-nya menjadi bumerang, membuat game ini dikritik habis-habisan. Lantas pesona seperti yang sebenarnya ia tawarkan?

Kesan Pertama

Visualisasi tentu saja menjadi stimuli pertama yang Anda dapatkan ketika berhadapan dengan sebuah video game. Dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, SimCity terbaru ini tentu saja hadir dengan kualitas detail yang jauh lebih memesona, terutama dari sisi detail setiap unit yang bergerak di dalam kota Anda. User-interfacenya sendiri terhitung lebih sederhana, dengan begitu banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan hanya melakukan klik pada mouse. Membangun barisan perumahan, menempatkan pembangkit tenaga listrik, hingga membuat jalan bisa dilakukan dengan mudah. Maxis sendiri juga memberikan bantuan untuk memudahkan Anda membangun hal-hal dasar yang dibutuhkan oleh kota Anda.

Mekanisme yang lebih sederhana bukan berarti SimCity jatuh pada pola gameplay yang juga jauh lebih mudah. Elemen-elemen yang ditawarkan justru membuatnya jauh lebih kompleks, apalagi jika mengingat ia lebih berfokus pada pengalaman sosial yang diklaim EA, merupakan hasil dari “pemaksaan” DRM ini. Benar saja, Anda mau tidak mau harus bergabung di dalamnya. Hidup dalam satu area bersama dengan kota-kota milik gamer lain di seluruh dunia, Anda tidak bisa sekedar “berdiri sendiri”. Keterbatasan wilayah dan varian sumber daya yang dibutuhkan memaksa Anda untuk berinteraksi dengan kota milik gamer lain, dari berbagi sumber daya, membangun area bersama, hingga meminta bantuan kesehatan, keamanan, hingga pendidikan.

Tidak hanya itu saja, setiap aksi yang dilakukan oleh kota lain juga bisa berdampak pada kota yang tengah Anda bangun. Salah satu contoh menarik yang sempat kami alami? Ketika kota tetangga tidak mampu mengetatkan sisi keamanannya, tingkat kriminalitas menjadi sangat tinggi. Alih-alih bertahan di kota mereka masing-masing, tidak sedikit perlaku kriminal yang akhirnya memutuskan untuk pindah ke kota kami dan membuat kekacauan. Untuk memberikan sedikit variasi, Maxis juga menyuntikkan beberapa event acak, seperti serangan zombie di malam hari yang akan menghabisi penduduk Anda sampai matahari terbit.

Dengan waktu permainan yang masih terhitung awal, memang sulit untuk menggali dan menemukan nilai jual seperti apa yang sebenarnya ditawarkan oleh SimCity ini. Namun harus diakui, ia hadir dengan sensasi pengalaman yang berbeda, terutama dari sisi sosial yang menjadi salah satu nilai jual utamanya. Bukan perkara mudah membangun sebuah kota yang tidak hanya berkembang, tetapi juga manusiawi. Setelah gagal di dua kota sebelumnya, kami kini memulai sebuah kota baru dengan peningkatan penduduk dan kemampuan ekonomi yang cukup signifikan? Akankah berakhir indah? Dengan sumber air yang kian menipis, kota ketiga ini tampaknya akan bernasib tak banyak berbeda.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, dan tentu saja berjuang untuk menyelamatkan kota ketiga ini, izinkan kami memberikan sedikit screenshot untuk memberikan sedikit gambaran apa yang sebenarnya ditawarkan oleh game yang satu ini. Welcome to my city, players!

PS: Klik gambar untuk memperbesar

Sim City 12 Sim City 20 Sim City 28 Sim City 51 Sim City 69 Sim City 82 Sim City 93 Sim City 104 Sim City 107 Sim City 122 Sim City 127
Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…